Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pelabuhan Yos Sudarso Samarinda Dipindah ke Palaran, Ini Alasannya

Rizkiyan Akbar • Kamis, 29 Januari 2026 | 17:28 WIB

Pelabuhan Yos Sudarso Samarinda yang direncanakan pindah ke Palaran.
Pelabuhan Yos Sudarso Samarinda yang direncanakan pindah ke Palaran.

Ikhtisar: Rencana pemindahan pelabuhan Yos Sudarso Samarinda ke Palaran melalui terminal multipurpose digodok matang demi fiskal daerah dan masa depan logistik kota.

Balikpapan TV – Hai Cess! Pemkot Samarinda mulai serius menata ulang wajah kepelabuhanan kota. Aktivitas pelabuhan yang selama ini berada di kawasan Jalan Yos Sudarso atau Pasar Pagi direncanakan pindah ke Kecamatan Palaran. Langkah ini bukan sekadar pindah lokasi, tapi bagian dari strategi besar memperkuat ekonomi daerah.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat resmi pada Selasa (27 Januari 2026). Dinas Perhubungan memaparkan konsep pembangunan terminal multipurpose yang dirancang melayani kapal-kapal besar dengan fungsi serba guna. Fokus utamanya jelas, peningkatan Pendapatan Asli Daerah serta kemandirian fiskal Kota Samarinda.

Terus simak sampai tuntas, karena di balik rencana ini tersimpan arah baru logistik dan ekonomi Samarinda ke depan Cess!

Baca Juga: Bandara APT Pranoto Samarinda Butuh Lahan 18 Hektare Jelang Pembukaan Rute Internasional ke Kuala Lumpur

Kenapa pelabuhan Yos Sudarso direncanakan pindah ke Palaran?

Pemindahan ini didorong oleh kebutuhan pengembangan pelabuhan berskala besar. Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menegaskan bahwa kawasan Yos Sudarso selama ini hanya berfungsi sebagai pelabuhan penumpang. Kapasitasnya terbatas dan tidak mendukung aktivitas logistik skala besar.

Palaran dinilai lebih siap secara ruang. Terminal multipurpose membutuhkan lahan minimal 30 hingga 50 hektare dengan panjang bibir Sungai Mahakam sekitar 300 sampai 450 meter. Spesifikasi ini memungkinkan sandar kapal berukuran besar yang selama ini tidak terakomodasi.

Secara ekonomi, pemindahan ini diproyeksikan memberi dampak luas. Kapal besar berarti volume barang meningkat, aktivitas jasa tumbuh, dan kontribusi fiskal ke daerah ikut terdongkrak. Nah itu sudah, arah kebijakannya mulai kebaca, pahamlah ikam.

Seperti apa konsep terminal multipurpose yang dirancang Dishub?

Terminal multipurpose dirancang melayani berbagai jenis kapal. Mulai dari kapal barang, kapal tangki, hingga kapal pengangkut material seperti batu bara. Namun untuk layanan penumpang, tetap dipusatkan di Pelabuhan Palaran yang berada di sekitar Terminal Peti Kemas Palaran.

Fungsi serba guna ini membuat pelabuhan tidak hanya menjadi titik bongkar muat, tapi pusat aktivitas logistik. Di kawasan tersebut akan dibangun gudang, area kontainer, serta fasilitas jasa dan bisnis kepelabuhanan lain yang saling terintegrasi.

Menurut Manalu, konsep ini sengaja disiapkan untuk jangka panjang. Pelabuhan bukan sekadar infrastruktur, melainkan penggerak ekonomi kota. Ketika satu kapal besar masuk, dampaknya langsung terasa ke pendapatan daerah.

Bagaimana rencana akses jalan dan dampak sosialnya?

Akses jalan menjadi perhatian serius Dishub. Kendaraan yang keluar masuk kawasan pelabuhan nantinya didominasi truk gandengan dan truk bertempelan. Karena itu, akses akan dipilih yang paling efisien dengan dampak sosial seminimal mungkin.

Dishub menilai tidak boleh hanya bergantung pada satu jalur. Pemerintah kota diminta menyiapkan alternatif akses sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan teknis maupun sosial di kemudian hari.

Pendekatan ini penting agar aktivitas logistik berjalan lancar tanpa mengganggu kawasan permukiman. Ya kalo dipikir, perencanaan dari awal memang bikin kerjaan ke depan lebih aman, pahamlah ikam.

Siapa yang membiayai dan mengelola pelabuhan multipurpose ini?

Pembangunan pelabuhan multipurpose dipastikan tidak menggunakan APBD secara penuh. Skema pembiayaan dirancang melalui kerja sama dengan investor pihak ketiga, bahkan memungkinkan pola tripartit.

Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan nilai investasinya besar, minimal Rp700 miliar dan bisa mencapai Rp900 miliar jika mencakup seluruh kawasan. Pemerintah kota direncanakan memiliki saham minoritas, sementara investor memegang porsi mayoritas.

“Ini murni investor. Pemerintah kota cukup memiliki saham,” tegas Andi Harun. Ia menambahkan, satu kapal saja berpotensi menghasilkan sekitar satu miliar rupiah per bulan. Dari sini terlihat jelas kenapa pelabuhan multipurpose dianggap kunci penguatan APBD Samarinda ke depan.

Insight: Pembangunan pelabuhan multipurpose di Palaran menunjukkan pergeseran cara pandang pemerintah kota. Infrastruktur tidak lagi berdiri sendiri, tapi dirancang sebagai mesin ekonomi jangka panjang. Dengan konsep terintegrasi dan skema investasi kolaboratif, Samarinda menyiapkan fondasi fiskal yang lebih sehat sekaligus membuka peluang kerja dan bisnis baru bagi masyarakat sekitar.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah pembangunan Samarinda ke depan, kawalan juga perlu tahu Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

1. Apa itu pelabuhan multipurpose?

Pelabuhan yang melayani berbagai jenis kapal dan komoditas, tidak terbatas pada satu fungsi saja.

2. Di mana lokasi pelabuhan multipurpose Samarinda?

Direncanakan berada di Kecamatan Palaran dengan dua opsi titik yang masih dikaji teknis.

3. Apakah pelabuhan Yos Sudarso akan ditutup total?

Aktivitas utama akan dipindahkan ke Palaran, sementara fungsi penumpang tetap di kawasan Palaran.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#pemkot samarinda #terminal multipurpose #dishub samarinda #samarinda #palaran #Pelabuhan Yos Sudarso