Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Cuaca Ekstrem, Samarinda Diguyur Hujan Dini Hari, Puluhan Ruas Jalan Tergenang dan Banjir

Arya Kusuma • Rabu, 28 Januari 2026 | 11:51 WIB

Hujan lebat mengguyur jalan utama Samarinda hingga memicu Banjir dan genangan air, dibeberapa titik aktivitas warga terganggu.
Hujan lebat mengguyur jalan utama Samarinda hingga memicu Banjir dan genangan air, dibeberapa titik aktivitas warga terganggu.

Ikhtisar: Hujan lebat dini hari di Samarinda picu banjir, genangan, longsor, pohon tumbang, listrik terganggu, BPBD dan BMKG keluarkan peringatan waspada.

Balikpapan TV - Hai Cess!
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kota Samarinda sejak Rabu (28/1/2026) dini hari. Dampaknya langsung terasa. Banjir, genangan air di banyak ruas jalan, longsor, sampai pohon tumbang dilaporkan terjadi sejak sekitar pukul 01.00 Wita dan masih berlangsung hingga pukul 08.00 Wita.

Biar makin paham situasi terbaru dan tidak salah langkah, yuk terus simak informasi ini sampai tuntas. Banyak detail penting yang perlu dicermati, apalagi buat bubuhan yang beraktivitas di wilayah kota hari ini Cess!.

Apakah hujan lebat melanda seluruh wilayah Samarinda?

Hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di seluruh kecamatan Kota Samarinda. Informasi ini berdasarkan peringatan dini cuaca Kalimantan Timur yang dirilis pukul 01.09 Wita. Wilayah terdampak meliputi Palaran, Samarinda Seberang, Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, Samarinda Utara, Sungai Kunjang, Sambutan, Sungai Pinang, Samarinda Kota, hingga Loa Janan Ilir.

Kondisi ini menjelaskan kenapa genangan muncul hampir merata. Air hujan turun konsisten, volume meningkat, dan sistem drainase di beberapa titik langsung tertekan. Nah’ itu sudah, hujan datang barengan di banyak kawasan, dampaknya ikut melebar ke mana-mana.

Pola hujan yang terjadi sejak dini hari juga membuat sebagian warga terkejut. Aktivitas belum banyak, tapi genangan sudah terbentuk. Situasi ini menjadi pengingat kuat bahwa cuaca ekstrem bisa datang tanpa aba-aba panjang, pahamlah ikam….

Baca Juga: Kementerian Kepolisian! Sikap Tegas Kapolri Listyo Sigit soal Posisi Polri di Bawah Presiden

Di mana saja titik banjir dan genangan paling terdampak?

Pantauan Pusdalop BPBD Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan puluhan ruas jalan terdampak genangan dan banjir. Hingga pukul 03.00 Wita, tinggi muka air rata-rata berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. Data ini disampaikan langsung oleh Muriono dari Pusdalop BPBD Kaltim.

Sejumlah lokasi terdampak antara lain Jalan Pahlawan, Jalan Pasundan, Jalan M Yamin, Jalan Juanda Flyover, Jalan Katamso, Jalan Pramuka Ujung, Jalan A Yani II, Jalan Gatot Subroto, Jalan AM Sangaji, Jalan Gerilya, Mugirejo Dalam dan Poros, hingga Jalan Damanhuri.

Genangan juga tercatat di Jalan Kenangan II, Rapak Indah, Letjen Suprapto, Kebon Agung Lempake, DI Panjaitan depan Terminal Lempake, kawasan Pasar Merdeka, Jalan HM Ardan, Wahid Hasyim II, Gunung Kapur, Jalan Juanda, Persimpangan Sempaja dan sekitarnya. Sebaran titik ini bikin mobilitas warga perlu ekstra perhatian Cess!.

Apa saja dampak lain selain banjir di Samarinda?

Selain genangan dan banjir, satu kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan A Yani I, tepatnya di depan Litsen Bakery. Sementara itu, longsor terjadi di kawasan Perumahan Artas Blok BZ, Jalan Damanhuri, Kecamatan Sungai Pinang. Kondisi tanah yang jenuh air menjadi pemicu utama kejadian ini.

Gangguan kelistrikan juga ikut muncul. Konsleting listrik dilaporkan terjadi di Indomaret Perumahan Talang Sari pada pukul 02.25 Wita. Tak lama berselang, listrik padam di kawasan Jalan Rapak Indah pada pukul 02.52 Wita.

Situasi ini menunjukkan dampak hujan bukan cuma soal air di jalan. Keamanan lingkungan, jaringan listrik, hingga akses harian ikut terpengaruh. Ya’kalo cuaca masih begini, kewaspadaan memang perlu dijaga bersama, pahamlah ikam….

Bagaimana respons BPBD dan imbauan BMKG ke masyarakat?

Kalak BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa personel telah diturunkan untuk penanganan awal dan pemantauan di lokasi terdampak bersama relawan.
“Kami terus berkoordinasi dengan tim relawan dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi potensi dampak lanjutan,” kata Suwarso.

BPBD juga mengimbau warga, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan diprediksi masih berlangsung hingga dua jam ke depan.
“Masyarakat diminta menghindari aktivitas di luar rumah bila tidak mendesak serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.

BMKG menambahkan, cuaca Samarinda pada Rabu didominasi awan tebal sejak pagi. Hujan ringan berpeluang turun sore hingga malam dan dapat meningkat menjadi hujan petir pada dini hari. Suhu berkisar 23–31 derajat Celsius dengan kelembapan 68–99 persen, angin bertiup dari timur laut 0–12 km/jam.

Insight: Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif saat cuaca ekstrem melanda wilayah perkotaan. Informasi cuaca, kesiapsiagaan lingkungan, dan respons cepat menjadi kunci meminimalkan risiko. Dengan memahami titik rawan, jadwal hujan, serta imbauan resmi, warga dapat menyesuaikan aktivitas harian secara lebih aman dan terukur.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi terbaru di Samarinda Cess!.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa penyebab utama banjir di Samarinda pada 28 Januari 2026?
Hujan sedang hingga lebat yang turun sejak dini hari disertai cuaca ekstrem.

Wilayah mana yang paling terdampak genangan air?
Puluhan ruas jalan di berbagai kecamatan, termasuk Samarinda Ulu, Ilir, dan Sungai Pinang.

Apakah hujan masih berpotensi terjadi setelah kejadian ini?
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga hujan petir masih berpeluang terjadi.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#BPBD Kaltim #samarinda #banjir samarinda #hujan lebat