Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pasar Pagi Samarinda Akan Dipasang Kanopi untuk Atasi Tempias Hujan, Ini Penjelasan Disdag

Rizkiyan Akbar • Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:37 WIB

Area lantai enam Pasar Pagi Samarinda, lokasi yang akan dipasangi kanopi untuk mengatasi tempias hujan.
Area lantai enam Pasar Pagi Samarinda, lokasi yang akan dipasangi kanopi untuk mengatasi tempias hujan.

Ikhtisar: Keluhan pedagang Pasar Pagi Samarinda soal tempias hujan di lantai enam ditindaklanjuti lewat koordinasi lintas dinas dan solusi kanopi.

Balikpapan TV - Hai Cess! Keluhan pedagang Pasar Pagi Samarinda terkait tempias air hujan di lapak dagangan lantai enam resmi ditindaklanjuti pemerintah kota. Dinas Perdagangan Samarinda memastikan koordinasi sudah berjalan bersama kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dengan fokus pada solusi teknis yang bisa segera diterapkan.

Penasaran bagaimana proses penanganannya, apa saja kendala di lapangan, dan solusi yang disiapkan supaya aktivitas jual beli kembali nyaman? Baca sampai akhir biar gambaran utuhnya nyambung dan terang, Cess!

Baca Juga: Ini Skema Baru Akses Masuk Keluar Pasar Pagi Samarinda, Dampaknya Bikin Andalalin Dibahas Nasional

Mengapa keluhan pedagang Pasar Pagi Samarinda ini jadi perhatian utama?

Keluhan pedagang Pasar Pagi mencuat sejak awal Januari 2026, tepatnya 5 Januari, saat hujan turun dan air masuk akibat tempias. Air tersebut menggenang di depan sejumlah toko di lantai atas dan mengganggu aktivitas perdagangan. Situasi ini dirasakan langsung pedagang karena berdampak pada kenyamanan berjualan dan pergerakan pengunjung.

Masalah tempias hujan bukan sekadar basah lantai. Genangan air di area jual beli memengaruhi ritme transaksi harian. Pedagang harus ekstra waspada menjaga barang dagangan, sementara pengunjung jadi kurang leluasa. Kondisi inilah yang mendorong keluhan disampaikan agar segera ada langkah nyata.

Pemerintah Kota Samarinda memandang keluhan ini sebagai hal serius. Aktivitas pasar adalah denyut ekonomi harian warga. Saat terganggu, efeknya terasa ke banyak pihak. Nah’ itu sudah, jelas perlu penanganan cepat dan terukur.

Apa langkah awal yang dilakukan Disdag Samarinda?

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kontraktor dan Dinas PUPR. Koordinasi ini bertujuan memastikan masalah tempias hujan tidak berlarut dan mendapatkan solusi yang tepat.

“Soal tempias sebenarnya sudah kami kondisikan sejak awal bersama pihak kontraktor. Hanya saja, hingga saat ini contoh bahan yang akan digunakan belum diperlihatkan kepada kami karena masih dalam tahap penentuan,” ujarnya, Rabu (14 Januari 2026). Pernyataan ini menegaskan proses masih berjalan dan belum final di sisi material.

Disdag juga aktif meminta kejelasan dari PUPR terkait bahan yang akan dipakai. Informasi terakhir menyebutkan contoh material dijadwalkan segera diperlihatkan. Langkah ini penting agar keputusan yang diambil sesuai kebutuhan lapangan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bagaimana peran PUPR dan kontraktor dalam penanganan tempias hujan?

PUPR memiliki peran krusial dalam aspek teknis. Hingga saat ini, contoh material yang akan digunakan memang belum diperlihatkan. Namun, menurut Nurrahmani, dalam dua sampai tiga hari ke depan bahan tersebut akan disampaikan untuk ditelaah.

“Kemarin saya sudah tanyakan hal ini ke pihak PUPR. Kemungkinan dalam dua hingga tiga hari ke depan, contoh bahan tersebut akan diperlihatkan kepada kami. Selanjutnya, bahan itu juga akan kami ajukan kepada Wali Kota untuk mendapatkan persetujuan,” katanya. Proses ini menunjukkan adanya tahapan berjenjang sebelum pekerjaan dimulai.

Kontraktor akan menjadi pihak pelaksana di lapangan. Pekerjaan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral, karena penanganan tempias berada di luar perencanaan awal pembangunan. Artinya, solusi tetap diupayakan meski tidak tercantum sejak awal proyek.

Solusi apa yang disiapkan untuk mengatasi tempias hujan di lantai atas?

Solusi yang disiapkan adalah pemasangan kanopi dengan sistem buka-tutup di titik-titik yang teridentifikasi mengalami tempias hujan. Pendekatan ini dipilih karena dinilai paling relevan untuk mencegah air masuk tanpa mengganggu fungsi bangunan.

Pemasangan kanopi tidak hanya dilakukan di satu lantai. “Penanganan ini tidak hanya dilakukan di satu lantai, tetapi menyeluruh di titik-titik yang berdasarkan data memang rawan mengalami tempias hujan. Di lokasi-lokasi tersebut, kanopi akan dipasang sebagai solusi,” pungkas Nurrahmani. Pendekatan berbasis data ini penting agar hasilnya efektif.

Selain pemasangan fisik, desain dan perencanaan teknis juga dimatangkan. Disdag bahkan meminta dokumentasi berupa video apabila desain tersebut sudah pernah dipresentasikan atau dilaporkan ke pihak lain. Langkah ini bertujuan memastikan semua proses tercatat dengan jelas dan transparan.

Insight: Penanganan tempias hujan di Pasar Pagi Samarinda menunjukkan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam merespons keluhan pedagang. Proses ini menegaskan bahwa kenyamanan aktivitas pasar menjadi perhatian serius, dengan solusi teknis yang dirancang berbasis data dan persetujuan berjenjang agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang paham langkah penanganan Pasar Pagi Samarinda, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

1. Apa penyebab utama genangan air di lantai enam Pasar Pagi Samarinda?

Genangan terjadi akibat tempias air hujan yang masuk ke area lapak saat hujan turun.

2. Siapa saja pihak yang terlibat dalam penanganan masalah ini?

Dinas Perdagangan Samarinda, Dinas PUPR, dan kontraktor pembangunan Pasar Pagi.

3. Kapan solusi pemasangan kanopi mulai direalisasikan?

Realisasi menunggu penunjukan dan persetujuan material, yang dijadwalkan diperlihatkan dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#samarinda #pasar pagi #disdag #tempias hujan #kanopi