Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Parkir Pasar Pagi Samarinda Terbatas, Dishub Siapkan Skema Progresif Kendalikan Macet

Rizkiyan Akbar • Kamis, 8 Januari 2026 | 14:00 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Pembahasan Analisis Dampak Lalu Lintas atau andalalin Gedung Pasar Pagi Samarinda makin mengerucut ke satu isu krusial: parkir. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda bersama Direktorat Lalu Lintas Kementerian Perhubungan menyoroti keterbatasan ruang parkir yang dinilai tidak sebanding dengan potensi kendaraan pedagang dan pengunjung saat pasar beroperasi penuh.

Nah, di sinilah cerita jadi menarik. Bukan cuma hitung-hitungan kapasitas, tapi juga soal bagaimana kebijakan parkir bisa memengaruhi kebiasaan orang datang ke Pasar Pagi. Penasaran kenapa skema parkir progresif dipilih dan apa dampaknya buat ikam yang sering ke pusat kota? Baca terus sampai habis Cess!

Baca Juga: Pasar Pagi Samarinda Bakal Dipasang Kanopi, Begini Tanggapan Dinas PUPR

Kenapa isu parkir jadi perhatian utama dalam andalalin Pasar Pagi?

Isu parkir mencuat karena ruang yang tersedia di Gedung Pasar Pagi Samarinda dinilai sangat terbatas. Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menegaskan hal ini menjadi atensi serius Direktorat Lalu Lintas Kemenhub dalam rapat teknis andalalin, Selasa (6 Januari 2026). Jumlah kendaraan yang berpotensi masuk, baik milik pedagang maupun pembeli, dianggap jauh lebih besar dibanding daya tampung gedung parkir.

Secara teknis, kondisi ini berisiko memicu penumpukan kendaraan di kawasan sekitar pasar. Jika parkir dibiarkan longgar tanpa pengendalian, kendaraan bisa meluber ke badan jalan. Nah’ itu sudah, urusan macet dan semrawut pasti ikut datang, pahamlah ikam.

Karena itu, Dishub menilai parkir bukan sekadar fasilitas pendukung, tapi instrumen penting pengendalian lalu lintas. Dari sinilah kebijakan parkir progresif mulai didorong sebagai solusi realistis.

Apa itu skema parkir progresif yang didorong Dishub Samarinda?

Skema parkir progresif adalah sistem tarif yang makin mahal seiring lamanya kendaraan parkir. Dishub Samarinda mendorong pengelola Pasar Pagi menerapkan skema ini agar kendaraan tidak parkir terlalu lama di dalam gedung.

Manalu menjelaskan, parkir progresif diharapkan “memaksa” perubahan perilaku. Masyarakat dan pedagang didorong menggunakan sistem antar-jemput atau drop off, entah oleh keluarga, sanak saudara, atau temannya. Dengan begitu, ruang parkir bisa berputar lebih cepat.

“Kendaraan yang parkir sejak pagi hingga sore hari akan dikenakan tarif parkir maksimal,” tegas Manalu. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, karena keterbatasan fisik gedung parkir memang tidak memungkinkan menampung kendaraan dalam durasi panjang.

Seberapa terbatas sebenarnya kapasitas parkir Gedung Pasar Pagi?

Data kapasitas parkir menjadi dasar kuat kebijakan ini. Untuk kendaraan roda empat, gedung parkir Pasar Pagi hanya mampu menampung 114 mobil. Sementara untuk roda dua, daya tampungnya sekitar 905 motor. Angka ini dinilai tidak sebanding dengan potensi aktivitas pasar harian.

Jika tarif parkir dibuat murah dan longgar, risiko kendaraan parkir seharian akan semakin besar. Akibatnya, kendaraan lain tidak kebagian ruang dan mulai mencari celah di luar area resmi. Ya’kalo sudah begitu, potensi ketidaktertiban lalu lintas sulit dihindari, pahamlah ikam.

Dishub menilai kebijakan progresif lebih masuk akal dibanding tarif murah. Fokusnya bukan pendapatan, tapi menjaga keteraturan lalu lintas kawasan pusat kota.

Apakah kebijakan ini akan dievaluasi dalam waktu dekat?

Soal evaluasi, Dishub Samarinda cukup tegas. Manalu menyebut kebijakan tarif parkir progresif tidak akan dievaluasi dalam jangka pendek. Alasannya sederhana, risiko kemacetan dan gangguan lalu lintas dinilai jauh lebih besar jika parkir dibiarkan longgar.

“Kalau tarif terlalu murah justru berpotensi menimbulkan lonjakan parkir yang berujung pada ketidaktertiban lalu lintas,” pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebijakan diambil berdasarkan pertimbangan teknis, bukan sekadar respons sesaat.

Buat ikam yang sering ke Pasar Pagi, skema ini mungkin terasa berbeda. Tapi tujuannya jelas, menjaga kawasan tetap tertib dan arus lalu lintas lebih terkendali.

Ikhtisar

Pembahasan andalalin Gedung Pasar Pagi Samarinda menyoroti keterbatasan ruang parkir sebagai isu utama. Dishub Samarinda mendorong penerapan parkir progresif untuk membatasi durasi parkir, mendorong sistem drop off, serta mencegah kendaraan meluber ke jalan. Kebijakan ini diterapkan bagi pedagang dan pembeli, dengan kapasitas parkir yang dinilai sangat terbatas.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal kebijakan parkir Pasar Pagi Samarinda Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ
Kenapa Dishub Samarinda memilih parkir progresif untuk Pasar Pagi?
Karena ruang parkir terbatas dan parkir progresif dinilai efektif membatasi kendaraan parkir terlalu lama.

Apakah parkir progresif berlaku untuk pedagang dan pembeli?
Ya, skema ini diterapkan untuk semua pengguna parkir, baik pedagang maupun pengunjung.

Apakah tarif parkir progresif akan dievaluasi?
Dalam waktu dekat tidak, karena risiko kemacetan dinilai lebih besar jika tarif dibuat murah.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Area parkir Gedung Pasar Pagi Samarinda.
Area parkir Gedung Pasar Pagi Samarinda.

Editor : Arya Kusuma
#parkir #dishub samarinda #parkir progresif #Andalalin #Pasar Pagi Samarinda