Balikpapan TV - Hai Cess! Dishub Samarinda mulai memetakan berbagai potensi risiko lalu lintas seiring rencana operasional Gedung Pasar Pagi. Fokus utama tertuju pada keselamatan dan kelancaran mobilitas, baik di dalam kawasan pasar maupun ruas jalan sekitarnya. Sejumlah catatan penting muncul dalam dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas atau andalalin yang kini jadi acuan penataan.
Nah, topik ini menarik buat disimak sampai tuntas. Soalnya, Pasar Pagi bukan cuma soal aktivitas jual beli, tapi juga urusan arus kendaraan, pejalan kaki, sampai transportasi umum. Penasaran apa saja yang jadi perhatian Dishub dan bagaimana mitigasinya? Lanjut terus bacanya Cess!
Baca Juga: Pasar Pagi Samarinda Bakal Dipasang Kanopi, Begini Tanggapan Dinas PUPR
Apa saja risiko lalu lintas yang dipetakan Dishub Samarinda?
Dishub Samarinda mencatat beberapa risiko yang berpotensi muncul saat Gedung Pasar Pagi mulai beroperasi. Di antaranya kesulitan manuver kendaraan di akses masuk dan keluar, keterbatasan fasilitas pejalan kaki, hingga penurunan kinerja simpang di sekitar kawasan pasar. Semua ini masuk dalam pembahasan andalalin sebagai dasar penanganan.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa potensi masalah tersebut tidak bisa dianggap ringan. Pasar Pagi memiliki intensitas aktivitas tinggi, sehingga jika tidak ditata sejak awal, risiko konflik lalu lintas bisa meningkat. Nah, ikam pasti pahamlah, kondisi pasar tanpa penataan matang bisa bikin suasana jadi semrawut.
Karena itu, pemetaan risiko dilakukan sejak dini agar pengelolaan kawasan pasar berjalan aman dan tertib sesuai fungsi jalan.
Bagaimana mitigasi manuver kendaraan di akses Pasar Pagi?
Salah satu fokus mitigasi adalah kesulitan manuver kendaraan di akses masuk dan keluar Pasar Pagi. Menurut Manalu, hal ini diantisipasi melalui pengaturan radius tikung dan perencanaan kelandaian jalan. Tujuannya supaya kendaraan dapat bermanuver dengan aman tanpa mengganggu arus utama.
“Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah sulitnya kendaraan bermanuver di akses masuk dan keluar. Karena itu, dilakukan mitigasi melalui pengaturan radius tikungan serta perencanaan kelandaian agar kendaraan dapat bergerak dengan aman,” ujarnya, Selasa (6 Januari 2026).
Langkah ini dinilai penting karena akses yang sempit atau sudut tikung yang tidak ideal bisa memicu kemacetan. Dengan desain yang tepat, pergerakan kendaraan di kawasan Pasar Pagi diharapkan lebih tertata, nah’ itu sudah, poin krusialnya di situ.
Kenapa rambu dan marka jalan jadi perhatian utama?
Dishub Samarinda juga menyoroti belum optimalnya petunjuk sirkulasi kendaraan dan jalur evakuasi di kawasan Pasar Pagi. Kondisi ini dianggap perlu segera ditindaklanjuti agar pengguna jalan tidak kebingungan saat pasar mulai ramai aktivitas.
Perlengkapan jalan seperti rambu dan marka memang belum lengkap karena pembangunan fisik baru rampung pada 2025. Penambahan fasilitas ini direncanakan pada 2026 setelah adanya penilaian resmi dari Direktorat Lalu Lintas Kementerian Perhubungan.
Penataan rambu dan marka akan mengacu pada rekomendasi dokumen andalalin. Dengan begitu, arus kendaraan, pejalan kaki, hingga jalur darurat bisa lebih jelas dan terarah, ya’kalo dipikir, pahamlah ikam pentingnya penunjuk yang jelas.
Bagaimana penataan internal dan dukungan transportasi umum?
Masalah lain yang masuk rekomendasi adalah kelancaran manuver kendaraan di area internal Pasar Pagi. Jika tidak ditata sejak awal, kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas di dalam kawasan. Aspek keamanan juga jadi perhatian, termasuk penentuan titik APAR, hidran, dan pemasangan CCTV.
Dishub Samarinda mendorong koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Satpol PP, untuk mencegah pedagang kaki lima berjualan di ruas jalan eksternal seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Gajah Mada. Keberadaan PKL di area tersebut dinilai bisa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Terkait angkutan umum, Manalu mengakui belum tersedia layanan transportasi massal di kawasan Pasar Pagi. Namun kondisi itu sudah diantisipasi melalui Program Teras Samarinda Tahap II yang menyiapkan shelter angkutan umum.
“Kalau pemkot menyediakan layanan angkutan umum massal, jadi infrastrukturnya nanti juga sudah siap,” pungkasnya.
Ikhtisar
Dishub Samarinda memetakan potensi risiko lalu lintas seiring operasional Gedung Pasar Pagi, mulai dari manuver kendaraan hingga fasilitas pendukung. Mitigasi dilakukan lewat pengaturan desain jalan, penambahan rambu, serta penataan keamanan internal. Koordinasi lintas instansi dan kesiapan infrastruktur transportasi umum juga disiapkan demi mobilitas yang aman dan tertib.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal penataan lalu lintas Pasar Pagi. Biar informasinya nyebar dan jadi bekal bersama sebelum kawasan ini benar-benar ramai Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Kenapa Dishub Samarinda menyusun andalalin Pasar Pagi?
Untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran mobilitas saat pasar mulai beroperasi.
Apa risiko utama yang ditemukan?
Kesulitan manuver kendaraan, minim fasilitas pejalan kaki, dan potensi penurunan kinerja simpang.
Apakah transportasi umum sudah tersedia di Pasar Pagi?
Saat ini belum, namun infrastruktur shelter sudah disiapkan melalui Program Teras Samarinda Tahap II.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.