Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pasar Pagi Samarinda Bakal Dipasang Kanopi, Begini Tanggapan Dinas PUPR

Rizkiyan Akbar • Selasa, 6 Januari 2026 | 08:59 WIB

Pasar Pagi Samarinda.
Pasar Pagi Samarinda.

Balikpapan TV - Hai Cess! Hujan disertai angin kencang sempat bikin aktivitas jual beli di Pasar Pagi Samarinda terganggu. Air hujan masuk ke lorong lapak lantai enam pasar baru, memicu keluhan pedagang dan perhatian publik. Kepala Dinas PUPR Samarinda, Desy Damayanti, mengakui persoalan ini memang belum masuk hitungan sejak tahap awal pembangunan.

Fenomena ini muncul bukan setiap hari, melainkan pada kondisi tertentu ketika hujan turun dengan hembusan angin dari samping bangunan. Penasaran kenapa bisa kejadian dan apa opsi yang sedang dibahas pemerintah? Baca terus sampai habis Cess!

Baca Juga: Lansia di Samarinda Tewas Diserang Puluhan Tawon, Begini Kronologi Lengkapnya

Kenapa tempias hujan bisa masuk ke lorong Pasar Pagi Samarinda?

Tempias hujan terjadi karena arah angin dari sisi Jalan Pandai yang langsung menghantam bangunan Pasar Pagi. Dalam perencanaan awal, faktor angin samping dengan intensitas tertentu memang tidak masuk skenario utama. Desy menyebut, kondisi cuaca seperti ini sulit diprediksi secara detail sejak tahap desain.

“Dalam perencanaan yang kami susun, secara struktur memang belum diperhitungkan arah dan posisi air hujan ketika disertai angin kencang,” ujar Desy, Senin (5 Januari 2025). Pernyataan ini menegaskan bahwa secara teknis bangunan dirancang untuk kondisi umum, bukan cuaca ekstrem yang jarang muncul. Nah itu sudah, di lapangan realitanya kadang berbeda, pahamlah ikam.

Mengapa kondisi ini tidak diperhitungkan sejak awal pembangunan?

Menurut Desy, hujan dengan intensitas tertentu yang disertai angin kencang dari samping tidak selalu terjadi. Karena frekuensinya rendah, skenario tersebut tidak dijadikan prioritas dalam perencanaan awal. Fokus desain lebih diarahkan pada fungsi utama pasar dan sirkulasi umum bangunan.

“Dari awal, kami memang belum bisa menyusun perencanaan untuk hal-hal dengan intensitas yang tidak terlalu besar,” jelasnya. Artinya, ada batasan teknis dalam merancang bangunan publik. Bubuhan pedagang mungkin berharap pasar selalu aman dalam segala cuaca, namun secara perencanaan ada pertimbangan risiko dan kemungkinan yang dihitung sejak awal.

Apakah kanopi jadi solusi terbaik untuk Pasar Pagi Samarinda?

Opsi yang paling memungkinkan saat ini adalah pemasangan kanopi di sisi bangunan yang terdampak langsung. Namun, solusi ini tidak sesederhana kelihatannya. Dari sisi estetika, kanopi dinilai mengganggu tampilan bangunan karena membuat struktur tidak simetris.

“Kalau dilihat dari segi estetika, sebenarnya pemasangan kanopi itu kurang bagus,” pungkas Desy. Selain itu, pemasangan hanya memungkinkan di sisi kanan bangunan. Jika diterapkan di sisi kiri, dikhawatirkan air hujan justru mengalir ke bangunan sekitar dan memicu keberatan pemiliknya. Ya’kalo dipikir, dampaknya bisa ke mana-mana, pahamlah ikam.

Tips singkat memahami opsi penanganan

1. Kanopi sisi kanan sebagai penahan langsung tempias hujan.

2. Evaluasi teknis lanjutan agar tidak mengganggu pencahayaan alami.

3. Koordinasi lintas pihak sebelum keputusan final diambil.

Langkah apa yang akan ditempuh pemerintah setelah keluhan pedagang?

Persoalan ini akan masuk tahap evaluasi bersama tim teknis. Desy menyebut, ada beberapa opsi yang perlu dipertimbangkan matang, termasuk alternatif penutupan lain selain kanopi. Setiap opsi punya konsekuensi, baik dari sisi fungsi maupun tampilan bangunan.

Hasil pembahasan teknis nantinya akan dipresentasikan ke TAPD dan wali kota. Keluhan pedagang sendiri mencuat setelah beredar video 58 detik yang menunjukkan genangan air di lorong lapak lantai enam pada Sabtu (3 Januari 2026). Pedagang berharap solusi konkret agar aktivitas jual beli tetap berjalan normal saat hujan dan angin kencang datang.

Ikhtisar

Tempias hujan di Pasar Pagi Samarinda terjadi karena arah angin dari sisi Jalan Pandai yang belum diperhitungkan sejak desain awal. Dinas PUPR Samarinda mengakui keterbatasan perencanaan untuk kondisi cuaca tertentu. Kanopi menjadi opsi, meski memunculkan persoalan estetika dan teknis lain. Pemerintah kini menyiapkan evaluasi lanjutan bersama tim terkait.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam biar makin banyak yang ngerti kondisi sebenarnya di lapangan, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa penyebab utama tempias hujan di Pasar Pagi Samarinda?

Arah angin dari sisi Jalan Pandai saat hujan intens menjadi faktor utama masuknya air ke lorong lapak.

2. Apakah masalah ini terjadi setiap hujan turun?

Tidak, hanya pada kondisi hujan tertentu yang disertai angin kencang dari samping bangunan.

3. Apa solusi yang sedang dipertimbangkan pemerintah?

Pemasangan kanopi dan opsi teknis lain yang masih dievaluasi bersama tim terkait.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#hujan #Dinas PUPR Samarinda #tempias #kanopi #pedagang #Pasar Pagi Samarinda