Balikpapan TV - Hai Cess! Pasar Pagi Samarinda langsung mendapat ujian bahkan sebelum resmi dibuka. Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Sabtu sore (3 Januari 2026), membuat air hujan masuk ke sejumlah kios di lantai 6. Momen ini terjadi saat para pedagang mulai mengisi dan menata barang dagangan, meski seremoni peresmian belum digelar.
Kejadian ini cepat menyita perhatian bubuhan. Rekaman video singkat yang beredar luas di media sosial memperlihatkan air mengalir di lorong depan kios. Dari sini muncul banyak pertanyaan soal kesiapan bangunan dan respons pemerintah. Penasaran duduk perkaranya dan apa langkah yang disiapkan? Yuk simak terus sampai akhir Cess!
Baca Juga: Lansia di Samarinda Tewas Diserang Puluhan Tawon, Begini Kronologi Lengkapnya
Apa yang sebenarnya terjadi di lantai 6 Pasar Pagi Samarinda?
Air hujan yang masuk ke area kios lantai 6 menjadi kejutan bagi para pedagang yang baru mulai beraktivitas. Dalam video yang beredar, tampak air mengalir cukup jelas di lorong depan kios, bukan sekadar percikan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran karena barang dagangan sudah mulai dipindahkan ke dalam ruko.
Salah satu pedagang menyampaikan keluhannya secara langsung, “Kami berada di lantai 6, dan saat hujan air sudah sampai masuk ke dalam ruangan. Mohon segera diperhatikan solusinya, karena dari lantai 6 kami sudah mulai melakukan pembukaan,” ucapnya. Kalimat sederhana itu menggambarkan kondisi lapangan yang membuat pedagang waswas, pahamlah ikam.
Kondisi tersebut terjadi saat proses pengisian kios masih berjalan. Artinya, aktivitas pasar sudah mulai hidup. Masuknya air hujan jelas menjadi catatan serius karena berpotensi mengganggu persiapan awal pedagang yang berharap pasar baru ini memberi kenyamanan.
Dari mana asal air hujan yang masuk ke kios?
Air yang masuk ke kios diduga berasal dari tempias hujan di bagian atas bangunan Pasar Pagi Samarinda. Saat hujan disertai angin kencang, air tidak sepenuhnya tertahan oleh struktur bangunan lalu terdorong masuk ke area dalam.
Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, menjelaskan bahwa dalam perencanaan awal, arah dorongan air hujan saat disertai angin besar dari satu sisi memang belum diperhitungkan secara khusus.
“Dalam perencanaan struktur, kami memang belum memperhitungkan secara detail posisi jatuhnya air hujan saat terjadi angin kencang,” katanya, Senin (5 Januari 2026).
Ia menambahkan, sisi kanan bangunan yang menghadap Jalan Pandai relatif terbuka dan belum memiliki bangunan penghalang. Dorongan angin di sisi ini lebih kuat dibanding sisi kiri yang dikelilingi bangunan lain. Kondisi ini memicu tempias saat hujan dengan intensitas tertentu.
Bagaimana respons Pemkot Samarinda atas kejadian ini?
Masalah rembesan air tersebut langsung mendapat perhatian Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perdagangan. Meski pembangunan fisik pasar dikerjakan Dinas PUPR, pengelolaan Pasar Pagi berada di bawah tanggung jawab Disdag.
Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi.
“Kami akan berkoordinasi dulu dengan Asisten II Setda Samarinda dan PUPR untuk menentukan langkah penanganan yang bisa dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.
Namun, Disdag belum bisa langsung mengambil langkah teknis sebelum pengecekan detail dilakukan. Tim diturunkan ke lapangan untuk melihat lantai mana saja dan bagian mana yang menjadi titik masuk air. Nah’ itu sudah, harus jelas dulu sumbernya sebelum menentukan langkah lanjutan pahamlah ikam.
Seberapa besar nilai proyek Pasar Pagi Samarinda ini?
Pembangunan ulang Pasar Pagi Samarinda bukan proyek berskala kecil. Pada tahap pertama, anggaran yang terserap mencapai Rp320 miliar. Tahap kedua dianggarkan Rp148,5 miliar dan progresnya telah mencapai 65 persen.
Jika ditotal, nilai pembangunan ulang pasar ini mencapai Rp468,5 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya harapan agar Pasar Pagi menjadi pusat aktivitas ekonomi yang nyaman bagi pedagang dan pengunjung.
Karena itu, setiap persoalan teknis yang muncul menjadi sorotan publik. Saat ini, Dinas PUPR bersama tim teknis tengah mengkaji sejumlah opsi penanganan, mulai dari pemasangan kanopi hingga alternatif penutupan sebagian area, dengan tetap mempertimbangkan estetika dan pencahayaan alami bangunan.
Baca Juga: Macet Parah Terjadi di Jalan Pembangunan Samarinda, Ternyata Ini Penyebabnya
Ikhtisar
Hujan deras disertai angin kencang membuat air masuk ke kios lantai 6 Pasar Pagi Samarinda saat proses pengisian pedagang berlangsung. Peristiwa ini memicu perhatian publik dan mendapat respons Pemkot Samarinda melalui koordinasi lintas instansi. Pemeriksaan lapangan dan kajian teknis dilakukan sebagai dasar penanganan ke depan, mengingat nilai pembangunan pasar yang mencapai ratusan miliar rupiah.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi terbaru Pasar Pagi Samarinda Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Kenapa air hujan bisa masuk ke lantai 6 Pasar Pagi Samarinda?
Diduga karena tempias hujan yang terdorong angin kencang dari sisi bangunan yang relatif terbuka.
2. Apakah Pasar Pagi Samarinda sudah resmi dibuka?
Belum. Saat kejadian, pasar masih dalam tahap pengisian kios oleh pedagang.
3. Apa langkah pemerintah setelah kejadian ini?
Pemkot Samarinda melakukan pengecekan lapangan dan koordinasi lintas instansi untuk menentukan penanganan teknis.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.