Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Lansia di Samarinda Tewas Diserang Puluhan Tawon, Begini Kronologi Lengkapnya

Rizkiyan Akbar • Minggu, 4 Januari 2026 | 11:09 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Musibah tragis terjadi di Jalan Rimbajaya RT 28, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Jumat pagi (2 Januari 2026). Seorang pria lansia berinisial IH (60) tewas setelah disengat puluhan tawon saat beraktivitas di kebun miliknya sekitar pukul 10.00 Wita. Peristiwa ini berlangsung cepat, mengejutkan keluarga, dan meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar.

Kejadian ini bukan sekadar kabar duka, tapi juga peringatan serius buat bubuhan yang sering beraktivitas di kebun atau area semak belukar. Penasaran bagaimana kronologi lengkapnya dan apa pesan penting di balik musibah ini? Yuk, simak terus sampai akhir Cess!

Baca Juga: Kapal Tenggelam Warnai Awal Tahun 2026 di Kaltim, Belasan Penumpang Jadi Korban

Bagaimana awal kejadian sengatan tawon di kebun korban?

Peristiwa bermula ketika IH melakukan penyemprotan di area kebun, khususnya pada bagian rumput. Aktivitas rutin ini awalnya terlihat normal dan tidak menimbulkan kecurigaan apa pun. Namun tanpa disadari, semprotan tersebut diduga mengganggu sarang tawon yang berada tak jauh dari lokasi kebun.

H (38), menantu korban, menjelaskan situasi berubah drastis dalam hitungan menit, “Awalnya, bapak itu nyemprot kebun, terutama ke rumput. Setelah itu, anak saya ngajak jalan ke atas. Saya berjalan pelan-pelan karena sedang menerima video call. Tak lama kemudian, mertua saya berteriak, ‘Jangan ke atas, banyak tawon!’ Saat itu juga saya langsung menggendong anak saya masuk ke dalam rumah.”

Apa yang dilakukan korban saat diserang kawanan tawon?

Saat tawon menyerang, korban sempat berupaya menyelamatkan diri. Ia berlari dan meloncat ke sebuah tong yang berada di tengah kebun. Harapannya, serangan bisa terhindarkan. Namun kawanan tawon ternyata sangat agresif dan jumlahnya banyak.

H mengaku berdiri di depan pintu rumah sambil menunggu mertuanya masuk.

“Mungkin karena tawonnya terlalu banyak, bapak kembali melompat dari tong dan lari turun. Dia gak langsung masuk ke rumah, tapi ke samping rumah menuju arah kandang,” ujarnya. Keputusan itu diduga karena korban ingin melindungi anak-anak dan cucunya yang ada di dalam rumah.

H menyebut suara kepakan tawon terdengar keras dan menakutkan, “Di situ saya dengar suara tawon nya keras sekali. Mereka mengejar sampe ke rumah, jaraknya mungkin sekitar 50 meter, dan suaranya sangat ramai.” Warga sekitar pun sempat dibuat tegang melihat situasi tersebut, nah’ itu sudah…!

Bagaimana proses penanganan medis yang dilakukan?

Setelah kondisi agak mereda, korban akhirnya berhasil masuk ke rumah. Tubuhnya dalam keadaan kotor dan penuh sengatan. H membantu membersihkan badan korban dan melepaskan sengat tawon yang masih menempel.

“Saya membilasnya, lalu memakaikan handuk dan celana. Sengatan tawon saya copot sebisanya,” ucapnya.

Korban kemudian segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD). Di fasilitas kesehatan, korban masih bisa berjalan meski tampak sangat lemas. Berdasarkan keterangan medis, korban mengalami lebih dari 20 sengatan tawon di berbagai bagian tubuh.

“Dokter bilang disengat tawon sekitar 20-an lebih. Diberikan tiga suntikan, untuk jantung dan antibiotik, kami juga disuruh beli es batu untuk dikompres,” kata H.

Namun kondisi korban terus menurun hingga akhirnya tidak sadarkan diri meski sudah mendapat oksigen dan tindakan medis lanjutan.

“Bapak lemas dan gak sadar. Diberikan oksigen, tapi dari hidung gak bisa, jadi langsung lewat mulut. Terus mulai keluar busa sedikit demi sedikit, hingga akhirnya gak ada reaksi lagi,” tambah H.

Mengapa kejadian ini jadi peringatan bagi warga sekitar?

Upaya penyelamatan sempat dilakukan tim medis dengan pemompaan jantung. Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, sekaligus kekhawatiran di tengah warga sekitar.

Warga setempat menyebut kejadian ini sebagai peringatan keras bagi siapa pun yang beraktivitas di kebun atau area semak belukar. Keberadaan sarang serangga berbahaya sering kali tidak disadari, padahal risikonya nyata.

“Gak ada yang nyangka di situ ada sarang tawon. Untuk kedepannya, kami berharap warga lebih berhati-hati dan ada sosialisasi mengenai penanganan sarang serangga berbahaya,” pungkas salah satu warga. Pesan ini pun relevan untuk bubuhan ikam yang sering berkegiatan di kebun, bagikan jua ke kekawalan ikam Cess!

Baca Juga: Penemuan Mayat Pria Kembali Gegerkan Warga Samarinda, Polisi Temukan Senapan Angin di TKP

Ikhtisar

Seorang pria lansia di Samarinda Utara meninggal dunia usai disengat puluhan tawon saat menyemprot kebun. Serangan terjadi tiba-tiba setelah sarang tawon diduga terganggu. Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dan mendapatkan penanganan medis, namun kondisinya terus menurun hingga wafat. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan risiko tersembunyi saat beraktivitas di area kebun dan semak belukar.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal risiko di sekitar kebun dan bisa lebih waspada ke depannya!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa penyebab utama korban disengat tawon?

Diduga karena aktivitas penyemprotan kebun yang tanpa sengaja mengganggu sarang tawon di sekitar lokasi.

2. Berapa jumlah sengatan yang dialami korban?

Berdasarkan keterangan medis, korban mengalami lebih dari 20 sengatan tawon di berbagai bagian tubuh.

3. Apa harapan warga setelah kejadian ini?

Warga berharap ada peningkatan kewaspadaan dan sosialisasi terkait penanganan sarang serangga berbahaya.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Ilustrasi lansia diserang kawanan tawon di area kebun.
Ilustrasi lansia diserang kawanan tawon di area kebun.

Editor : Arya Kusuma
#Samarinda Utara #samarinda #tawon #tanah merah #tewas #lansia