Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

BMKG Samarinda Ungkap Pola Hujan Menjelang Pergantian Tahun

AdminBTV • Kamis, 1 Januari 2026 | 05:38 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Menutup Desember 2025, hujan masih setia menemani langit Kota Tepian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Samarinda memprediksi curah hujan berada pada kategori menengah hingga tinggi. Kondisi ini selaras dengan siklus tahunan di penghujung tahun yang memang identik dengan intensitas hujan yang meningkat.

Cuaca basah ini bukan sekadar angka di layar prakiraan. BMKG menyebut, hujan paling sering muncul pada siang hingga sore hari, meski malam tetap punya peluang, termasuk saat momen pergantian tahun. Nah, sebelum ikam merencanakan aktivitas akhir tahun, baca terus artikel ini sampai habis biar makin siap menghadapi cuaca yang dinamis Cess!

Baca Juga: Gibran Kembali ke IKN, Komitmen Pembangunan Ibu Kota Baru Terus Ditegaskan

Kenapa hujan akhir Desember masih sering turun di Samarinda?

Hujan yang masih mendominasi Samarinda di akhir Desember 2025 terjadi karena faktor musiman yang berulang setiap tahun. BMKG menegaskan, peningkatan curah hujan di penghujung tahun merupakan bagian dari siklus alam yang normal. Jadi, kondisi langit mendung dan hujan turun bukan hal mengejutkan bagi wilayah Kota Tepian.

Prakirawan cuaca BMKG Samarinda, Zaki Ramdhani, menjelaskan bahwa puncak hujan biasanya terekam pada siang hingga sore hari. Waktu ini menjadi periode paling aktif karena pembentukan awan hujan terjadi lebih intens akibat pemanasan permukaan sejak pagi. Namun, sifat cuaca yang dinamis membuat hujan malam hari tetap mungkin terjadi.

“Curah hujan akhir tahun ini masih menengah hingga tinggi. Pola siklusnya memang begitu, meningkat di penghujung tahun. Untuk Samarinda, waktu hujan paling sering terekam di siang sampai sore. Tapi di malam hari, potensinya tetap ada karena cuaca sifatnya dinamis,” ujar Zaki Ramdhani, Selasa (30/12/2025).

Seberapa besar intensitas hujan dan dampaknya ke aktivitas warga?

BMKG mencatat, intensitas hujan harian di Samarinda rata-rata berada di kisaran 10 hingga 30 milimeter. Angka ini masuk kategori rendah sampai sedang. Dalam kondisi ini, aktivitas masyarakat umumnya masih bisa berjalan normal meski perlu sedikit penyesuaian.

Namun cerita akan berbeda ketika hujan harian menembus angka 50 milimeter. Pada level tersebut, dampaknya bisa langsung terasa di permukaan kota. Genangan air berpotensi meluas, mobilitas warga terganggu, dan lalu lintas bisa tersendat di beberapa titik rawan.

“Rata-rata 10 sampai 30 milimeter, masih rendah–sedang. Tapi kalau sudah 50 milimeter dalam sehari, pasti banyak genangan. Itu mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, bahkan bisa memicu kemacetan,” jelas Zaki Ramdhani. Nah’ itu sudah, pahamlah ikam kenapa hujan deras sering bikin kota terasa lebih padat.

Apakah siklon tropis berpengaruh besar ke Samarinda?

Soal siklon tropis, BMKG menilai pengaruhnya terhadap Samarinda relatif kecil. Letak kota yang berada di garis ekuator membuat dampak langsung siklon jauh lebih rendah dibanding wilayah yang berada di lintang di atas 10 derajat.

Meski demikian, kondisi ini bukan berarti Samarinda sepenuhnya aman tanpa risiko. Faktor lain tetap berperan dalam meningkatkan curah hujan, terutama fenomena La Nina lemah yang masih diprediksi berlangsung hingga awal 2026. Inilah pemicu utama naiknya intensitas hujan di Kalimantan Timur.

“Pengaruh siklon tropis di ekuator itu kecil, jauh lebih kecil dibanding wilayah lain. Tapi saat ini masih ada La Nina lemah, dan itu yang mendorong curah hujan meningkat,” ungkap Zaki Ramdhani. Jadi, cuaca basah akhir tahun ini lebih dipengaruhi dinamika iklim global tersebut.

Bagaimana kesiapan BMKG dan apa imbauannya untuk warga?

BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan aktif memantau informasi resmi yang terus diperbarui. Informasi cuaca disebarkan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial, website, hingga grup koordinasi bersama BPBD se-Kalimantan Timur.

Langkah ini penting agar warga bisa menyesuaikan rencana aktivitas, terutama menjelang malam pergantian tahun. BMKG memprediksi kondisi relatif aman, namun tetap ada potensi hujan yang bisa berubah sewaktu-waktu.

“Yang utama, tetap berhati-hati. Lalu, silakan menyimak informasi terbaru yang kami rilis,” tegas Zaki Ramdhani. Untuk malam Tahun Baru, potensi hujan tetap ada dan prakiraan akan terus diperbarui secara berkala. Jadi, bagikan jua info ini ke kekawalan ikam supaya semua siap siaga.

Ikhtisar
Hujan masih mendominasi Samarinda hingga akhir Desember 2025 dengan kategori menengah hingga tinggi. Puncak hujan sering terjadi siang sampai sore, namun malam tetap berpotensi. Intensitas rata-rata 10–30 milimeter, dan genangan mulai terasa saat hujan menembus 50 milimeter. La Nina lemah menjadi pemicu utama, sementara pengaruh siklon tropis relatif kecil.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam biar makin banyak yang paham kondisi cuaca akhir tahun di Kota Tepian, Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Rafi)

 

FAQ

Kapan waktu hujan paling sering terjadi di Samarinda?
BMKG mencatat hujan paling sering turun pada siang hingga sore hari.

Apakah hujan malam Tahun Baru masih berpotensi terjadi?
Ya, hujan malam hari tetap berpeluang terjadi karena cuaca bersifat dinamis.

Apa faktor utama peningkatan hujan di akhir 2025?
Fenomena La Nina lemah menjadi pemicu utama meningkatnya curah hujan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Awan gelap menyelimuti Samarinda jelang akhir tahun, menggambarkan cuaca hujan yang masih mendominasi Kota Tepian.
Awan gelap menyelimuti Samarinda jelang akhir tahun, menggambarkan cuaca hujan yang masih mendominasi Kota Tepian.

Editor : Arya Kusuma
#BMKG Samarinda #Cuaca Akhir Tahun #Kota Samarinda