Balikpapan TV - Hai Cess! Menjelang akhir tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda bergerak cepat. Tim Hantu Banyu dikerahkan untuk melakukan normalisasi drainase di sepanjang Jalan Pramuka, tepatnya di wilayah perbatasan Kelurahan Gunung Kelua dan Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Langkah ini diambil sebagai antisipasi meningkatnya intensitas hujan yang rawan memicu genangan air.
Upaya ini bukan sekadar bersih-bersih biasa. Dalam satu hari kerja, tim mampu mengangkut hingga enam truk sampah dari saluran drainase. Penasaran bagaimana prosesnya di lapangan dan apa saja tantangan yang dihadapi? Yuk, baca terus sampai tuntas Cess!
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas Malam Tahun Baru, Polresta Samarinda Siapkan Car Free Night
Kenapa Jalan Pramuka jadi fokus normalisasi drainase?
Jalan Pramuka dipilih karena menjadi salah satu kawasan rawan genangan saat hujan deras. Normalisasi difokuskan di area perbatasan dua kelurahan, yakni Gunung Kelua di Kecamatan Samarinda Ulu dan Sempaja Selatan di Kecamatan Samarinda Utara. Lokasi ini memiliki jaringan drainase yang cukup panjang dan padat aktivitas warga.
Tim Hantu Banyu dari Dinas PUPR Samarinda mengerahkan 43 personel untuk membersihkan saluran air yang tersumbat. Material penyumbat didominasi sampah plastik, limbah rumah tangga, serta endapan lumpur tebal yang menumpuk selama bertahun-tahun.
Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi drainase agar aliran air saat hujan deras tetap lancar. Nah, ikam pasti pahamlah, saluran air yang tersumbat itu awal mula genangan, nah’ itu sudah…!
Apa saja temuan tim Hantu Banyu di lapangan?
Hasil pembersihan cukup mencengangkan. Dalam sehari, enam truk sampah berhasil diangkut dari drainase Jalan Pramuka. Sampah plastik mendominasi, disusul limbah rumah tangga dan lumpur yang mengeras. Kondisi ini memperlihatkan betapa pentingnya perawatan rutin drainase kota.
Mandor Tim Hantu Banyu, Toro, menjelaskan bahwa pengerjaan dilakukan bertahap. Pembersihan dimulai dari perbatasan Jalan M Yamin hingga simpang tiga Jalan Perjuangan, dengan fokus awal di sisi Kelurahan Gunung Kelua.
“Untuk sementara, pembersihan kami fokuskan di sisi Kelurahan Gunung Kelua. Setelah itu, pekerjaan akan dilanjutkan ke seberang, tepatnya di wilayah Kelurahan Sempaja Selatan,” ujarnya, Selasa pagi (30 Desember 2025).
Apa kendala terbesar saat pembersihan drainase?
Meski dibantu satu unit ekskavator mini, tim masih menghadapi kendala teknis. Banyak saluran drainase di depan rumah dan tempat usaha warga yang ditutup permanen atau dicor mati. Kondisi ini menyulitkan proses pembersihan, baik secara manual maupun menggunakan alat berat.
“Mau tidak mau harus dibongkar terlebih dahulu, lalu nanti dirapikan kembali. Proses ini memang membutuhkan waktu,” jelas Toro. Namun, ada juga warga yang kooperatif dengan menyediakan material kayu untuk mengganti penutup drainase yang dibongkar.
“Ada juga warga yang membeli material kayu. Sekalian, cor semen yang lama kami bongkar lalu diganti,” tambahnya. Kerja sama warga jadi kunci kelancaran proses ini, pahamlah ikam.
Apa harapan dari normalisasi drainase ini?
Normalisasi drainase ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur kota. Namun, momentumnya dipercepat karena curah hujan di akhir tahun mulai meningkat. Langkah antisipatif ini diharapkan mampu meminimalkan risiko genangan di sekitar Jalan Pramuka.
“Pengerjaan ini sebenarnya rutin kami lakukan. Apalagi intensitas hujan mulai meningkat di akhir tahun, jadi sekalian sebagai langkah antisipasi,” pungkas Toro.
Dengan saluran air yang bersih dan berfungsi optimal, debit air hujan dapat tertampung dan dialirkan ke drainase induk dengan baik. Harapannya, genangan cepat surut dan aktivitas warga tetap aman. Bubuhan yang sering melintas kawasan ini tentu ikut merasakan dampaknya.
Kesimpulan Singkat:
Normalisasi drainase di Jalan Pramuka Samarinda dilakukan Tim Hantu Banyu dari Dinas PUPR untuk mengantisipasi banjir jelang puncak musim hujan. Dengan 43 personel, tim mengangkut hingga enam truk sampah per hari meski menghadapi kendala teknis di lapangan.
Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam, Cess! Supaya makin banyak yang paham pentingnya menjaga drainase.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Kenapa drainase Jalan Pramuka perlu dinormalisasi?
Karena kawasan ini rawan genangan saat hujan dan ditemukan banyak saluran tersumbat.
2. Siapa yang melakukan pembersihan drainase?
Tim Hantu Banyu dari Dinas PUPR Kota Samarinda dengan total 43 personel.
3. Apa kendala utama di lapangan?
Banyak drainase ditutup permanen atau dicor mati sehingga harus dibongkar terlebih dahulu.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.