Balikpapan TV - Hai Cess! Kebakaran melanda kawasan mes perusahaan di Jalan Gunung Sari, RT 43, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Minggu (28/12/2025) malam. Satu bangunan mes milik perusahaan dilaporkan hangus terbakar. Bangunan tersebut terdiri atas tiga bangsalan dengan total sekitar 25 pintu dan berada dalam kondisi kosong saat kejadian.
Api berhasil dipadamkan setelah upaya intensif selama lebih dari tiga jam. Tidak ada korban jiwa, namun dua relawan mengalami cedera ringan. Peristiwa ini sempat menyita perhatian warga sekitar. Penasaran bagaimana kronologi lengkapnya dan apa saja tantangan di lapangan? Simak terus sampai tuntas, Cess!
Bagaimana awal laporan kebakaran diterima petugas?
Informasi kebakaran pertama kali diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda melalui Pusat Komunikasi sekitar pukul 19.00 WITA. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu lama. Situasi ini menunjukkan pola respons cepat yang menjadi kunci dalam penanganan awal kebakaran.
Lima menit setelah laporan masuk, tepat pukul 19.05 WITA, unit pemadam dari Posko 6 diberangkatkan menuju lokasi. Jarak tempuh yang relatif dekat membuat armada tiba sekitar sepuluh menit kemudian. Namun, kondisi di lapangan sudah menunjukkan api yang membesar dan menjalar cepat.
Saat petugas tiba, api telah menguasai hampir seluruh bagian bangunan. Material bangunan yang mayoritas kayu dan banyaknya sekat di dalam mes membuat api mudah berpindah antar-ruang. Nah, dari sini terlihat bahwa kecepatan respons belum tentu sebanding dengan kecepatan api, pahamlah ikam.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Menghantam Samarinda, Puluhan Pintu Bangunan Ludes
Apa kondisi bangunan mes yang terbakar?
Kepala Disdamkar Kota Samarinda, Hendra AH, membenarkan bahwa objek kebakaran merupakan mes perusahaan yang tidak berpenghuni. Bangunan tersebut dilaporkan dalam kondisi kosong dan tidak dialiri listrik sejak awal, sehingga tidak ada aktivitas manusia di dalamnya.
“Yang terbakar adalah mes PT Tirta Mahakam. Bangunan dalam keadaan kosong dan tidak dialiri listrik. Petugas berhasil melakukan pemblokiran sehingga api tidak menjalar ke rumah warga,” jelas Hendra. Secara fisik, satu bangunan dengan tiga bangsalan ini memiliki luas area terbakar sekitar 30 x 60 meter.
Material kayu menjadi faktor utama cepatnya api membesar. Sekat-sekat ruangan mempercepat rambatan api dari satu sisi ke sisi lain. Meski demikian, kondisi tanpa aliran listrik dinilai membantu proses pemadaman karena mengurangi risiko tambahan di lapangan, nah’ itu sudah.
Kendala apa yang dihadapi saat proses pemadaman?
Proses pemadaman tidak berjalan mulus sepenuhnya. Akses jalan menuju lokasi yang sempit menjadi tantangan utama bagi mobilisasi armada pemadam. Ruang gerak yang terbatas membuat petugas harus ekstra hati-hati mengatur posisi kendaraan.
Selain itu, minimnya sumber air di sekitar lokasi turut memperlambat proses. Petugas harus mengatur suplai air secara efisien agar pemadaman tetap berjalan optimal. Kondisi ini menuntut koordinasi antarunit dan relawan agar tidak terjadi kekosongan penanganan.
Faktor lain yang cukup menghambat adalah banyaknya warga yang berkerumun untuk menyaksikan kejadian. Keramaian ini sempat mengganggu pergerakan petugas. Meski begitu, kekawalan lintas instansi membantu menjaga situasi tetap terkendali, ya’kalo pahamlah ikam.
Siapa saja yang terlibat dalam penanganan kebakaran?
Disdamkar Kota Samarinda mengerahkan total lima unit mobil pemadam dengan 25 personel dari Posko 6, Posko 5, Posko 4, dan Posko 9. Mereka bekerja bahu-membahu sejak awal hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15 WITA.
Upaya ini juga dibantu oleh satuan relawan kebakaran, pemadam swasta, tim Damkar PT SAL, relawan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, serta dukungan pengamanan dari Polsek Palaran, Satlantas Polresta Samarinda, Satpol PP, Dishub, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Untuk antisipasi kondisi darurat, tim kesehatan dari PMI Provinsi Kalimantan Timur, PMI Kota Samarinda, Samarinda Siaga 112, dan Emergency Medical Team Samarinda turut disiagakan. Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api tersisa. Dua relawan yang cedera ringan telah mendapat penanganan medis, bubuhan.
Ikhtisar Singkat
Kebakaran mes perusahaan di Palaran Samarinda menghanguskan satu bangunan dengan tiga bangsalan atau sekitar 25 pintu. Api muncul Minggu malam dan berhasil dipadamkan setelah lebih dari tiga jam. Tidak ada korban jiwa, namun dua relawan mengalami cedera ringan. Bangunan dalam kondisi kosong dan tidak dialiri listrik. Penyebab kebakaran masih menunggu penyelidikan kepolisian.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham situasi di sekitar kita.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Apa ada korban jiwa dalam kebakaran ini?
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Berapa lama proses pemadaman berlangsung?
Proses pemadaman berlangsung sekitar 3 jam 10 menit hingga api benar-benar padam.
Apakah penyebab kebakaran sudah diketahui?
Belum. Penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia