Balikpapan TV - Hai Cess! Lingkungan RT 4 Kelurahan Jawa Samarinda kini tampil dengan wajah baru. Warga setempat memanfaatkan dana Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat atau Probebaya untuk mempercantik kawasan permukiman melalui pemasangan lampu hias unik. Total ada 14 lampu hias yang terpasang di sekitar Jalan Gunung Merapi, menghadirkan suasana lebih rapi, terang, dan enak dipandang, terutama saat malam hari.
Bukan cuma soal tampilan, penataan ini punya tujuan yang lebih luas. RT 4 berada tepat di seberang ikon wisata Teras Samarinda, kawasan yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan. Dengan pembenahan ini, warga ingin menciptakan kesan lingkungan yang nyaman dan selaras dengan kawasan wisata di depannya. Penasaran bagaimana ceritanya bisa sekeren ini dan apa dampaknya buat warga sekitar? Baca terus sampai habis Cess!
Apa yang Membuat Lampu Hias RT 4 Kelurahan Jawa Menarik Perhatian?
Lampu hias yang terpasang di RT 4 bukan lampu biasa. Desainnya dibuat menyerupai kembang api, dengan cahaya yang menyala dari dasar tiang lalu memancar indah di bagian atas. Saat malam tiba, pantulan cahaya ini langsung memberi kesan hangat dan estetik di sepanjang Jalan Gunung Merapi. Nuansanya sederhana tapi terasa hidup, membuat siapa saja yang melintas otomatis melirik.
Ketua RT 4 Kelurahan Jawa, Johansyah, menjelaskan bahwa total ada 14 lampu hias yang dipasang di titik-titik strategis lingkungan. Penempatan ini dipikirkan bersama warga agar hasilnya merata dan tetap nyaman bagi aktivitas sehari-hari. Lingkungan yang sebelumnya tampak biasa, kini berubah jadi lebih tertata dan menyenangkan dipandang.
“Pemasangan ini menggunakan dana dari Program Probebaya. Sengaja kami anggarkan untuk mempercantik lingkungan, setelah sebelumnya kami melaksanakan rembug warga,” ujar Johansyah. Dari sini terlihat, keputusan ini lahir dari diskusi bersama, bukan asal pasang. Nah, konsep kebersamaan inilah yang jadi nilai tambah, pahamlah ikam.
Mengapa Warga RT 4 Menggunakan Dana Probebaya untuk Penataan Lingkungan?
Pemanfaatan dana Probebaya di RT 4 diarahkan untuk kebutuhan yang benar-benar dirasakan warga. Lingkungan yang rapi dan enak dipandang dinilai penting, apalagi letaknya berhadapan langsung dengan Teras Samarinda. Dengan kondisi tersebut, warga merasa perlu menghadirkan suasana yang seimbang antara kawasan wisata dan permukiman.
RT 4 sendiri dihuni oleh 55 Kepala Keluarga dengan sekitar 110 jiwa. Aktivitas warga cukup padat, terlebih saat Teras Samarinda ramai pengunjung. Pada momen tertentu, kawasan ini bahkan menjadi kantong parkir alternatif. Lingkungan yang tertata otomatis memberi rasa nyaman, baik bagi warga maupun tamu yang melintas.
“Jadi kami membenahi lingkungan untuk mendukung dan mengimbangi, sehingga bisa menjadi tambahan daya tarik tamu yang berkunjung karena lokasinya persis berseberangan,” tambah Johansyah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa dana Probebaya tidak hanya digunakan untuk fisik semata, tapi juga memperkuat citra kawasan secara keseluruhan.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Menghantam Samarinda, Puluhan Pintu Bangunan Ludes
Bagaimana Penataan Lingkungan Ini Mendukung Kawasan Wisata Teras Samarinda?
Keberadaan Teras Samarinda sebagai ikon wisata baru membawa dampak langsung bagi lingkungan sekitar, termasuk RT 4. Arus pengunjung yang meningkat membuat kawasan permukiman ikut terpapar aktivitas wisata. Warga melihat kondisi ini sebagai peluang untuk berbenah, bukan sekadar menjadi area lintasan.
Dengan lampu hias dan lingkungan yang rapi, RT 4 memberi kesan ramah dan terawat. Wisatawan yang melintas atau memarkir kendaraan tidak merasa masuk ke kawasan yang kumuh. Sebaliknya, suasana lingkungan justru mendukung pengalaman berkunjung ke Teras Samarinda itu sendiri.
Selain itu, warga juga melakukan pengecatan pada penutup parit agar terlihat lebih rapi. Langkah ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga sebagai antisipasi terhadap tindak pencurian material infrastruktur lingkungan. Lingkungan yang terawat cenderung lebih aman, nah itu sudah, kelihatan jelas manfaatnya.
Apa Respons Kelurahan terhadap Inisiatif Warga RT 4?
Upaya swadaya dan kreativitas warga RT 4 mendapat respons positif dari pihak kelurahan. Lurah Jawa, Mukmin, memberikan apresiasi atas cara warga mengelola dana Probebaya secara tepat sasaran. Menurutnya, langkah ini menunjukkan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
“Terima kasih untuk warga di lingkungan RT 4. Mereka sudah menata maksimal lingkungan untuk mempercantik dan memperindah wilayahnya,” ungkap Mukmin. Apresiasi ini menjadi pengakuan bahwa penataan lingkungan yang dilakukan warga memberi dampak nyata.
Mukmin juga menilai, pembenahan RT 4 bisa menjadi daya tarik tambahan bagi keberadaan Teras Samarinda. Lingkungan yang tertata rapi di seberang kawasan wisata tentu memberi nilai lebih. Warga pun berkomitmen untuk terus melanjutkan pembenahan ke depan, sesuai kebutuhan lingkungan mereka.
Ikhtisar Singkat
Warga RT 4 Kelurahan Jawa memanfaatkan dana Probebaya untuk mempercantik lingkungan dengan memasang 14 lampu hias unik di Jalan Gunung Merapi. Penataan ini dilakukan melalui kesepakatan warga dan bertujuan mengimbangi keberadaan Teras Samarinda di seberang kawasan. Selain lampu hias, pengecatan penutup parit juga dilakukan demi kerapian dan keamanan. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari pihak kelurahan karena dinilai tepat sasaran dan memberi dampak positif bagi lingkungan serta kawasan wisata sekitar.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham soal gerakan positif warga di sekitar kita Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
Apa tujuan utama pemasangan lampu hias di RT 4 Kelurahan Jawa?
Untuk mempercantik lingkungan dan mengimbangi keberadaan Teras Samarinda di seberang kawasan.
Berapa jumlah lampu hias yang dipasang warga RT 4?
Sebanyak 14 lampu hias terpasang di sekitar Jalan Gunung Merapi.
Apakah penataan ini mendapat dukungan dari pihak kelurahan?
Ya, Lurah Jawa memberikan apresiasi atas inisiatif dan pengelolaan dana Probebaya oleh warga.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia