Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pengelolaan Parkir Pasar Pagi Samarinda Bakal Berubah, Pemkot Kaji 3 Skema Baru

Rizkiyan Akbar • Kamis, 25 Desember 2025 | 14:03 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Pemkot Samarinda mulai mengulik ulang potensi aset daerah yang selama ini ramai aktivitas tapi belum maksimal menyumbang pendapatan. Fokusnya ada di kawasan Pasar Pagi, tepatnya pengelolaan parkir yang tiap hari dipadati kendaraan roda dua dan empat, dengan ritme cepat khas pusat ekonomi kota.

Rapat awal pun digelar di Ruang Rapat Mahakam Lantai IV Kantor BPKAD Samarinda, Rabu 24 Desember, melibatkan jajaran pengelola aset yang memahami betul seluk-beluk Barang Milik Daerah.

Penasaran kenapa parkir Pasar Pagi jadi perhatian serius dan bagaimana arah pengelolaannya ke depan? Ikam wajib lanjut baca sampai tuntas, karena pembahasan ini bukan sekadar parkir, tapi soal peluang pendapatan daerah yang lagi dicari polanya Cess!

Baca Juga: Hutan 30 Hektar di Balikpapan Nyaris Berubah Jadi Perkebunan Sawit Ilegal, Begini Ceritanya!

Kenapa Pengelolaan Parkir Pasar Pagi Mulai Dikaji Ulang?

Pemkot Samarinda melihat pengelolaan parkir Pasar Pagi sebagai potensi yang masih bisa dioptimalkan. Kawasan ini dikenal padat, sibuk, dan berputar cepat setiap hari.

Kepala Bidang Aset BPKAD Samarinda, Yusdiansyah, menjelaskan rapat yang digelar masih bersifat awal, fokus pada pemetaan potensi aset dan penentuan pola kerja sama yang paling menguntungkan pemerintah daerah.

Menurutnya, pembahasan ini penting karena parkir merupakan bagian dari Barang Milik Daerah yang bisa dikelola lebih strategis. Selama ini, kontribusi parkir masih terbatas pada skema retribusi. Padahal, dengan pola pengelolaan lain, peluang peningkatan pendapatan terbuka lebar, tentu tetap dalam koridor aturan yang berlaku.

“Saat ini masih tahap awal. Kami sedang mencari pola pengelolaan yang paling tepat, apakah melalui skema sewa, kerja sama operasional, atau kerja sama pemanfaatan,” ujar Yusdiansyah. Nah’ itu sudah, artinya belum ada keputusan final, tapi arah pembahasannya mulai jelas Cess.

Skema Apa Saja yang Dipertimbangkan Pemkot Samarinda?

Ada tiga opsi yang kini masuk meja kajian, yakni sewa, kerja sama operasional, dan kerja sama pemanfaatan. Ketiganya bukan muncul tiba-tiba, melainkan merupakan arahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara. BPKAD Samarinda akan mempelajari tiap skema secara internal sebelum menentukan pilihan.

Pendekatan ini dilakukan agar Pemkot Samarinda bisa memilih pola yang paling sesuai dengan karakter aset parkir Pasar Pagi. Setiap skema memiliki konsekuensi pengelolaan dan potensi pendapatan yang berbeda. Karena itu, proses kajian dilakukan bertahap dan tidak tergesa-gesa.

Tujuan akhirnya tetap sama, yakni meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Namun Yusdiansyah menegaskan, langkah ini bukan untuk mengabaikan aturan, melainkan mencari ruang yang sah secara regulasi agar pendapatan bisa lebih optimal. Ya’kalo pahamlah ikam, ini soal strategi, bukan sekadar ganti pengelola Cess.

Siapa yang Mengelola Parkir Pasar Pagi Saat Ini?

Sambil menunggu keputusan skema kerja sama, pengelolaan parkir Pasar Pagi masih ditangani Dishub Samarinda. Pengelolaan ini dilakukan secara mandiri, sesuai tugas dan fungsi Dishub, serta mengacu pada Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dalam skema ini, potensi yang bisa ditarik pemerintah daerah terbatas pada retribusi. Yusdiansyah menjelaskan, nilai yang diperoleh sekitar 10 persen dari nilai pemanfaatan parkir. Angka ini dinilai belum mencerminkan potensi riil kawasan Pasar Pagi yang aktivitasnya padat setiap hari.

“Pengelolaan oleh Dishub tetap berjalan optimal, namun ruang geraknya masih dibatasi oleh ketentuan dalam peraturan daerah,” jelasnya. Artinya, secara operasional berjalan, tapi dari sisi kontribusi pendapatan masih memiliki ruang untuk ditingkatkan lewat pola lain yang diatur regulasi aset daerah Cess.

Bagaimana Rencana Pemkot Agar Pendapatan Parkir Lebih Maksimal?

Ke depan, Pemkot Samarinda akan melakukan perhitungan potensi awal pengelolaan parkir Pasar Pagi. Perhitungan ini nantinya akan di-review oleh Inspektorat Daerah untuk memastikan akurasi dan kepatuhan aturan. Setelah itu, Pemkot juga akan meminta pendampingan dari DJKN atau KPKN.

Jika tahapan tersebut rampung, pengelolaan parkir akan ditawarkan melalui mekanisme lelang hak menikmati. Dalam skema ini, pengelola parkir diundang untuk mengajukan penawaran nilai terbaik. Pemerintah daerah akan memilih pihak yang memberikan keuntungan paling optimal.

“Melalui mekanisme lelang hak menikmati, para pengelola parkir diundang untuk mengajukan penawaran dengan nilai terbaik,” ujar Yusdiansyah. Ia menegaskan seluruh proses dilakukan terbuka agar potensi kecurangan bisa ditekan. Bubuhan ikam pasti pahamlah, transparansi jadi kunci supaya hasilnya adil dan menguntungkan daerah.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah kebijakan aset daerah di Samarinda Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa tujuan Pemkot Samarinda mengkaji ulang pengelolaan parkir Pasar Pagi?

Untuk mencari pola pengelolaan yang lebih optimal dan menguntungkan bagi Pendapatan Asli Daerah.

2. Siapa yang saat ini mengelola parkir Pasar Pagi?

Dinas Perhubungan Samarinda, sesuai perda tentang pajak dan retribusi daerah.

3. Bagaimana rencana pengelolaan parkir ke depan?

Pemkot berencana menggunakan mekanisme lelang hak menikmati setelah kajian dan pendampingan selesai.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Area parkir Pasar Pagi Samarinda.
Area parkir Pasar Pagi Samarinda.

Editor : Arya Kusuma
#pemkot samarinda #BPKAD Samarinda #dishub samarinda #samarinda #pasar pagi #Skema #pengelolaan parkir