Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Dalam Rumahnya di Samarinda, Polisi Buka Suara!

Rizkiyan Akbar • Kamis, 18 Desember 2025 | 16:26 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Seorang pria berusia 49 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya di Jalan Damanhuri, Gang Perintis, Kelurahan Mugirejo, Samarinda, Kamis (18 Desember 2025) sekitar pukul 10.00 Wita.

Peristiwa ini membuat warga sekitar terkejut setelah seorang saksi yang awalnya hanya ingin mencari rokok malah menemukan korban terbaring kaku di atas kasur dengan mulut berbusa.

Warga yang mengenal korban sebagai pekerja serabutan itu sontak berdatangan, sementara polisi segera datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Situasinya tegang, tapi penuh tanya—apa yang sebenarnya terjadi pagi itu? Yuk lanjutkan bacanya, Cess!

Baca Juga: Pria di Samarinda Serang Keluarga Pakai Parang 40 CM, Pengakuan Pelaku Bikin Geger!

Apa yang Terjadi Saat Korban Ditemukan?

Penemuan ini bermula dari hal sederhana: seorang saksi datang untuk mencari rokok. Dari luar rumah yang tampak sepi, saksi mengetuk pintu beberapa kali. Tidak ada suara balasan, tidak juga gerakan kecil yang menandakan penghuni ada di dalam. Karena curiga, ia mencoba memutar gagang pintu dan mendapati rumah tidak terkunci. Begitu masuk, saksi langsung mendapati korban dalam kondisi terbaring di atas kasur, tubuhnya sudah kaku, mulutnya berbusa.

“Saya mengetuk-ngetuk pintu rumahnya, tapi tak ada jawaban. Saat saya mencoba masuk, pintu ternyata tak terkunci. Begitu masuk, saya mendapati korban sudah terbaring kaku di atas kasur, dengan mulut berbusa,” ujar Saksi yang sekaligus kerabat korban.

Beberapa warga sekitar yang mendengar teriakan saksi langsung berdatangan. Korban memang sudah lama tinggal di lingkungan tersebut dan dikenal sebagai pekerja serabutan yang jarang menimbulkan masalah. Situasi di dalam rumah membuat bubuhan warga sadar bahwa keadaan ini sudah serius sekali, nah’ itu sudah.

Bagaimana Respons Polisi Saat Tiba di Lokasi?

Tak lama setelah warga memberi laporan, pihak kepolisian dari Polresta Samarinda datang ke lokasi. Dipimpin langsung oleh Pamapta Polresta Samarinda, Ipda Rifqi Sactio, proses identifikasi awal dilakukan dengan hati-hati. Ruangan kamar dicek, posisi korban diamati, dan tanda-tanda kematian klinis diperiksa.

Ipda Rifqi memastikan kondisi korban sudah jelas mengarah pada kematian lebih dari beberapa jam sebelumnya.

“Berdasarkan hasil evakuasi, ditemukan mayat sudah mengeluarkan busa, terdapat lebam mayat, dan sudah mengalami kaku mayat. Dugaan sementara, korban telah meninggal dunia lebih dari 5 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.

Warga yang mengamati proses ini terlihat terdiam. Beberapa hanya saling pandang, mencoba menelan kenyataan bahwa tetangganya yang mereka kenal sehari-hari kini meninggalkan mereka tanpa tanda sebelumnya. Ikam pasti pahamlah, momen seperti ini membuat suasana gang berduka.

Apa Penyebab Sementara Kematian Korban?

Meski ditemukan kondisi mulut berbusa, polisi belum menyimpulkan apa pun terkait penyebab kematian. Mulut berbusa sendiri menurut Ipda Rifqi bukan selalu indikator tindak kriminal. Itu bisa muncul dalam banyak kondisi medis yang berbeda.

“Untuk sementara, penyebab pasti kematian korban belum dapat kami jelaskan secara rinci. Namun, dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkasnya.

Pernyataan itu membuat warga sedikit lega karena setidaknya dugaan tindakan kriminal tidak muncul dari hasil awal pemeriksaan.

Namun, untuk memastikan penyebab yang sebenarnya, korban dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) untuk dilakukan autopsi. Warga hanya bisa menunggu hasil medis resmi. Pahamlah ikam, hal seperti ini memang perlu ketelitian, bukan tebak-tebakan.

Bagaimana Proses Evakuasi dan Langkah Lanjut?

Proses evakuasi berlangsung cukup cepat dan rapi. Polisi membawa jenazah menggunakan kendaraan khusus, menyisir area rumah, dan mengumpulkan informasi dari warga yang mengenal korban. Langkah ini penting agar tidak ada detail yang terlewat.

Korban yang diketahui tinggal sendiri dan bekerja sebagai pekerja serabutan turut menjadi perhatian polisi dalam melihat konteks keseharian korban. Sementara itu, bubuhan warga yang berkumpul berharap hasil autopsi segera keluar agar misteri penyebab kematian bisa terjawab. Warga juga berharap tidak ada hal mencurigakan lain yang menyusul.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apakah korban memiliki riwayat penyakit?

Belum ada informasi tersebut dari warga maupun kepolisian.

2. Apakah ditemukan tanda kekerasan?

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

3. Kapan hasil autopsi keluar?

Menunggu proses resmi dari RSUD AWS.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Petugas mengevakuasi korban dari dalam rumahnya di Samarinda, Kamis (18 Desember 2025).
Petugas mengevakuasi korban dari dalam rumahnya di Samarinda, Kamis (18 Desember 2025).

Editor : Arya Kusuma
#pria #Mugirejo #samarinda #tewas #Polresta Samarinda