Balikpapan TV - Hai Cess! Dua dermaga sibuk di bantaran Sungai Mahakam, Samarinda, jadi pusat perhatian Selasa (16 Desember 2025). Dermaga Mahakam Ulu di Kecamatan Sungai Kunjang dan Dermaga Mahakam Ilir di kawasan Samarinda Kota tampak lebih ramai dari biasanya.
Petugas Dinas Perhubungan Kota Samarinda turun langsung melakukan ramp check, mengecek satu per satu kapal penumpang, mulai dari kondisi fisik hingga perlengkapan keselamatan yang melekat di dalamnya. Semua ini dilakukan demi satu tujuan besar: memastikan perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru berjalan aman, tertib, dan nyaman Cess!
Penasaran kenapa pemeriksaan ini jadi penting menjelang Nataru, dan apa saja yang ditemukan di lapangan? Ikam wajib simak sampai akhir, karena di balik pemeriksaan ini ada cerita soal keselamatan, tanggung jawab bersama, dan kesiapan transportasi sungai yang sering jadi andalan bubuhan Samarinda dan sekitarnya, pahamlah ikam.
Baca Juga: Pesta Kembang Api Tahun Baru 2026 Dilarang di Samarinda, Ini Alasannya!
Kenapa ramp check jadi perhatian serius jelang libur Nataru 2025?
Ramp check menjadi langkah krusial karena lonjakan penumpang hampir selalu terjadi setiap libur Natal dan Tahun Baru. Aktivitas di dermaga meningkat, arus penumpang makin padat, dan kapal bekerja lebih intens dari hari biasa. Di kondisi seperti ini, kelalaian kecil bisa berdampak besar. Karena itu, Dishub Samarinda memastikan semua kapal yang beroperasi berada dalam kondisi siap dan aman.
Pemeriksaan difokuskan pada perangkat keselamatan, seperti life jacket dan ring buoy. Benda-benda ini mungkin terlihat sederhana, tapi perannya sangat vital jika terjadi situasi darurat di perairan. Dengan memastikan alat keselamatan tersedia dan layak pakai, risiko di lapangan bisa ditekan sejak awal, nah’ itu sudah, soal keselamatan memang tidak bisa ditawar.
Ramp check juga bukan hal dadakan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Dishub setiap periode Nataru dan Lebaran, dilaksanakan bersama Dishub kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Pola ini menunjukkan bahwa pengawasan transportasi adalah kerja kolektif, bukan tugas satu pihak saja Cess!
Apa yang ditemukan di Dermaga Mahakam Ulu Sungai Kunjang?
Di Dermaga Mahakam Ulu, petugas memeriksa dua kapal penumpang antarkabupaten. Salah satunya Kapal Akbar Amanda 04 yang melayani rute Samarinda–Long Bagun, Mahakam Ulu. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah life jacket (jaket pelampung) dalam kondisi tidak layak pakai. Ada yang sudah aus, ada pula yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Meski begitu, jumlah alat keselamatan di kapal tersebut masih memenuhi ketentuan pelayaran. Artinya, kapal tetap diizinkan berlayar, dengan catatan tegas: perangkat keselamatan yang rusak harus diturunkan dan tidak digunakan.
“Kami menemukan beberapa life jacket dalam kondisi kurang layak, sehingga kami minta untuk diturunkan dan tidak digunakan,” ujar Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu.
Langkah ini menunjukkan pendekatan preventif. Bukan sekadar mencari kesalahan, tetapi memastikan potensi bahaya tidak ikut berlayar bersama penumpang. Nah, di sini ikam pasti pahamlah, keselamatan penumpang selalu jadi prioritas utama.
Bagaimana hasil pemeriksaan kapal rute Samarinda–Melak?
Pemeriksaan berlanjut ke kapal Putra Mahakam Indah yang melayani rute Samarinda–Melak, Kutai Barat. Di kapal ini, petugas kembali menemukan perangkat keselamatan yang rusak. Tercatat tiga life jacket dalam kondisi tidak layak serta satu ring buoy yang pecah.
Semua alat keselamatan yang rusak tersebut langsung diminta untuk diturunkan dari kapal. Namun secara keseluruhan, jumlah perangkat keselamatan di kapal masih sesuai standar yang ditetapkan. Dengan pertimbangan itu, kapal tetap diperbolehkan berlayar melayani penumpang.
“Secara keseluruhan, kondisi kapal masih sesuai ketentuan, sehingga kedua kapal tetap kami izinkan untuk berlayar,” kata Manalu.
Ia juga menegaskan bahwa ramp check bukan semata penindakan. Lebih dari itu, ini adalah langkah pencegahan agar angkutan Nataru berjalan aman dan nyaman. Harapannya, selama libur akhir tahun tidak terjadi musibah transportasi yang merugikan masyarakat, pahamlah ikam.
Apakah pengawasan hanya fokus pada angkutan sungai?
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, Ahmad Masluhuddin, menjelaskan bahwa semua moda transportasi ikut dimonitor, mulai dari darat hingga perairan. Fokus utama tetap pada simpul-simpul transportasi antardaerah yang padat aktivitas.
“Untuk transportasi darat, kami memantau terminal antarkota dalam provinsi. Sementara untuk jalur sungai, salah satunya adalah Dermaga Sungai Kunjang yang melayani rute antar kabupaten dan kota,” pungkasnya.
Selain Sungai Kunjang, tim gabungan juga melakukan pengecekan di Dermaga Mahakam Ilir, tepatnya di kawasan depan Pasar Pagi Samarinda.
Di lokasi tersebut, aktivitas speedboat serta kapal angkutan penumpang dan barang diperiksa secara menyeluruh. Rute menuju Kutai Barat menjadi salah satu perhatian utama.
Dengan pengawasan berlapis ini, Dishub berharap kesadaran pemilik kapal dan pengguna jasa terus meningkat, sehingga keselamatan menjadi budaya bersama, bukan sekadar kewajiban formal Cess!
Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya keselamatan transportasi, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apakah ramp check dilakukan setiap hari?
Ramp check dilakukan rutin pada periode tertentu seperti Nataru dan Lebaran, serta menyesuaikan kebutuhan pengawasan.
2. Apa yang diperiksa dalam ramp check kapal?
Fokus utama pada kelengkapan dan kondisi perangkat keselamatan kapal.
3. Apakah kapal langsung dilarang berlayar jika ada alat rusak?
Tidak selalu, selama jumlah alat keselamatan masih memenuhi ketentuan dan perangkat rusak diturunkan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.