Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Digitalisasi Pasar Pagi Samarinda Dimulai! Pedagang dan Warga Wajib Tahu 4 Sistem Baru Ini

Rizkiyan Akbar • Sabtu, 13 Desember 2025 | 08:55 WIB
Pasar Pagi Samarinda.
Pasar Pagi Samarinda.

Balikpapan TV - Hai Cess! Digitalisasi Pasar Pagi Samarinda resmi masuk fase pematangan, dan perubahan ini langsung menyentuh urat nadi ekonomi Kota Tepian.

Mulai dari QRID pedagang, perjanjian digital, retribusi non-tunai, hingga akses informasi real-time, semua dirancang agar pasar lebih bersih, tertib, aman, dan menyenangkan.  

Nah, adakah ikam penasaran gimana rupa sistem barunya? Tenang, kita bahas satu-satu Cess!

Apa inti perubahan besar yang sedang dilakukan di Pasar Pagi Samarinda?

Digitalisasi Pasar Pagi ini bukan sekadar pindah ke lokasi baru. Inti pembaruannya ada pada sistem terintegrasi yang memastikan seluruh aktivitas pasar terdokumentasi rapi — dari identitas pedagang, retribusi, hingga posisi lapak.

Pemkot Samarinda ingin menutup celah lama yang selama bertahun-tahun membuat pengawasan kurang optimal. Di lokasi baru nanti, pedagang akan beraktivitas dengan dukungan teknologi yang memastikan tertib dan transparan.

Sistem ini dirancang sebagai fondasi untuk menciptakan pasar tradisional yang tetap merakyat tapi operasionalnya modern. Wali Kota Andi Harun menjelaskan bahwa konsep “marketplace of stalls” akan menjadi tulang punggung pengelolaan. Di dalamnya memuat fitur utama seperti QRID pedagang, database lapak real-time, hingga retribusi non-tunai agar alurnya lebih bersih. Bagi pengunjung maupun pedagang, cara kerja baru ini diharapkan memberi rasa aman dan nyaman Cess!

Bagaimana QRID pedagang bekerja dan apa manfaatnya bagi bubuhan pedagang?

QRID pedagang menjadi fitur paling penting dalam sistem baru Pasar Pagi. QRID ini menyimpan identitas lengkap seperti nama, nomor lapak, jenis dagangan, sampai luas area. Dari dulu masalah yang sering muncul adalah pengalihan sewa, jual beli lapak, atau penyewaan ulang tanpa aturan jelas.

Melalui QRID, semua itu bisa dicegah karena identitas pedagang hanya sah ketika tersambung pada sistem resmi. “QRID ini dirancang untuk memastikan transparansi, sekaligus menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi pengalihan sewa, praktik jual beli lapak, maupun penyewaan ulang yang tidak semestinya,” tutur Wali Kota Andi Harun.

Buat bubuhan pedagang, QRID juga membantu menjaga hak masing-masing. Selama ini banyak yang mengeluh soal ketidakjelasan lapak atau perubahan pemilik yang sulit dilacak. Dengan QRID, semuanya tercatat digital. Petugas pun bisa memantau siapa yang aktif berjualan, siapa yang tidak memenuhi kewajiban, hingga siapa yang harus evaluasi saat perpanjangan masa sewa. Dengan begitu, keadilan bisa dirasakan lebih merata.

Baca Juga: Pedagang Siap-Siap! Pendaftaran Pasar Pagi Samarinda Full Online Lewat Aplikasi Ini

Mengapa seluruh pedagang harus tanda tangan perjanjian digital dan apa dampaknya?

Di sistem baru, perjanjian sewa pakai dibuat serba digital dengan durasi satu tahun. Tidak ada perpanjangan otomatis, karena evaluasi akan dilakukan secara berkala. Intinya, pedagang harus memenuhi kewajiban retribusi, taat SOP, dan aktif berjualan di lapak yang mereka tempati. “Jika seluruh persyaratan sudah terpenuhi, perpanjangan memang bisa diberikan. Namun perlu digarisbawahi, perpanjangan tersebut tidak berlaku secara otomatis,” tegas Andi Harun.

Dampaknya jelas terasa. Dengan evaluasi berkala, pasar tidak dibiarkan berjalan autopilot seperti sebelumnya. Ada mekanisme kontrol yang memastikan lapak digunakan benar. Bagi pedagang yang disiplin, sistem ini justru menguntungkan.

Regulasi yang jelas membuat peluang nakal menjadi sempit. Kalau ikam termasuk yang rajin menjaga lapak, sistem ini membantu memperkuat posisi ikam sebagai pedagang resmi, bukan sekadar nama di daftar pasar.

Apa saja perubahan tampilan dan akses informasi pasar setelah digitalisasi berjalan?

Digitalisasi juga membuka akses bagi masyarakat untuk melihat langsung kondisi pasar. Data lapak kosong, lapak terisi, hingga posisi pedagang dapat dilihat secara real-time melalui sistem. Sebelumnya informasi seperti ini hanya diketahui petugas atau disimpan dalam dokumen internal yang tidak mudah diakses publik. Sekarang, warga bisa mengecek sendiri sebelum datang, dan pedagang baru bisa memantau peluang secara lebih terbuka.

Bagi pengunjung, pengalaman ke pasar juga akan terasa lebih tertib. Pemkot ingin menciptakan pasar tradisional yang bersih, aman, dan menyenangkan. Pasar boleh tradisional, tapi cara mengelolanya harus modern. Dengan retribusi non-tunai, transaksi di belakang layar yang sering memicu masalah bisa diperkecil.

Alurnya jadi lebih mudah ditelusuri. Sistem real-time ini juga memungkinkan pengawasan lapak yang lebih presisi, mengurangi potensi penyimpangan. Pantas saja banyak yang mulai penasaran kapan sistem ini dibuka penuh.

Bagaimana tahapan pemindahan pedagang existing dan kapan proses seleksi selanjutnya dibuka?

Pemindahan pedagang existing menjadi tahap pertama implementasi digitalisasi. Mereka yang sudah memiliki hak di lokasi baru akan diprioritaskan masuk lebih dulu. Setelah tahap ini selesai, barulah proses verifikasi dan penyaringan pedagang lain dibuka secara bertahap. Artinya, tahapan ini dibuat berlapis agar tidak menimbulkan antrean panjang atau tumpang tindih data.

Ke depan, sistem digital diyakini bisa menekan praktik curang yang umum terjadi di pasar. “Saat ini memang belum bisa diukur secara pasti, namun sistem ini diyakini jauh lebih efektif. Pasalnya, cara konvensional sangat rentan terhadap praktik kecurangan dan manipulasi data, sementara sistem digital memungkinkan pemantauan dilakukan secara real-time,” pungkas Andi Harun.

Dengan kalimat itu, jelas bahwa era baru Pasar Pagi bukan hanya soal gedung bagus, tapi ekosistem pengelolaan yang lebih adil dan tertib. Kalau ikam pedagang atau calon pedagang, tahap-tahap ini layak terus dipantau!

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang paham soal perubahan besar di Pasar Pagi Samarinda Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apakah pedagang baru bisa langsung mendaftar setelah digitalisasi berjalan?

Tidak. Tahap awal khusus untuk pedagang existing. Proses verifikasi lanjutan dibuka bertahap setelah pemindahan selesai.

2. Apakah QRID dapat dilihat pengunjung?

Iya, sistem memungkinkan masyarakat melihat identitas lapak secara real-time sebagai bentuk transparansi.

3. Apa keuntungan retribusi non-tunai?

Retribusi non-tunai meminimalkan peluang penyimpangan dan memastikan alur pembayaran lebih aman.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#digitalisasi #samarinda #andi harun #pasar pagi #pedagang