Yuk, lanjut baca artikel ini sampai tuntas, Cess! Biar kamu paham seluruh kronologi kejadiannya.
Balikpapan TV - Hai Cess! Warga Gunung Kapur, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang bocah perempuan berinisial KSW (9) yang terseret arus banjir hingga tersangkut di parit pada Sabtu (29 November 2025) sore.
Lokasi tepatnya berada di parit dekat Jembatan, tepat di atas rombong mie ayam, di Jalan Gunung Kapur II RT 14, Lempake, Samarinda Utara, Kota Samarinda.
Bagaimana Kronologi Hilangnya Sang Bocah?
Korban dilaporkan hilang sejak pukul 10.00 WITA oleh keluarga yang sejak pagi mencari ke berbagai arah. Informasi hilangnya anak itu juga tersebar cepat di sekitar Gunung Kapur.
Beberapa warga baru mengetahui kabar tersebut setelah melihat keluarga mondar-mandir menanyakan keberadaan sang bocah.
Kronologi makin jelas setelah keterangan sejumlah saksi menyebutkan anak tersebut terakhir terlihat di sekitar area yang tengah tergenang banjir. Dari situ, pencarian dilakukan lebih menyeluruh hingga akhirnya temuan mengejutkan terjadi pada sore harinya.
Baca Juga: Arisan Online di Samarinda Macet, Ratusan Peserta Rugi Miliaran Rupiah!
Siapa Warga Pertama yang Menemukan Jasad Itu?
Penemuan jasad bermula dari kecurigaan seorang warga berinisial AK. Saat melintas dekat drainase di bawah rumahnya, ia melihat sesuatu yang janggal mengapung di permukaan parit.
Awalnya ia mengira itu hanya tumpukan sampah biasa. Namun saat diperhatikan lebih dekat, AK melihat helai rambut tersangkut di aliran parit.
“Saya melihat di parit itu ada sesuatu yang mirip helai rambut. Setelah saya perhatikan lebih dekat, ternyata benar ada rambut. Saya langsung memberi tahu warga,” ungkapnya.
Bagaimana Proses Evakuasi Jasad di Lokasi?
Setelah AK memberi tahu warga lain, beberapa orang berdatangan ke lokasi. Meski demikian, tidak ada yang langsung berani mengangkat jasad dari dalam parit. Situasi cukup hening dan penuh kecemasan ketika warga menyadari itu tubuh seorang anak.
Akhirnya, salah satu keluarga korban turun langsung ke parit untuk mengangkat jasad tersebut ke teras rumah AK. Saat jasad dinaikkan, kondisi korban telah membiru dan tidak menunjukkan tanda kehidupan. Bocah itu dikenali melalui pakaian berwarna kuning yang dikenakannya saat ditemukan.
Dari Mana Asal Keluarga Korban?
Informasi awal menyebutkan bahwa keluarga korban merupakan pendatang yang baru beberapa hari tinggal di kawasan Gunung Kapur setelah pindah dari Perangat. Kondisi ini membuat sebagian warga sekitar belum mengenal dekat keluarga tersebut.
Dalam laporan lainnya, warga setempat menyebutkan bahwa keluarga telah mencari keberadaan anak tersebut sejak pukul 11.00 WITA, bahkan ada anggota keluarga yang sempat menuju ke Perangat untuk memastikan apakah sang anak mungkin ke sana. Namun pencarian itu tidak membuahkan hasil hingga akhirnya jasad ditemukan mengapung di parit.
Apa Tindakan Polisi dan Tim Inafis Setelah Penemuan?
Tak lama setelah laporan warga, Tim Inafis Polresta Samarinda bersama aparat kepolisian tiba di lokasi. Mereka memasang garis polisi di sekitar drainase dan melakukan olah TKP serta identifikasi awal.
Jasad korban kemudian dibawa dengan ambulans menuju kamar jenazah RSUD AW Sjahranie untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat meminta masyarakat menunggu hasil resmi sembari memberikan ruang bagi keluarga yang sedang berduka.
Dari keterangan pihak kepolisian, peristiwa ini sementara dinyatakan sebagai musibah yang terjadi akibat kuatnya arus banjir.
Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Agar semakin banyak orang yang waspada saat hujan deras melanda.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah penyebab pasti hanyutnya korban sudah diketahui?
Belum. Polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan di lapangan.
2. Apakah keluarga korban sudah lama tinggal di Gunung Kapur?
Belum. Berdasarkan keterangan warga, keluarga baru beberapa hari menetap setelah pindah dari Perangat.
3. Siapa yang pertama kali menemukan jasad?
Ari Kurniawan, warga setempat, yang melihat helai rambut di drainase di bawah rumahnya.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.