Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Arisan Online di Samarinda Macet, Ratusan Peserta Rugi Miliaran Rupiah!

Rizkiyan Akbar • Senin, 1 Desember 2025 | 11:06 WIB

Puluhan peserta arisan online mendatangi Polresta Samarinda, Minggu (30 November 2025).
Puluhan peserta arisan online mendatangi Polresta Samarinda, Minggu (30 November 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! Puluhan perempuan dan laki-laki dari berbagai usia mendatangi Polresta Samarinda, Minggu (30 November 2025), menuntut pertanggungjawaban terkait arisan online yang diduga macet dan membuat dana ratusan peserta tak kunjung cair.

Total kerugian sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kuasa hukum peserta menyebut pencairan molor, komunikasi seret, hingga kepercayaan mulai pudar.

Yuk baca artikel ini sampai tuntas, Cess! Kita bakal kupas tuntas kasus arisan ini mulai dari pola mainnya, respon owner, hingga tips aman ikut arisan online buat semua kalangan.

Apa yang terjadi dengan arisan online di Samarinda?

Para peserta arisan mendatangi Polresta Samarinda untuk menuntut kejelasan soal dana mereka.

Dari anak muda hingga orang dewasa, mereka mengaku dirugikan karena uang yang disetorkan tidak kunjung kembali. Situasi ini bikin sebagian peserta mulai kehilangan kepercayaan.

Kuasa hukum peserta, Rizky Febryan, menjelaskan bahwa awalnya sistem arisan berjalan normal: pendaftaran, pengumpulan anggota, dan pembagian dana sesuai giliran. Namun, masalah muncul saat pencairan tidak sesuai jadwal dan komunikasi owner tak lancar.

Baca Juga: Satpol PP Razia 3 Penginapan di Samarinda! Temukan Anak di Bawah Umur dan Barang Haram

Berapa total kerugian dan aset arisan ini?

Rizky menyebut 10 klien awal menanggung setoran sekitar Rp 2 miliar, dan jumlah itu masih bisa bertambah karena data belum lengkap.

Sementara total kewajiban pembayaran diperkirakan Rp 7 miliar, dibanding nilai aset owner sekitar Rp 180 juta yang dinilai jauh dari cukup.

Perhitungan akhir masih akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan. Meski angka kerugian tampak besar, pihak peserta berharap penyelesaian tetap dilakukan secara kekeluargaan.

Bagaimana respons owner arisan?

Kuasa hukum owner, Dilarius Onesimus Moanjong, menegaskan bahwa kliennya beriktikad baik dan ingin bertanggung jawab mengembalikan dana para peserta. Arisan juga dipastikan dihentikan.

“Intinya, owner berkomitmen bertanggung jawab dan mengembalikan dana para member. Arisan pun dipastikan dihentikan,” ujarnya.

Mengapa arisan online sering bermasalah?

Fenomena arisan online kembali menunjukkan risiko yang tinggi. Meski menawarkan pencairan cepat dan sistem giliran mudah, praktik ini rawan kolaps jika jumlah peserta tak sebanding dengan aliran dana masuk.

Kasus serupa sering terjadi karena tidak ada pengawasan resmi, kontrak hukum yang jelas, atau pengelolaan dana yang transparan. Akibatnya, peserta berada pada risiko kehilangan dana besar.

Bagaimana masyarakat bisa ikut arisan aman?

Masyarakat dianjurkan memilih instrumen keuangan legal dan diawasi otoritas, seperti lembaga simpan pinjam atau investasi berizin. Jika tetap ingin ikut arisan, pastikan mekanisme transparan, pencatatan jelas, serta pengurus dapat dipertanggungjawabkan.

Tips singkat: selalu cek rekam jejak penyelenggara, jangan tergiur janji pencairan cepat, dan catat setiap transaksi untuk bukti bila terjadi masalah.

Apa pelajaran dari kasus ini?

Kasus ini menekankan pentingnya literasi keuangan di era digital. Tawaran arisan online mungkin menarik, tapi risiko penipuan tetap tinggi. Masyarakat perlu kritis, memahami risiko, dan menilai kemampuan pengelola sebelum menaruh dana.

Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temnamu, Cess! Agar semakin banyak yang waspada.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apakah arisan online legal di Indonesia?

Arisan online tidak selalu diawasi lembaga resmi, sehingga legalitas dan keamanan tergantung transparansi penyelenggara.

2. Bagaimana cara memastikan arisan aman?

Pastikan ada kontrak resmi, pencatatan jelas, pengelola bertanggung jawab, dan dana tidak melebihi kemampuan pengelola.

3. Apa yang harus dilakukan jika arisan macet?

Laporkan ke pihak berwenang dan fasilitasi mediasi, serta kumpulkan bukti transaksi agar pengembalian dana lebih jelas.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#samarinda #kerugian #arisan online #Polresta Samarinda #Peserta