Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Sabu 1 Kg Disita di Samarinda! Polda Kaltim Bongkar Modus Jaringan Luar Negeri

Rizkiyan Akbar • Jumat, 28 November 2025 | 09:47 WIB

Petugas Ditresnarkoba Polda Kaltim memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba, Kamis (27 November 2025).
Petugas Ditresnarkoba Polda Kaltim memperlihatkan barang bukti saat konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba, Kamis (27 November 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim kembali mengungkap jaringan peredaran sabu yang beraksi di Samarinda.

Seorang pria berinisial MR diamankan di tepi jalan wilayah Samarinda Kota, Senin malam (24 November 2025) sekitar pukul 22.45 Wita, dengan barang bukti sabu hampir satu kilogram yang disembunyikan dalam kemasan bertuliskan Freeso Fried Durian.

Satu kilogram sabu diperkirakan dapat menjerat hingga 9.130 jiwa jika benar-benar beredar. Dengan nilai pasar Rp1,5 juta per gram, potensi keuntungan kriminal ini mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

Ada pola baru, ada jaringan lebih besar, dan ada cerita yang makin membuka mata tentang bagaimana narkotika beredar diam-diam di sekitar kita. Yuk lanjut baca, biar kamu paham detail pentingnya, Cess!

Baca Juga: Peredaran Narkoba Di Kaltim meningkat, Polda Kaltim Gencarkan Operasi Antik 2025

Bagaimana Awal Pengungkapan Kasus Ini?

Penelusuran dimulai dari laporan masyarakat yang menyebut adanya aktivitas transaksi mencurigakan di sekitar Samarinda Kota dan Pelabuhan Sei Kali.

Petugas langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan intensif hingga akhirnya tim opsnal menemukan pergerakan MR dan melakukan penyergapan terukur.

Kalimat Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan, “Tim opsnal Ditresnarkoba menelusuri informasi itu secara mendalam hingga akhirnya menemukan keberadaan MR dan langsung melakukan penyergapan.”

Informasi awal itulah yang membuka jalan menuju pengungkapan jaringan yang lebih besar.

Apa Temuan Mengejutkan Saat Penggeledahan?

Saat penggeledahan, polisi menemukan satu plastik hitam yang di dalamnya terdapat kemasan emas bertuliskan 168 Freeso Fried Durian. Di dalamnya tersimpan sabu dengan berat bruto 933 gram, lengkap dengan tulisan “168” pada plastik klipnya.

Polda Kaltim menyebut temuan kemasan durian ini bukan hal baru. Kasubdit mengungkap bahwa pola ini selaras dengan dugaan jaringan luar negeri yang memanfaatkan penyamaran dalam produk makanan untuk mengelabui aparat di berbagai titik distribusi.

Apa Peran MR dalam Jaringan Ini?

Dari hasil interogasi, MR mengakui sabu tersebut adalah pesanan seseorang berinisial I. Ia menerima imbalan Rp1.500.000 untuk menjemput paket tersebut. MR bahkan sempat mengajak temannya berinisial A, namun menurut pengakuannya, A tak mengetahui tujuan sebenarnya.

Tak hanya itu, penyelidikan lanjutan juga menguatkan pengakuan lain MR. Ia mengaku telah setahun menjadi kurir berdasarkan instruksi seseorang berinisial B—yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang.

Ke Mana Arah Pengembangan Kasus Ini?

Polda Kaltim masih menelusuri jalur distribusi, pemasok utama, hingga kemungkinan keterlibatan jaringan lintas negara. Termasuk mendalami identitas I yang disebut sebagai pemberi perintah serta memeriksa jejak komunikasi yang tersimpan pada ponsel MR.

AKBP Rezkhy Satya mengungkap, “Dalam percakapan di ponsel, kami menemukan petunjuk yang mengarah pada seorang ‘bos’ lain berinisial I, yang kini juga sedang kami kejar.”

Hingga kini, tim terus bergerak untuk mengetahui ke mana barang itu akan diedarkan dan pintu masuknya ke Kaltim.

Seberapa Berbahaya Jika Sabu Ini Tersebar?

Satu kilogram sabu diperkirakan dapat menjerat hingga 9.130 jiwa jika benar-benar beredar. Dengan nilai pasar Rp1,5 juta per gram, potensi keuntungan kriminal ini mencapai sekitar Rp1,3 miliar.

Kabag Wasidik Ditnarkoba Polda Kaltim, AKBP Nur Kotib, menyebut, “Ini bukan kali pertama kami mendapati sabu dibungkus dalam kemasan durian seperti ini. Pola tersebut mengarah pada jaringan luar negeri, meski negara asalnya masih kami telusuri.”

Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman peredaran narkotika yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga: Polresta Balikpapan Ungkap 32 Kasus Narkoba, Nilai Barang Bukti Tembus Rp1,3 Miliar!

Tips Singkat Cegah Lingkunganmu Masuk Target Jaringan Narkoba

1. Waspadai paket yang diletakkan di lokasi umum dalam kemasan makanan dengan tampilan mencurigakan.

2. Pastikan anak muda di sekitar kamu mengenal bahaya hukum dan kesehatan dari narkotika.

3. Bila melihat aktivitas sembunyi-sembunyi di area publik, laporkan ke polisi — seperti kasus ini yang berawal dari laporan warga.

Operasi ini bukan hanya keberhasilan aparat, tapi bukti kuat bahwa peran masyarakat sangat memengaruhi cepat atau lambatnya peredaran narkotika terungkap.

Pola baru yang memanfaatkan kamuflase kemasan makanan menunjukkan betapa adaptifnya jaringan narkoba bekerja. Semoga semakin banyak warga yang berani melapor, agar jaringan ini tuntas terbongkar.

Kalau menurutmu informasi ini penting, yuk bantu sebarkan artikel ini, Cess! Biar makin banyak orang yang sadar.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa alasan jaringan narkoba menggunakan kemasan makanan?

Untuk mengelabui petugas, mempermudah mobilitas barang, dan menyembunyikan aroma khas bahan baku.

2. Apakah MR bekerja sendirian?

Tidak. Dari penyidikan terungkap ia terhubung dengan pihak lain, termasuk B dan I yang kini diburu polisi.

3. Dari mana asal sabu tersebut?

Polisi menduga berasal dari jaringan luar negeri, namun titik masuk ke Indonesia masih dalam pendalaman.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#narkoba #konferensi pers #samarinda #polda kaltim #sabu