Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tebing Lonceng Samarinda Hadirkan Spot Foto Kekinian dengan Harga Terjangkau

AdminBTV • Selasa, 25 November 2025 | 13:02 WIB

Panorama Tebing Lonceng Samarinda dengan spot foto utama dan pemandangan Sungai Mahakam—visual alami yang memikat.
Panorama Tebing Lonceng Samarinda dengan spot foto utama dan pemandangan Sungai Mahakam—visual alami yang memikat.

Balikpapan TV - Hai Cess! Tepat di jantung Samarinda Seberang, sebuah destinasi alam bernama Tebing Lonceng kembali ramai dibicarakan berkat panorama kotanya yang seperti lukisan hidup. Dari ketinggian Jalan Dwikora, Mangkupalas, pengunjung bisa menatap Sungai Mahakam dan Jembatan Mahkota II dari sudut yang berbeda—lebih intim, lebih menyentuh rasa penasaran. Jaraknya hanya sekitar 10,5 km dari pusat kota dan dapat ditempuh sekitar 30 menit menggunakan kendaraan. Dengan akses jalan yang cukup baik meski masih berbatu dan berkelok di beberapa titik, kawasan wisata ini menjadi pilihan menarik untuk menikmati alam kota tanpa rencana rumit.

Tak hanya lokasinya yang strategis, jam operasionalnya pun lentur untuk para petualang pagi sampai pemburu sunset. Mulai buka pukul 06.00 hingga malam, bahkan akhir pekan bisa hingga 23.00 WITA. Tiket masuknya relatif terjangkau, hanya sekitar Rp10.000 untuk dewasa, dengan parkir motor Rp5.000, mobil Rp10.000, dan kendaraan besar Rp25.000. Banyak yang penasaran, apa saja cerita, daya tarik, serta sensasi yang ditawarkan tempat ini? Yuk lanjut baca, Cess—cerita menariknya siap menunggu!

Baca Juga: Ratusan Personel Damkar Samarinda Ikuti Tes Urine Massal, Ini Hasilnya

Apa yang Membuat Lokasi Tebing Lonceng Begitu Mudah Diakses?

Akses menuju Tebing Lonceng terbilang sederhana—cukup berkendara dari pusat Samarinda sekitar setengah jam, lalu mendaki jalur ringan menuju area utamanya. Jalanannya sudah lumayan baik meski ada bagian berbatu dan berkelok, menjadikannya pengalaman kecil namun memberi warna perjalanan.

Lokasinya berada di Jalan Dwikora, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang. Posisi ini membuatnya mudah dijangkau siapa saja, baik dengan motor maupun mobil, dan cukup aman untuk keluarga yang ingin menghabiskan waktu santai.

Bagaimana Sejarah Nama “Tebing Lonceng” Berawal?

Nama unik ini ternyata punya kisah masa lalu. Dahulu, di puncak yang dikenal sebagai Gunung Lonceng, pernah berdiri sebuah lonceng besar yang digunakan sebagai isyarat bagi pejuang pribumi. Lonceng itu menjadi alat komunikasi sederhana untuk mengintai kapal yang melintasi Sungai Mahakam.

Sebelum menjadi tempat wisata seperti sekarang, kawasan tersebut hanyalah semak-belukar di bekas area tambang batu tradisional. Perubahan wajah dari tempat sunyi menjadi destinasi hits ini lahir dari inisiatif warga yang melihat potensi alam di sekitarnya.

Apa Saja Daya Tarik dan Aktivitas Seru di Tebing Lonceng?

Dari puncaknya, pengunjung disuguhi panorama kota Samarinda yang memanjang, lengkap dengan aliran Mahakam yang berkilau dan megahnya Jembatan Mahkota II. Pemandangan ini membuat banyak pengunjung betah duduk lama sambil menikmati angin yang sepoi.

Spot foto bertebaran di berbagai sudut: jembatan gantung, lonceng besar, sarang burung raksasa, ayunan, tangan raksasa, hingga panah besar. Ada pula area outbound dan wahana flying fox bagi yang ingin sedikit adrenalin. Tak ketinggalan area camping dengan sewa tenda dan tarif menginap, cocok untuk pengunjung yang ingin bermalam.

Bagaimana Suasananya dan Kapan Waktu Paling Pas Berkunjung?

Udaranya lebih sejuk dibanding kawasan bawah, suasananya asri dengan pepohonan yang rimbun. Sore hari biasanya angin lebih terasa lembut, memberikan nuansa damai yang membuat banyak pengunjung memilih duduk menikmati lanskap kota.

Pagi hari menjadi waktu pilihan untuk mereka yang suka suasana tenang dengan kabut tipis, sedangkan sore menjelang senja adalah primadona penggemar sunset. Warna langit yang berubah perlahan membuat pemandangan kota terlihat dramatis.

Siapa yang Mengelola Wisata Ini dan Bagaimana Fasilitasnya?

Tebing Lonceng sebagian besar dikelola oleh masyarakat lokal sebagai proyek swadaya. Mereka melakukan perawatan rutin, mulai dari spot foto hingga area parkir dan camping, agar pengunjung merasa aman dan nyaman.

Fasilitasnya mencakup warung kecil atau kafe sederhana, area parkir sesuai jenis kendaraan, serta berbagai spot swafoto yang terus dirawat. Meski sederhana, suasananya familiar seperti berkunjung ke halaman rumah warga—hangat dan menyenangkan.

Tebing Lonceng menawarkan pengalaman sederhana yang penuh kesan. Dari panorama kota hingga cerita sejarahnya, tempat ini menjawab kebutuhan warga untuk rehat sejenak tanpa pergi jauh. Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, boleh banget berbagi ke teman-temanmu supaya makin banyak yang tahu pesona Samarinda dari ketinggian. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Rafi)

 

FAQ

1. Berapa tiket masuk ke Tebing Lonceng?
Sekitar Rp10.000 untuk dewasa sesuai informasi dari beberapa sumber.

2. Apa saja fasilitas yang tersedia?
Area parkir, warung, spot foto, camping, outbound, dan flying fox.

3. Apakah akses jalannya aman untuk mobil?
Aman, meski ada beberapa bagian yang berbatu dan berkelok.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Jembatan Mahkota II #Tebing Lonceng #Samarinda Seberang