Balikpapan TV – Hai Cess! Tes urine massal kembali digelar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda sejak Senin (24 November 2025). Selama dua hari, ratusan personel dari berbagai pos dan unit layanan menjalani pemeriksaan.
Langkah ini menjadi bentuk pengawasan internal sekaligus memastikan para petugas selalu dalam kondisi prima, bebas narkoba, dan siap memberikan layanan cepat kepada masyarakat.
Apa alasan tes urine ini dilakukan secara massal dan rutin oleh Damkar Samarinda?
Tes urine menjadi agenda wajib setiap tahun sebagai komitmen menjaga disiplin internal. Pemeriksaan dilakukan merata demi memastikan seluruh anggota tetap dalam kondisi terbaik sebelum turun menangani kebakaran atau situasi darurat lain.
Agenda rutin ini menunjukkan bahwa Disdamkarmat menempatkan profesionalitas sebagai prioritas utama. Langkah seperti ini membantu memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.
Berapa jumlah personel yang mengikuti tes dan bagaimana hasil hari pertama?
Sekitar 218 personel dijadwalkan mengikuti tes pada gelombang kali ini. Hingga hari pertama, seluruh sampel yang masuk dinyatakan negatif oleh BNN Samarinda.
Hasil ini menjadi angin segar bagi internal Damkar. Ratusan petugas yang lolos pemeriksaan menggambarkan konsistensi disiplin yang selama ini dibangun.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Samarinda, Pengendara Motor Tewas di Lokasi Kejadian
Apa komentar BNN Samarinda terkait langkah Disdamkarmat ini?
Pelaksana Harian Kepala BNN Samarinda, Firdaus Christyoadi, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai tes urine massal menjadi bukti keseriusan Damkar menjaga integritas sebagai garda terdepan dalam berbagai kondisi darurat masyarakat.
“Ini bentuk nyata keseriusan Damkar dalam menjaga kepercayaan publik. Mereka sekarang jadi garda terdepan yang sering dimintai tolong masyarakat, bukan hanya soal kebakaran. Banyak keluhan rumah tangga, hewan peliharaan hilang, sampai situasi darurat lainnya, masyarakat larinya ke Damkar,” ujarnya.
Apresiasi ini menunjukkan kepercayaan instansi lain terhadap upaya Disdamkarmat dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bertanggung jawab.
Bagaimana teknis pelaksanaan tes urine di masing-masing shift?
Sekretaris Disdamkarmat, Ismail, menyampaikan bahwa pemeriksaan dilakukan dua tahap. Hari pertama untuk anggota yang sedang off, dan hari berikutnya giliran personel shift lainnya. Total anggota yang harus mengikuti tes sekitar 300 orang.
Teknis bergilir ini membuat kegiatan tetap berjalan tertib tanpa mengganggu kesiapsiagaan pos-pos pemadaman.
Apa sanksi bagi anggota yang kedapatan positif menggunakan narkoba?
Ismail menegaskan bahwa pihaknya tak ragu memberikan sanksi. Baik ASN, P3K maupun non-PNS, semuanya diperlakukan setara bila terbukti positif.
“ASN, P3K, maupun non-PNS semuanya sama. Kalau terbukti positif, ada sanksi dan dilaporkan ke BKPSDM,” pungkasnya.
Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Berapa durasi pelaksanaan tes urine massal di Disdamkarmat?
Tes berlangsung dua hari sesuai jadwal masing-masing anggota.
2. Siapa yang melakukan pemeriksaan urine?
Pemeriksaan ditangani oleh BNN Kota Samarinda.
3. Apakah hasil tes urine hari pertama ada yang positif?
Tidak. Seluruh sampel hari pertama dinyatakan negatif.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.