Balikpapan TV – Hai Cess! Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Samarinda resmi masuk tahap krusial.
Senin (17 November 2025), tim Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis turun langsung meninjau lahan milik Pemkot di kawasan Stadion Utama Palaran, Simpang Pasir.
Pemeriksaan ini bagian dari pengecekan readiness criteria sebelum proyek senilai Rp254 miliar dieksekusi—sebuah langkah besar yang menjawab kapan fasilitas pendidikan terintegrasi akhirnya berdiri nyata di Samarinda.
Apa yang Dicek Tim Pusat Saat Meninjau Lahan SR Palaran?
Pengecekan lapangan difokuskan pada kondisi lahan yang dikoordinasikan bersama berbagai OPD. Tim ingin memastikan parameter yang dipersyaratkan benar-benar terpenuhi sebelum kontrak berjalan.
Ryan Lubis, PPK Prasarana Strategis Kaltim, menegaskan, "Pengecekan hari ini difokuskan pada penyesuaian kondisi lahan. Secara keseluruhan, SR di Kaltim sudah masuk tahap akhir lelang, dan kami memastikan seluruh kriterianya benar-benar terpenuhi.”
Ia melanjutkan bahwa paket senilai Rp254 miliar itu telah tercantum dalam LPSE Kementerian PU. Hanya beberapa dokumen teknis yang masih disempurnakan, dan jika rampung, groundbreaking diproyeksikan dapat dilakukan akhir bulan.
Baca Juga: Dishub Samarinda Tindak Puluhan Mobil di Jalan M Yamin, Kendaraan Bakal Diderek
Mengapa Lokasi Palaran Dinilai Paling Siap?
Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda memastikan lahan yang disiapkan sesuai syarat luas minimal 7,2 hektare. Ini jadi faktor mengapa Palaran ditetapkan sebagai lokasi prioritas.
Selain itu, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Samarinda, Sofyan Agus, menjelaskan bahwa titik Palaran berada dalam koordinasi Pemkot, terpisah dari titik-titik SR yang dikelola Pemprov.
“SR di sini masuk wilayah koordinasi kota. Untuk lokasi Palaran, rencana permanennya SRT 24 dan SRT 57 kemungkinan menempati kawasan ini juga,” ujarnya.
Dengan kapasitas yang diinformasikan bisa mencapai 1.500 orang, kawasan itu dinilai sangat strategis. Pihaknya kini menunggu arahan teknis dari Kemensos, terutama karena setiap fase pembangunan biasanya selalu diikuti dokumen resmi.
Seberapa Penting Program Sekolah Rakyat bagi Samarinda?
Program SR menjadi pintasan solusi pemerataan pendidikan. SR dirancang untuk menyediakan fasilitas lengkap bagi anak dari keluarga kurang mampu—mulai tempat tinggal berasrama, sarana belajar, hingga perangkat seperti laptop.
Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Asli Nuryadin, tujuan SR sangat jelas: memastikan anak dari keluarga miskin tetap bisa menikmati layanan pendidikan berkualitas, bebas biaya, dan memiliki akses fasilitas memadai.
Kini, program SR telah berjalan di tiga titik—BPMP Kaltim, BPVP Sungai Kunjang, dan SMAN 16—sampai gedung permanen rampung.
Kapan Pembangunan Dimulai dan Apa Saja yang Disiapkan?
Pembangunan fisik ditargetkan mulai 2 Desember 2025, dengan estimasi pekerjaan sekitar enam bulan supaya fasilitas dapat dipakai pada tahun ajaran Juli mendatang.
Asli menegaskan pembangunan ini sepenuhnya dilakukan pemerintah pusat—Kemensos, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja kolaboratif.
Ia juga menambah pentingnya sosialisasi lebih cepat agar masyarakat tahu peluang dan manfaat pendidikan inklusif ini. Asli optimistis pengawalan pusat mampu memastikan bukan hanya bangunan besar yang hadir, tapi layanan yang benar-benar terjamin.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Palaran bukan sekadar proyek fisik, tapi langkah konkret membuka jalan pendidikan yang lebih adil bagi warga Samarinda. Dengan koordinasi pusat–daerah yang semakin rapi, harapan menghadirkan fasilitas terbaik bagi anak dari keluarga kurang mampu semakin dekat.
Yuk, sebarkan kabar positif ini biar makin banyak orang yang tahu peluang baru dunia pendidikan di Samarinda, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, ‘Bukan Sekadar Info Biasa!’
FAQ
1. Siapa yang membangun Sekolah Rakyat di Palaran?
Pembangunan dilakukan pemerintah pusat melalui kolaborasi Kemensos, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
2. Kapan pembangunan ditargetkan mulai?
Pembangunan ditargetkan dimulai 2 Desember 2025.
3. Siapa yang diprioritaskan masuk?
Anak dari keluarga kurang mampu menjadi prioritas utama sesuai kriteria yang ditetapkan pusat.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.