Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Proyek Terowongan Samarinda Capai 90 Persen! PUPR Samarinda Pastikan Uji Struktur Aman dan Sesuai Standar, Kapan Diresmikan?

Arya Kusuma • Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:13 WIB

Terowongan Samarinda tampak dalam tahap akhir pembangunan dengan alat berat di area inlet – fokus pada uji keselamatan struktur.
Terowongan Samarinda tampak dalam tahap akhir pembangunan dengan alat berat di area inlet – fokus pada uji keselamatan struktur.

Balikpapan TV - Hai Cess! Proyek terowongan ambisius di Kota Samarinda akhirnya mendekati garis akhir. Setelah sempat terguncang akibat longsor pada Mei lalu, pembangunan struktur fisik kini mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2025. Tapi sabar dulu, ya Cess — meski fisiknya kelar, terowongan ini belum bisa langsung dilewati kendaraan.

Masih ada sederet tahapan uji keselamatan dan kelayakan yang akan dilakukan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR pada tahun berikutnya, 2026.

Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Desy Damayanti, memastikan bahwa pengujian keselamatan sepenuhnya menjadi ranah Kementerian PUPR. “Karena ujinya dilakukan oleh pusat, kita harus mengajukan dulu ke sana. Nanti mereka menurunkan tim ke Samarinda. Ketika uji selesai dan secara struktur dinyatakan aman, barulah bisa digunakan,” ujarnya.

Kenapa Terowongan Samarinda Butuh Uji dari Pusat?

Menurut Desy, pengujian utama dilakukan oleh tim teknis nasional karena menyangkut aspek keamanan publik. Terowongan bukan sekadar proyek konstruksi biasa—struktur di bawah tanah punya risiko tinggi jika tidak diuji dengan standar nasional.

Selama masa pembangunan, Dinas PUPR Samarinda hanya melakukan uji internal untuk memastikan tiap tahap sesuai spesifikasi. “Ketika sudah selesai, kita minta mereka (Kementerian PUPR) melakukan uji secara keseluruhan,” tambahnya.

Baca Juga: Proyek Lebih Rp200 Miliar Demi Pasar Modern! Revitalisasi Pasar Segiri Diproyeksikan Dongkrak Ekonomi Lokal, Seperti Ini Rencannya

Apa Kendala Terbesar yang Dialami Selama Pembangunan?

Ternyata, tantangan terbesar datang dari alam sendiri. Pada Mei 2025 lalu, mulut terowongan di sisi inlet sempat mengalami runtuhan yang memaksa kontraktor melakukan penyesuaian besar.
“Akibatnya, struktur kita perkuat lagi dengan menambah panjang di sisi inlet dan outlet sepanjang 72 meter,” jelas Desy. Untungnya, kendala itu bisa segera diatasi. “Kendala terakhir itu saja, makanya pekerjaan di mulut terowongan kita perpanjang. Kalau yang lain tidak ada,” tambahnya optimistis.

Kapan Terowongan Ini Bisa Digunakan Warga?

Meskipun fisik selesai 2025, terowongan belum bisa langsung dioperasikan. Proses pengujian oleh Kementerian PUPR diperkirakan selesai pada 2026. Setelah itu, masih ada masa penilaian sebelum resmi dibuka untuk umum.
“Pengoperasian kemungkinan baru bisa 2027, karena setelah selesai, masih harus melalui masa uji dari Kementerian PUPR,” terang Desy. Uji ini mencakup aspek struktur bangunan dan keselamatan lalu lintas di dalam terowongan. Bahkan, pola arus lalu lintas—apakah satu arah atau dua arah—akan ditentukan setelah penilaian pusat.

Bagaimana Dampak Uji Fondasi ke Warga Sekitar?

Di balik progres positif, muncul polemik baru. Pada pertengahan Oktober 2025, uji Pile Driving Analyzer (PDA) di kawasan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, membuat sejumlah rumah warga retak akibat getaran alat berat.
Menanggapi hal itu, Pemkot Samarinda bersama Dinas PUPR langsung turun ke lapangan pada 28 Oktober.

Mereka menawarkan bantuan uang kerohiman kepada warga terdampak. Namun, sebagian warga menganggap nominalnya tidak sebanding dengan kerusakan yang terjadi.
Pejabat Pembuat Komitmen proyek, Rezky Samudra Aprilyan, membenarkan laporan tersebut. “Data awal mencatat ada tujuh rumah terdampak. Namun, kami masih menunggu hasil penelusuran tim lapangan dari Bidang Cipta Karya untuk memastikan jumlah dan tingkat kerusakan,” ujarnya.

Apa Langkah Pemerintah Setelah Insiden Ini?

Pemerintah memastikan seluruh laporan warga ditindaklanjuti dengan pendekatan humanis. Selain survei lanjutan, tim teknis akan mengevaluasi metode uji agar tidak menimbulkan dampak serupa.
Desy menegaskan bahwa Provisional Hand Over (PHO) belum bisa dilakukan karena bagian mulut terowongan masih dalam proses penyelesaian. “PHO belum, karena ini satu kesatuan struktur. Kalau mulut terowongannya selesai, baru bisa,” katanya.

Dengan progres yang sudah mencapai 90 persen, Dinas PUPR optimistis target penyelesaian 2025 tetap bisa dikejar. “Kalau konstruksi targetnya tetap tahun ini. Setelah itu baru kami ajukan untuk uji ke pusat,” pungkas Desy.

Pembangunan terowongan ini memang bukan perkara mudah, tapi optimisme pemerintah dan pekerja lapangan jadi energi utama. Samarinda sedang bersiap punya infrastruktur megah yang bisa mengurai kemacetan dan jadi ikon baru kota tepian.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Kapan terowongan Samarinda mulai beroperasi?
Target konstruksi selesai 2025, uji kelayakan dilakukan 2026, dan operasional diperkirakan mulai 2027.

2. Apa penyebab terowongan sempat tertunda?
Runtuhan tanah di mulut terowongan pada Mei 2025 menyebabkan tambahan pekerjaan struktur dan anggaran.

3. Bagaimana nasib warga yang rumahnya retak akibat proyek?
Pemkot Samarinda sudah mendata dan menawarkan bantuan uang kerohiman, sambil menunggu hasil investigasi resmi.

 

DISKLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma
#Terowongan Samarinda #longsor samarinda #uji kelayakan #Proyek PUPR