Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Gebyar Anugerah Literasi 2025: Pemprov Kaltim Dorong Budaya Baca Menuju Generasi Emas 2045

Rizkiyan Akbar • Selasa, 28 Oktober 2025 | 09:04 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV – Hai Cess! Pemprov Kaltim resmi menggelar Gebyar Anugerah Literasi 2025 di Gedung Olah Bebaya, Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27 Oktober 2025).

Kegiatan ini jadi ajang bergengsi yang menegaskan komitmen Pemprov Kaltim dalam membangun generasi unggul dan berkarakter lewat penguatan budaya literasi di seluruh lapisan masyarakat.

Gubernur Kaltim Rudy Masud menegaskan bahwa literasi bukan sekadar bisa membaca dan menulis, tapi juga tentang memahami dunia, berpikir kritis, serta menumbuhkan empati. 

Menariknya, acara ini bukan cuma selebrasi simbolik, tapi juga momentum untuk memperluas gerakan literasi dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sosial.

Yuk lanjut baca sampai habis, biar tahu seberapa keren komitmen Kaltim membentuk Generasi Emas 2045, Cess! 

Baca Juga: SMAN 10 Samarinda Resmi Jadi Sekolah Garuda, Terapkan Kurikulum Global Setara S1

Apa Makna Gebyar Anugerah Literasi 2025 bagi Generasi Kaltim?

Gebyar Anugerah Literasi 2025 bukan sekadar seremoni penghargaan, tapi simbol tekad Pemprov Kaltim membangun generasi unggul lewat literasi.

Gubernur Kaltim Rudy Masud bersama Bunda Literasi Kaltim Sarifah Suraidah Harum berfoto bersama para pemenang lomba literasi dan kepustakawanan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27 Oktober 2025).
Gubernur Kaltim Rudy Masud bersama Bunda Literasi Kaltim Sarifah Suraidah Harum berfoto bersama para pemenang lomba literasi dan kepustakawanan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27 Oktober 2025).

Menurut Gubernur Rudy Masud, literasi merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan berdaya saing.

Ia menegaskan, “Literasi bukan hanya tumbuh di ruang kelas. Lingkungan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat turut mempengaruhi minat membaca serta pola pikir anak-anak kita.”

Pesannya sederhana tapi kuat: literasi harus menjadi bagian dari karakter anak muda Kaltim sejak dini. Kalau minat membaca sudah tumbuh sejak kecil, maka wawasan dan empati juga ikut berkembang. Dari situlah generasi cerdas dan berbudaya lahir.

Bagaimana Pemprov Kaltim Mendorong Literasi hingga ke Pelosok?

Pemprov Kaltim tak hanya bicara, tapi juga bergerak nyata. Sejumlah program strategis digulirkan, mulai dari digitalisasi perpustakaan daerah hingga distribusi buku ke wilayah pelosok.

Tak hanya itu, kolaborasi dengan kampus dan komunitas literasi lokal juga terus diperkuat agar gerakan ini tidak berhenti di pusat kota saja.

Menurut Rudy, tantangan global kini menuntut generasi muda untuk bisa “membaca realita sosial”, bukan hanya teks di atas kertas. Artinya, literasi juga tentang kemampuan berpikir kritis dan menemukan solusi atas masalah sekitar.

Dari kampung, sekolah, hingga kampus, Kaltim ingin menumbuhkan budaya membaca yang hidup di setiap sudut daerah.

Mengapa Literasi Jadi Pondasi Generasi Emas 2045?

Karena masa depan dibangun lewat pengetahuan dan karakter. Gubernur Rudy menekankan bahwa generasi Kaltim harus siap bersaing di level nasional dan global.

“Generasi Kaltim harus mampu bersaing di era global dengan bekal literasi yang kuat. Kita ingin anak-anak kita bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungannya,” ujarnya.

Pernyataan itu menggarisbawahi misi besar Kaltim menuju Generasi Emas 2045 — generasi yang tak hanya pandai, tapi juga berbudaya dan berkarakter. Literasi jadi bekal mental dan intelektual untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Baca Juga: DPRD Siapkan Balikpapan Barat Jadi Ikon Wisata Kuliner Bernuansa Nusantara

Bagaimana Peran Bunda Literasi Kaltim dalam Gerakan Ini?

Gubernur Kaltim Rudy Masud saat diwawancarai usai Gebyar Anugerah Literasi 2025 di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27 Oktober 2025).
Gubernur Kaltim Rudy Masud saat diwawancarai usai Gebyar Anugerah Literasi 2025 di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27 Oktober 2025).

Peran Bunda Literasi Kaltim, Sarifah Suraidah Harum, nggak kalah penting. Ia mendorong agar gerakan literasi dimulai sejak dini, bahkan dari Posyandu.

“Literasi harus hadir sejak anak-anak masih di Posyandu. Dari situ, mereka akan tumbuh dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat belajar yang kuat,” ungkapnya.

Menurutnya, keluarga adalah sekolah pertama. Kalau anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh cerita, buku, dan percakapan bermakna, maka minat baca akan terbentuk alami.

Ia juga menegaskan, peningkatan literasi perlu melibatkan semua pihak — dari orang tua, pendidik, sampai komunitas sosial di tiap daerah.

Apa Harapan dari Gebyar Anugerah Literasi 2025 Ini?

Melalui kegiatan ini, Pemprov Kaltim berharap semangat literasi bisa menjalar ke seluruh lapisan masyarakat.

Ajang ini juga jadi ruang apresiasi bagi pelaku literasi yang selama ini menginspirasi lewat karya, buku, dan kegiatan edukatif. Semua diarahkan untuk mewujudkan Kaltim sebagai provinsi yang cerdas, berbudaya, dan siap bersaing.

Acara Gebyar Anugerah Literasi 2025 bukan cuma selebrasi satu hari, tapi langkah panjang menuju masyarakat yang gemar membaca dan berpikir terbuka. Karena seperti kata pepatah, “Bangsa besar dimulai dari pikiran-pikiran yang tercerahkan.”

Gebyar Anugerah Literasi 2025 jadi bukti nyata komitmen Pemprov Kaltim membangun generasi emas lewat budaya membaca dan berpikir kritis.

Kegiatan ini menggandeng banyak pihak, dari pemerintah, pendidik, hingga komunitas lokal — semua demi satu tujuan: Kaltim Cerdas, Berkarakter, dan Siap Menyongsong generasi emas 2045!

Yuk, bagikan semangat literasi ini, Cess! Karena satu buku bisa menyalakan ribuan cahaya pengetahuan.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apa tujuan utama Gebyar Anugerah Literasi 2025 di Kaltim?

Untuk memperkuat budaya literasi di masyarakat dan membangun generasi muda Kaltim yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

2. Siapa tokoh penting yang terlibat dalam kegiatan ini?

Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Bunda Literasi Kaltim Sarifah Suraidah Harum menjadi penggerak utama gerakan literasi daerah.

3. Apa dampak nyata dari program literasi yang dijalankan Pemprov Kaltim?

Peningkatan akses buku, digitalisasi perpustakaan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan literasi hingga ke pelosok daerah.

 

DISKLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Bunda Literasi Kaltim Sarifah Suraidah Harum menjelaskan pentingnya gerakan literasi sejak dini usai Gebyar Anugerah Literasi 2025 di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27 Oktober 2025).
Bunda Literasi Kaltim Sarifah Suraidah Harum menjelaskan pentingnya gerakan literasi sejak dini usai Gebyar Anugerah Literasi 2025 di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27 Oktober 2025).

Editor : Arya Kusuma
#Gebyar Anugerah Literasi 2025 #pemprov kaltim #generasi emas #Rudy Masud