Balikpapan TV - Hai Cess! Bappenas tengah menyusun peta jalan ketenagakerjaan untuk menghadapi potensi ledakan pengangguran akibat transisi energi, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) yang bergantung pada batu bara.
Bappenas, menekankan pentingnya alih keterampilan dan penyesuaian tenaga kerja seiring pergeseran ekonomi hijau dalam kegiatan Indonesia Sustainable Energy Week 2025 di Samarinda, Rabu (15 Oktober 2025).
Yuk, simak lebih lanjut bagaimana strategi ini akan berjalan dan dampaknya ke kita semua, Cess!
Apa yang sedang dilakukan Bappenas untuk pekerja terdampak transisi energi?
Nur Hygiawati Rahayu, Direktur Ketenagakerjaan Bappenas RI menyiapkan peta jalan ketenagakerjaan yang fokus pada program reskilling dan upskilling bagi pekerja terdampak.
“Kami sedang menyiapkan peta jalan yang fokus pada program alih keterampilan bagi tenaga kerja terdampak, karena ke depan jenis pekerjaan yang dibutuhkan akan berubah,” ujarnya.
Langkah ini menjadi jaring pengaman sosial sekaligus peluang baru. Pekerja yang sebelumnya di sektor batu bara bisa diarahkan ke industri energi terbarukan, teknologi lingkungan, dan ekonomi sirkular yang kini mulai naik daun.
Mengapa transformasi energi berdampak langsung pada ekonomi Kaltim?
Kaltim dikenal sebagai tulang punggung energi fosil, terutama batu bara. Dengan menurunnya permintaan, sektor ini otomatis mengurangi penyerapan tenaga kerja. Dampaknya, risiko pengangguran di wilayah ini meningkat signifikan.
Bappenas menekankan bahwa penyesuaian tenaga kerja harus selaras dengan kebijakan nasional dalam RPJPN dan RPJMN.
Tujuannya jelas: menciptakan ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat lokal.
Bagaimana pemerintah mempersiapkan tenaga kerja masa depan?
Kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi disarankan menyesuaikan kebutuhan industri hijau. Mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga teknologi lingkungan, semua harus menjadi kompetensi yang dikuasai generasi muda.
“Diperlukan ekosistem pendukung yang lengkap, mulai dari regulasi, ketersediaan data tenaga kerja hijau, standar kompetensi baru, hingga insentif untuk dunia usaha yang merekrut tenaga kerja hijau,” tambahnya.
Ini memastikan tenaga kerja siap menghadapi permintaan industri masa depan, Cess!
Apa peran pemerintah daerah dalam transisi ini?
Pemerintah daerah, termasuk Pemprov Kaltim, diminta segera menyiapkan program pelatihan alih kompetensi terarah. Tujuannya jelas: mencegah lonjakan pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Selain itu, keterlibatan pemerintah daerah memastikan strategi nasional dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Dari monitoring, regulasi, hingga kolaborasi dengan sektor swasta, semua harus berjalan seiring.
Bappenas berharap langkah-langkah strategis ini akan menciptakan jaring pengaman sosial sekaligus peluang ekonomi baru.
Pekerja yang terdampak bisa menemukan pekerjaan di sektor hijau, sementara ekonomi Kaltim tetap tumbuh berkelanjutan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Siapa saja pekerja yang akan terdampak transisi energi di Kalimantan Timur?
Pekerja sektor batu bara dan energi fosil yang mulai menurun permintaannya.
2. Program apa yang disiapkan Bappenas untuk mereka?
Program alih keterampilan seperti reskilling dan upskilling untuk menyesuaikan dengan industri hijau.
3. Bagaimana masyarakat bisa ikut mendukung transisi energi?
Dengan mengikuti pelatihan vokasi, meningkatkan kompetensi hijau, dan mendukung kebijakan lokal yang ramah lingkungan.