Balikpapan TV - Hai Cess! Di tengah geliat pembangunan kota Samarinda, ada kisah yang belum banyak tersorot — tentang warga yang hidup di tengah kota tapi masih kesulitan mendapatkan air bersih. Ironisnya, booster PDAM sudah berdiri megah di wilayah mereka, namun air bersih tak kunjung mengalir.
Sudriman, perwakilan warga Sidomulyo, menceritakan bahwa beberapa RT seperti RT 16, 17, 30, dan 48 hingga kini belum merasakan aliran air dari booster Perumdam Tirta Kencana Samarinda. “Waktu itu saya ikut mendampingi tim PDAM saat pengambilan koordinat dan pengukuran kebutuhan pipa. Tapi setelah itu tidak ada tindak lanjut lagi, hilang begitu saja,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, pipa sekunder justru sudah melintas di kawasan mereka menuju pemukiman lain. “Pipa itu melewati wilayah kami, tapi warga di sini belum dapat aliran sama sekali. Padahal booster-nya dibangun di sini,” tambahnya dengan nada getir.
Kenapa Air Bersih di Sidomulyo Belum Mengalir Juga?
Masalah utama rupanya terletak pada belum tersambungnya pipa sekunder menuju booster. Warga sudah menunggu lama sejak dilakukan pengukuran jaringan beberapa bulan lalu, namun belum ada progres berarti.
Sementara itu, warga yang tinggal di kawasan paling dekat dengan booster justru belum menikmati manfaatnya. Banyak yang masih harus mencari alternatif, seperti mengandalkan air hujan atau membeli air dari warga yang sudah tersambung PDAM.
Baca Juga: DPRD Balikpapan Siapkan Aturan Baru Peredaran Minuman Beralkohol, Ini Bocorannya!
Bagaimana Warga Bertahan Tanpa Akses Air Bersih?
Kondisi ini memaksa warga Sidomulyo beradaptasi dengan cara-cara tradisional. Mereka menampung air hujan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Namun saat musim kemarau datang, situasinya berubah drastis.
“Satu tandon bisa sampai Rp 85 ribu. Kalau musim kemarau, kami bahkan pernah mengambil air dari Sungai Karang Mumus,” tutur Sudirman. Praktik ini tentu jauh dari kata layak, apalagi untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi bagi mereka, tidak ada pilihan lain.
Apa Langkah yang Sudah Diambil Perumdam Tirta Kencana?
Pihak Perumdam Tirta Kencana, melalui Humas-nya, Taufik, mengakui memang ada kendala teknis. Ia menyebut, booster di Sidomulyo belum berfungsi penuh karena masih menunggu penyambungan pipa sekunder.
“Memang booster di sana belum berfungsi penuh karena masih menunggu sambungan pipa sekunder. Kami sedang upayakan agar pipa itu bisa segera terhubung ke booster,” jelas Taufik, Minggu (12/10).
Saat ini, pihaknya fokus menyelesaikan proyek penyambungan pipa dari arah Jalan Damai menuju empat RT yang terdampak. Targetnya, sambungan air bersih ke wilayah Sidomulyo bisa rampung pada 2026.
Kapan Warga Sidomulyo Bisa Nikmati Air Bersih?
Harapan baru muncul ketika Taufik menyebut, bantuan anggaran untuk penyambungan pipa sudah masuk dalam rencana tahun depan. “Kami optimistis masalah air bersih di Sidomulyo bisa segera teratasi,” tegasnya.
Pihak PDAM juga berkomitmen untuk mempercepat proyek, sejalan dengan arahan Wali Kota Samarinda agar pelayanan air bersih mencapai 100 persen pada 2028. Warga tentu berharap janji itu bukan sekadar wacana, melainkan realisasi nyata yang bisa dirasakan langsung.
Bagaimana Sikap Warga terhadap Kondisi Ini?
Meski kecewa, warga Sidomulyo memilih bersabar dan tetap menaruh harapan. “Kami tidak iri dengan warga lain yang sudah dapat aliran air, tapi paling tidak, kami yang menjadi lokasi pembangunan IPA ini juga perlu diprioritaskan,” pungkas Sudirman.
Mereka ingin suara mereka didengar. Air bersih bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar. Dalam konteks kota yang sedang tumbuh seperti Samarinda, akses air bersih semestinya sudah menjadi hal yang lumrah, bukan lagi perjuangan panjang.
Warga Sidomulyo kini menunggu langkah nyata pemerintah dan PDAM. Mereka sudah cukup bersabar. Kini, yang dibutuhkan hanyalah bukti bahwa pembangunan tidak hanya berhenti di atas kertas, tapi benar-benar sampai ke kran rumah mereka.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Mengapa booster di Sidomulyo belum berfungsi penuh?
Karena sambungan pipa sekunder menuju booster masih dalam proses pembangunan.
2. Kapan diperkirakan air bersih mengalir ke Sidomulyo?
Target Perumdam Tirta Kencana adalah tahun 2026, namun diupayakan bisa lebih cepat.
3. Apa solusi sementara bagi warga?
Sebagian warga menggunakan air hujan atau membeli air dari kawasan yang sudah teraliri PDAM.