Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kaltim Diperluas, Palaran Samarinda Jadi Prioritas

Rizkiyan Akbar • Kamis, 9 Oktober 2025 | 15:57 WIB

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (pake peci) dan jajaran saat kunjungan kerja di Samarinda, Selasa (7 Oktober 2025).
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (pake peci) dan jajaran saat kunjungan kerja di Samarinda, Selasa (7 Oktober 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! Pembangunan Sekolah Rakyat kini makin serius dijalankan di Kaltim, khususnya di Samarinda.

Dalam kunjungan kerjanya ke Samarinda pada Selasa (7 Oktober 2025), Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjanjikan bahwa Sekolah Rakyat akan segera dibangun secara permanen, termasuk salah satunya di kawasan Palaran, Samarinda.

Target ambisius pemerintah adalah menghadirkan 165 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Saat ini baru 53 sekolah yang berjalan, tapi ke depan jumlah ini dipastikan meningkat signifikan setiap tahun.

Ambisi Pemerintah Hadirkan Sekolah Rakyat Permanen di Seluruh Provinsi

Pemerintah menekankan setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu Sekolah Rakyat permanen, sementara setiap provinsi minimal dua sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen untuk setiap kabupaten/kota dan provinsi, Selasa (7 Oktober 2025).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen untuk setiap kabupaten/kota dan provinsi, Selasa (7 Oktober 2025).

Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, langkah ini untuk memastikan akses pendidikan berkualitas merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Setiap kabupaten/kota diharapkan memiliki minimal satu Sekolah Rakyat permanen, dan setiap provinsi dua sekolah," ujar Saifullah Yusuf, Menteri Sosial RI.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Samarinda Dipastikan Bebas Titipan, Prioritaskan Anak dari Keluarga Miskin dan Putus Sekolah

Kuota 1.000 Siswa Jadi Standar Tiap Sekolah Rakyat

Tak hanya fisik bangunan, pemerintah juga menargetkan tiap Sekolah Rakyat menampung 1.000 siswa dari SD hingga SMA.

Tahun ini, setidaknya 100 titik Sekolah Rakyat permanen mulai dibangun, termasuk proyek prioritas di kawasan Palaran, Samarinda.

Proyek ini diharapkan mengakhiri ketergantungan pada gedung pinjaman, sehingga siswa dan guru bisa belajar dan mengajar dengan lebih nyaman.

Model sekolah permanen di Palaran juga dirancang dengan fasilitas lengkap, dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan hingga asrama dan lapangan olahraga.

Kaltim Masih Minim Sekolah Rakyat, Tapi Peningkatan Signifikan Terjadi

Hingga saat ini, Kaltim baru memiliki tiga Sekolah Rakyat. Dua di bawah pengelolaan Pemkot Samarinda, dan satu dikelola oleh provinsi di SMA 16 Samarinda.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji diwawancarai terkait fasilitas pendukung Sekolah Rakyat, Selasa (7 Oktober 2025).
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji diwawancarai terkait fasilitas pendukung Sekolah Rakyat, Selasa (7 Oktober 2025).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan, fasilitas pendukung sekolah akan semakin lengkap seiring pembangunan permanen.

"Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti asrama siswa dan guru, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta sarana ekstrakurikuler dan lapangan olahraga," kata Seno Aji.

Sekolah Rakyat Bagian dari Strategi Nasional Atasi Putus Sekolah

Program Sekolah Rakyat merupakan strategi nasional untuk mengurangi kemiskinan akibat putus sekolah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah yakin, dengan pembangunan berkelanjutan, anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa menikmati pendidikan berkualitas.

Yuk, sebarkan informasi ini agar lebih banyak anak yang bisa merasakan manfaat pendidikan ini, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#kaltim #samarinda #palaran #Sekolah Rakyat #menteri sosial