Balikpapantv.id - Hai Cess! Samarinda lagi-lagi bikin gebrakan dalam layanan publik.
Kini, warga gak perlu repot-repot datang ke kantor kelurahan atau Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) hanya untuk mendaftar bantuan perbaikan rumah.
Pemkot Samarinda baru aja meluncurkan Sistem Pengusulan Rehabilitasi Rumah dan Rumah Baru Layak Huni (Sirubah) sebagai wadah resmi pengajuan bantuan rumah layak huni.
Peluncuran Sirubah ini menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk lebih mudah mengakses program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) maupun pembangunan rumah baru, Cess!
Layanan digital ini bisa diakses mandiri melalui laman: disperkim.samarindakota.go.id dengan sistem verifikasi langsung dari tim Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan Disperkim!
Sirubah Jadi Terobosan Digital untuk Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Samarinda
Sirubah hadir untuk memotong jalur birokrasi yang dulunya ribet dan manual. Warga bisa daftar sendiri dari rumah dengan lebih transparan.
Masyarakat cukup masuk ke menu layanan, pilih fitur Sirubah, lalu isi data diri. Dokumen wajib seperti KTP, KK, bukti kepemilikan tanah, serta foto kondisi rumah harus disiapkan, Cess!
Bantuan Perbaikan Rumah Naik, Stimulan Kini Lebih Besar
Sekretaris Disperkim Samarinda, Cecep Herly, menegaskan program ini jadi bukti keterbukaan layanan pemerintah.
“Sekarang masyarakat bisa langsung mengakses. Namun, bagi warga yang kesulitan teknologi, pendaftaran tetap bisa dibantu di kantor kelurahan,” ujarnya.
Tak hanya itu, nilai stimulan bantuan juga meningkat. Bantuan perbaikan rumah naik dari Rp 20 juta jadi Rp 30 juta, sementara pembangunan rumah baru yang tadinya Rp 50 juta kini mencapai Rp 170 juta, lho!
Verifikasi Ketat dengan 7 Indikator Prioritas Penerima Bantuan
Penerima bantuan ditentukan lewat 7 indikator, mulai dari kondisi bangunan, sanitasi, akses jalan, hingga keamanan kebakaran. Semua data diverifikasi berlapis agar bantuan tepat sasaran, Cess!
Menurut Cecep, kendala lapangan memang sering muncul, misalnya soal status tanah, warisan, atau kondisi sosial warga lanjut usia. Hal ini jadi perhatian serius tim fasilitator lapangan.
Harapan Besar, Data Akurat dan Potensi Konflik Sosial Bisa Ditekan
Cecep menjelaskan, “Masalah-masalah seperti itu akan kami carikan solusi. Pendamping lapangan punya peran besar.” Ia berharap Sirubah jadi penguat data RTLH Samarinda sekaligus mencegah konflik sosial.
Meskipun sudah digital, warga tetap boleh mengajukan secara manual lewat kantor kelurahan. Namun dengan Sirubah, pengusulan kini lebih transparan, mudah dipantau, dan mempermudah pemerintah menentukan prioritas bantuan.
Dengan hadirnya Sirubah, warga Samarinda gak perlu bingung kagi mencari jalur bantuan rumah layak huni. Semua lebih praktis, transparan, dan jelas arahnya.
Yuk, share artikel ini biar makin banyak orang yang tau dan bisa memanfaatkan program ini, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'