Balikpapantv.id - Hai Cess! Pernah lihat sungai yang awalnya penuh sampah dan rawan banjir, tiba-tiba jadi bersih dan rapi? Nah, Samarinda lagi serius banget mewujudkan itu.
Lewat program normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), Pemkot bergerak cepat membongkar bangunan liar, membersihkan tumpukan sampah, dan membangun kesadaran warga untuk menjaga lingkungan.
Ekskavator Amfibi Turun ke Lapangan
Kamis (14/8) jadi hari dimulainya aksi besar ini. 2 ekskavator amfibi langsung bekerja di tepi SKM. Tim gabungan Satpol PP, Wasdal Tata Ruang, dan DPUPR Samarinda pun ikut mengamankan jalannya pembongkaran, Cess!
Wali Kota Andi Harun memantau langsung dari lokasi. Sebanyak 92 bangunan dibongkar, sebagian sudah dirobohkan mandiri oleh pemiliknya setelah menerima ganti rugi.
“Ini lanjutan dari segmen-segmen yang sudah kita kerjakan sejak tahun-tahun sebelumnya. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 9,9 miliar, termasuk kompensasi bongkar untuk warga yang memiliki alas hak,” jelas Andi Harun.
Menurutnya, kesadaran warga kini sudah terbentuk—mereka paham banjir tidak bisa diatasi oleh satu pihak saja.
Langgar dan Posyandu Ikut Jadi Perhatian
Di tengah pembongkaran, ada permintaan khusus warga: mempertahankan fungsi langgar yang jadi pusat ibadah. Pemkot setuju, tapi bangunan kayu lama akan diganti dengan yang lebih permanen.
Menariknya, pembangunannya bukan dari APBD, melainkan hasil swadaya masyarakat dan tokoh lokal. “Insyaallah saya pribadi akan ikut menyisihkan rezeki untuk pembangunan langgar baru. Lokasinya sudah disepakati di tepi SKM,” kata Andi.
Tak berhenti di situ, warga juga mengusulkan adanya posyandu untuk layanan kesehatan ibu dan anak. Andi siap memfasilitasi asalkan lokasi sudah ditentukan.
“Posyandu ini penting untuk layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pencegahan stunting,” tegasnya.
Tahapan Panjang Menuju Sungai Tangguh
Andi Harun menegaskan, program ini tidak berhenti di pembongkaran. Setelah pengerukan selesai, tahap selanjutnya adalah pembangunan turap untuk memperkuat tebing sungai, Cess!
“Kalau anggaran tahun depan memungkinkan, kita lanjutkan dengan turap supaya tidak terjadi longsor atau penurunan tebing,” ujarnya. Tahun ini, fokus pengerjaan berada di sisi hilir SKM sebelum bergerak ke hulu.
Gotong Royong Jadi Kunci
Proses normalisasi di SKM kali ini menonjolkan semangat gotong royong. Kesepakatan pembongkaran, relokasi fasilitas umum, hingga rencana pembangunan baru langsung disetujui di tingkat warga tanpa rapat panjang.
“Inilah kolaborasi yang diharapkan. Dari atas sampai bawah saling terlibat untuk membangun kota ini,” pungkas Andi.
Kolaborasi juga terjalin antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim. Pemkot menangani masalah sosial dan pembebasan lahan, sedangkan Pemprov melalui DPUPR-Pera Kaltim dan TNI mengurus pengerukan sedimentasi. Sinergi ini sudah terjalin sejak 2019.
Operasi Bersih-Bersih: Dari Sampah Plastik hingga Pampers
Selain pembongkaran, pada Sabtu (9/8) ada juga aksi bersih-bersih yang unik: Gerakan Perahu Ketinting Pungut Sampah. Puluhan ketinting milik warga berkeliling mengangkut sampah plastik, pampers, dan botol bekas, Cess!
Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah, menegaskan kegiatan ini rutin tiap bulan. “Sampah tidak datang sendiri ke sungai. Kalau masyarakat belum peduli, seberapa sering bersihkan, kebersihan maksimal sulit tercapai,” katanya.
Potensi Wisata Air dan Target Adipura Kencana
Endang menyebut, SKM punya potensi besar jadi wisata kuliner air seperti di Thailand. Program ini juga sejalan dengan target Samarinda meraih Adipura Kencana 2026.
DLH tengah menyiapkan strategi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, mulai dari kompos, pakan maggot, hingga plastik daur ulang.
Hadiah Unik untuk Pemungut Sampah Terbanyak
Menariknya, dalam kegiatan ini, perhotelan ikut menyumbang doorprize seperti voucher kamar, gym, paket makan, hingga tiket renang bagi kelompok pengumpul sampah terbanyak.
Firman dari Perumdam Tirta Kencana Samarinda menilai kegiatan ini positif. “Kegiatan itu bagus untuk meningkatkan kebersihan sungai yang juga menjadi salah satu indikator Adipura Kencana,” ujarnya.
Suara Warga: Sungai Bersih untuk Semua
Bahruddin, Ketua Kelompok Tani Harapan Abadi, bahkan menurunkan delapan ketinting untuk ikut mengangkut sampah.
“Kalau sungai bersih, semua masyarakat enak menikmati. Kadang baling-baling perahu nyangkut gara-gara sampah,” katanya. Sebagian sampah SKM ternyata datang dari Sungai Mahakam. “Makanya harus rutin dibersihkan,” tambahnya.
Endang menutup dengan imbauan tegas, “Berhenti sudah buang sampah ke sungai mulai sekarang. Sungai ini punya kita semua. Kalau bersih, kita juga yang menikmati.”
Yuk Cess, dukung terus gerakan ini! Sungai yang bersih bukan cuma indah dilihat, tapi juga sehat untuk kehidupan. Bagikan artikel ini biar semakin banyak orang yang sadar dan ikut ambil bagian!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, "Bukan Sekedar Berita Biasa!"