Balikpapantv.id - Hai Cess! Kamu yang sering lewat Jalan Mugirejo pasti tau gimana repotnya saat hujan turun deras. Banjir langsung melanda, bikin aktivitas terganggu dan jalanan berubah jadi kolam dadakan.
Tapi tenang, akhirnya Pemkot ambil langkah serius buat atasi masalah ini, dan bukan kaleng-kaleng, Wali Kota Samarinda Andi Harun sendiri yang turun tangan langsung ke lokasi!
Proyek Drainase 200 Meter, Bukan Sekadar Gali Tanah
Langkah konkret yang sudah berjalan saat ini adalah pembangunan saluran air sepanjang 200 meter di sisi Jalan Mugirejo.
Proyek ini bukan sekadar penggalian asal-asalan, tapi dirancang sebagai solusi jangka panjang buat atasi limpasan air dari berbagai arah, Cess!
“Air itu datang bukan cuma dari 1 arah, tapi dari Panjaitan, permukiman Mugirejo, dan juga Gang Bugis,” jelas Andi Harun saat meninjau lokasi, Kamis (3/7).
Jadi wajar aja, proyek ini harus mencakup banyak aspek teknis yang gak bisa sembarangan!
Gang Bugis: Titik Kritis yang Sering Dilupakan
Siapa sangka, Gang Bugis jadi salah satu biang kerok utama. Aliran air sering tersumbat di sini.
Parahnya lagi, ada area kupasan lahan yang rencananya akan jadi sekolah 3 bahasa, berlokasi persis di samping tempat ibadah Maha Vihara Sejahtera Meitreya.
Andi Harun langsung ambil langkah: “Kami minta OPD teknis komunikasi sama pengembang sekolah. Meski belum dibangun, pengelolaan air harus dirancang dari awal,” tegasnya.
Rekayasa Air Jadi Kunci Utama
Masalah air ini nggak bisa diselesaikan cuma dengan gali-gali. Harus ada rekayasa permanen!
Kontur wilayah yang menurun ke arah Jalan DI Panjaitan jadi tantangan tersendiri, dan menurut Andi Harun, drainase yang oke wajib hukumnya buat kawasan seperti ini, Cess!
Bangunan Penghambat Aliran Air Bakal Dievaluasi
Pemkot juga sedang meneliti keberadaan bangunan liar yang bisa menghambat aliran air, termasuk pagar warga dan warung. Tapi tenang, semuanya dilakukan dengan pendekatan humanis.
“Kalau pagar berdiri di fasilitas umum, ya kita bongkar. Tapi kalau itu tanah hak milik, kita minta izin baik-baik. Pemerintah bakal bangun ulang,” kata Wali Kota.
Pembongkaran Crossing Drainase Jadi Prioritas
Untuk jangka pendek, ada langkah cepat: pembongkaran ulang crossing drainase di simpang Jalan DI Panjaitan–Mugirejo. Drainase yang terlalu rendah jadi penyebab utama air tertahan.
Pekerjaan fisik ini dijadwalkan mulai minggu depan. “Kami juga minta DPUPR segera koordinasi sama Perumdam Tirta Kencana, karena pipa PDAM juga harus dipindah kalau mengganggu pelebaran,” tambahnya.
Baca Juga: Tragedi Sungai Mahakam, Tugboat Tabrak Kelotok! KSOP Samarinda Ungkap Fakta Sementara
Target Selesai 2026: Nggak Cuma Wacana
Kalau semua berjalan lancar, Andi Harun menargetkan persoalan banjir di kawasan ini selesai di tahun 2026.
Bukan hanya drainase, tapi juga termasuk perbaikan jalan utama Mugirejo yang saat ini posisinya malah lebih rendah dari rumah warga dan parit.
Sinergi Semua Pihak Diperlukan
Kerja bareng antar dinas, pengembang, dan warga jadi kunci keberhasilan proyek ini. Wali Kota Andi Harun mengingatkan, ini bukan cuma tugas pemerintah tapi tanggung jawab semua pihak.
“Yang penting sekarang, air bisa jalan dulu. Kita nggak bisa tunggu banjir makin parah,” pungkasnya.
Banjir Bukan Takdir, Tapi Bisa Dikelola!
So, banjir itu bukan nasib, Cess! Tapi masalah teknis yang bisa ditangani asal semua pihak kerja bareng. Semoga program Pemkot ini beneran jadi solusi jangka panjang, yaa!
Yuk, share artikel ini biar makin banyak yang paham soal upaya atasi banjir di Mugirejo!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'