Ikhtisar: Akhlak dinilai menjadi fondasi penting agar kemajuan bangsa berjalan adil, bertanggung jawab, dan membawa kemaslahatan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan akhlak, bukan hanya pertumbuhan ekonomi, teknologi, dan infrastruktur.
Kemajuan material memang penting, tetapi kualitas manusia menentukan bagaimana seluruh kemajuan tersebut digunakan. Ustaz Mustamin Fattah dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menilai akhlak harus menjadi karakter dalam kehidupan masyarakat.
Baca Juga: 4 Kebiasaan Religi Sederhana Setiap Hari yang Bisa Membentuk Rutinitas Positif
Mengapa pembangunan membutuhkan fondasi akhlak?
Pembangunan yang kuat tidak cukup hanya menghadirkan jalan, gedung, teknologi, maupun pertumbuhan ekonomi. Semua kemajuan itu membutuhkan manusia yang mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.
Mustamin menjelaskan bahwa kebaikan tidak semestinya berhenti sebagai tindakan sesekali. Nilai tersebut perlu tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kebaikan sejati itu tidak bisa dibaca hanya dengan melakukan atau sesekali melakukan kebaikan, tetapi kebaikan sejati itu adalah ketika kebaikan itu menjadi karakter, menjadi akhlak dalam kehidupan kita,” ujar Mustamin kepada RRI pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Pandangan tersebut menempatkan akhlak sebagai bagian dari pembangunan manusia. Integritas, tanggung jawab, keadilan, kejujuran, dan kepedulian menjadi nilai yang menentukan kualitas kehidupan bersama.
Kemajuan material belum tentu membentuk masyarakat berintegritas
Jalan yang semakin luas atau teknologi yang semakin canggih tidak secara otomatis membuat kehidupan masyarakat menjadi tertib dan adil.
Begitu pula perekonomian yang kuat belum tentu menghilangkan perilaku yang merugikan orang lain. Karena itu, pembangunan material perlu berjalan bersama pembangunan karakter.
“Bangsa itu tentu tidak hanya dibangun dengan materi,” kata Mustamin.
Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan seluruh bidang kehidupan. Pendidikan, ekonomi, politik, teknologi, pertahanan, hingga kehidupan sosial membutuhkan manusia yang memiliki landasan moral.
Perubahan bangsa dimulai dari manusia
Dalam perspektif Islam, perubahan kehidupan masyarakat berkaitan erat dengan perubahan manusia itu sendiri. Nilai, hati, karakter, dan akhlak menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Prinsip itu sejalan dengan Surah Ar-Ra'd ayat 11 yang menyatakan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan bukan semata-mata persoalan kebijakan atau pembangunan fisik. Ada tanggung jawab personal yang perlu dijalankan setiap manusia dalam lingkungan masing-masing.
Ilmu, kekuasaan, dan harta membutuhkan kendali moral
Mustamin mengingatkan bahwa kemampuan tanpa akhlak dapat membawa dampak berbeda dari tujuan awalnya. Ilmu tanpa akhlak dapat digunakan untuk penyimpangan, kekuasaan tanpa akhlak berpotensi melahirkan kesewenang-wenangan, sementara harta tanpa akhlak dapat mendorong keserakahan.
Karena itu, akhlak berfungsi sebagai pengarah dalam menggunakan berbagai sumber daya dan kemampuan. Kemajuan akan memiliki makna ketika manfaatnya kembali kepada kehidupan manusia.
Kejujuran menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi
Akhlak juga berkaitan dengan cara seseorang memenuhi hak orang lain. Dalam kehidupan ekonomi, Mustamin mengingatkan pentingnya menghindari kecurangan dan menjaga kejujuran dalam transaksi.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan Surah Al-Mutaffifin ayat 1–3 yang memberikan peringatan terhadap orang-orang yang curang dalam takaran dan timbangan.
Pesannya relevan dengan prinsip keseimbangan hak. Seseorang tidak semestinya menuntut haknya secara penuh, tetapi mengurangi hak orang lain ketika menjalankan kewajibannya.
Amanah dan keadilan menopang kehidupan bernegara
Nilai akhlak juga memiliki posisi penting dalam kehidupan bernegara. Amanah dan keadilan menjadi prinsip yang perlu diterapkan ketika seseorang menjalankan tanggung jawab terhadap masyarakat.
Mustamin merujuk Surah An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan penyampaian amanah kepada pihak yang berhak serta penetapan hukum secara adil.
Prinsip tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan peradaban memiliki dimensi moral. Kekuasaan dan tanggung jawab publik tidak hanya berkaitan dengan kewenangan, tetapi juga bagaimana kewenangan tersebut digunakan.
Baca Juga: Bolehkah Mantan Suami Menikahi Lagi Mantan Istri Setelah Cerai Gugat? Ini Penjelasannya
Peradaban sejati bukan hanya soal pembangunan fisik
Pada akhirnya, Mustamin melihat pembangunan peradaban tidak cukup dinilai dari jumlah gedung tinggi, panjang jalan, atau kecanggihan teknologi.
Kemajuan akan memiliki nilai ketika manusia mampu menggunakannya untuk menghadirkan kebaikan dan kemaslahatan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Bagi masyarakat, pesan ini menempatkan pembangunan karakter sebagai pekerjaan bersama. Infrastruktur dapat dibangun dalam waktu tertentu, tetapi akhlak perlu dibentuk melalui kebiasaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Tips
- Menempatkan kejujuran sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjalankan tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan.
- Menggunakan ilmu dan teknologi secara bertanggung jawab.
- Menghormati hak orang lain dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.
- Menjadikan keadilan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.
Poin Penting
- Akhlak dinilai sebagai fondasi pembangunan bangsa yang bermartabat.
- Kemajuan ekonomi dan teknologi membutuhkan manusia yang berintegritas.
- Perubahan bangsa berkaitan dengan perubahan manusia dan karakter.
- Kejujuran, amanah, dan keadilan menjadi nilai penting dalam kehidupan bersama.
- Pembangunan peradaban tidak hanya diukur melalui kemajuan fisik.
Pembangunan yang bermartabat membutuhkan keseimbangan antara kemajuan material dan kualitas manusia. Ketika akhlak menjadi karakter, ilmu, kekuasaan, harta, serta teknologi dapat diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan.
Insight Redaksi
Pembangunan fisik mudah terlihat, tetapi kualitas akhlak terasa dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya harus jalan bareng. Kada cukup punya fasilitas maju jika amanah, keadilan, dan tanggung jawab belum menjadi kebiasaan masyarakat.
Pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat perlu menjadikan pembentukan karakter sebagai bagian nyata dari pembangunan, bukan sekadar pesan seremonial saat peringatan kemerdekaan.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami pentingnya akhlak dalam membangun bangsa bermartabat.
Kemerdekaan bukan cuma soal kemajuan yang terlihat, tetapi juga tentang manusia yang mampu menjaga dan memakai kemajuan itu dengan benar. Update terus informasi penting hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa akhlak dianggap penting dalam pembangunan bangsa?
Akhlak menjadi landasan agar ilmu, kekuasaan, ekonomi, dan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
2. Siapa yang menyampaikan pandangan tentang akhlak dan pembangunan?
Pandangan tersebut disampaikan Ustaz Mustamin Fattah dari UINSI Samarinda kepada RRI.
3. Apa hubungan akhlak dengan kehidupan ekonomi?
Akhlak mendorong kejujuran serta penghormatan terhadap hak orang lain dalam aktivitas ekonomi.
4. Mengapa amanah penting dalam kehidupan bernegara?
Amanah membantu memastikan tanggung jawab dan kewenangan dijalankan untuk kepentingan yang semestinya.
5. Bagaimana gambaran peradaban menurut pandangan Mustamin?
Peradaban tidak hanya ditandai pembangunan fisik, tetapi kemampuan manusia menggunakan kemajuan untuk menghadirkan kebaikan dan kemaslahatan.
Sumber Informasi: RRI Radio Republik Indonesia, berdasarkan keterangan Ustaz Mustamin Fattah pada 19 Agustus 2026. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan angle dan gaya jurnalistik BalikpapanTV.id. Pandangan mengenai posisi Mustamin sebagai akademisi UINSI juga selaras dengan sumber resmi UINSI yang mencatat Mustamin Fattah sebagai akademisi dan pengelola pengabdian masyarakat di kampus tersebut.