Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Keutamaan Puasa Tasu’a dan Hikmahnya Menjelang Puasa Asyura

AdminBTV • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:03 WIB
Keutamaan dan hikmah puasa Tasu’a mengajarkan nilai ketaatan, syukur, serta persiapan spiritual dalam menyambut datangnya bulan Muharram dan Tahun Baru Islam.(BTV/AI)
Keutamaan dan hikmah puasa Tasu’a mengajarkan nilai ketaatan, syukur, serta persiapan spiritual dalam menyambut datangnya bulan Muharram dan Tahun Baru Islam.(BTV/AI)

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Keutamaan dan Hikmah Puasa Tasu’a dalam Menyambut Muharram

Ikhtisar: Puasa Tasu’a memiliki keutamaan sebagai bagian dari puasa Muharram serta mengandung hikmah syariat yang berkaitan dengan penyempurnaan ibadah dan identitas umat Islam.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Puasa Tasu’a pada 9 Muharram menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan karena memiliki keutamaan besar dan berkaitan erat dengan pelaksanaan puasa Asyura.

Mau memahami alasan puasa ini dianjurkan dan apa hikmah di baliknya? Simak sampai akhir, supaya makin paham maknanya dan kada cuma tahu praktiknya saja, Ces!

Baca Juga: Sejarah Kalender Hijriah: Mengapa Hijrah Rasulullah Jadi Awal Penanggalan Islam?

Mengapa Puasa Tasu’a Menjadi Amalan yang Dianjurkan?

Puasa Tasu’a dianjurkan karena termasuk bagian dari puasa Muharram. Nabi SAW menyebut puasa Muharram sebagai puasa paling utama setelah Ramadan.

Keutamaan tersebut berkaitan dengan kedudukan Muharram yang termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT. Karena dilaksanakan pada salah satu hari penting di bulan itu, puasa Tasu’a menjadi amalan yang memiliki nilai ibadah tinggi.

Selain itu, pelaksanaannya juga melengkapi puasa Asyura yang dilakukan pada 10 Muharram.

Apa Keutamaan Puasa Tasu’a bagi Umat Islam?

Puasa Tasu’a memberikan kesempatan bagi seorang Muslim untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara lebih sempurna.

Tidak hanya memperoleh pahala puasa Muharram, amalan ini juga menjadi pelengkap puasa Asyura. Dalam praktiknya, seorang Muslim menjalankan puasa pada 9 Muharram sebelum melaksanakan puasa Asyura pada hari berikutnya.

Melalui ibadah ini, umat Islam juga menjalankan tuntunan yang diajarkan Nabi SAW dalam beribadah.

Mengapa Puasa Tasu’a Dilaksanakan Bersama Puasa Asyura?

Salah satu hikmah utamanya adalah kehati-hatian dalam menentukan tanggal 10 Muharram.

Perbedaan penentuan awal bulan Hijriah dapat terjadi. Dengan berpuasa sehari sebelumnya, seseorang tetap berpeluang memperoleh puasa Asyura meskipun terdapat perbedaan perhitungan kalender.

Syekh Zakariya al-Anshari menjelaskan bahwa puasa Tasu’a bersama Asyura bertujuan sebagai bentuk kehati-hatian, menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi, dan menghindari pengkhususan puasa hanya pada hari Asyura.

Baca Juga: Ikuti Anjuran Salat Id dan Jumat Saat Waktunya Bertepatan, Panduan Ibadah untuk Tetap Jalan Dua Kewajiban

Apa Penjelasan Imam an-Nawawi tentang Hikmah Puasa Tasu’a?

Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan tiga hikmah utama puasa Tasu’a.

Pertama, agar umat Islam berbeda dengan tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari kesepuluh Muharram.

Kedua, untuk menyambung puasa Asyura dengan puasa sehari sebelumnya. Prinsip ini sejalan dengan larangan mengkhususkan puasa pada hari tertentu secara tersendiri.

Ketiga, sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kekeliruan dalam penentuan awal bulan Hijriah akibat hilal yang tidak terlihat.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa puasa Tasu’a tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga mengandung pertimbangan syariat yang mendalam.

Apa Makna yang Bisa Diambil dari Puasa Tasu’a?

Puasa Tasu’a mengajarkan pentingnya menjaga identitas umat Islam sekaligus menyempurnakan ibadah.

Amalan ini juga menjadi sarana untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW pada awal tahun Hijriah. Momentum Muharram kemudian dimanfaatkan sebagai waktu memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan.

Tips Singkat Menghidupkan Muharram:

  1. Menjalankan puasa Tasu’a dan Asyura secara berurutan.
  2. Memperbanyak amal saleh selama bulan Muharram.
  3. Menjadikan awal tahun Hijriah sebagai momentum memperbaiki ibadah.

Poin Penting:

Baca Juga: Sejarah Kalender Hijriah: Mengapa Hijrah Rasulullah Jadi Awal Penanggalan Islam?

Insight redaksi: Puasa Tasu’a sering dipahami sebatas pendamping puasa Asyura. Padahal, dari penjelasan para ulama terlihat bahwa amalan ini memiliki dimensi syariat yang cukup luas. Ada unsur kehati-hatian, penyempurnaan ibadah, hingga penguatan identitas umat Islam. Dari sudut pandang masyarakat Balikpapan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, momentum Muharram bisa menjadi waktu yang pas untuk memperkuat kebiasaan ibadah sunnah. Jangan hanya menunggu Ramadan. Muharram juga menyimpan peluang pahala yang besar, nah itu sudah.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami keutamaan puasa Tasu’a dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Penasaran dengan amalan sunnah lain yang memiliki makna mendalam dan relevan untuk kehidupan sehari-hari? Ikuti terus perkembangan informasinya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan puasa Tasu’a dilaksanakan?
Puasa Tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram.

2. Apa hubungan puasa Tasu’a dengan Asyura?
Puasa Tasu’a dianjurkan sebagai pendamping dan penyempurna puasa Asyura.

3. Apa keutamaan utama puasa Tasu’a?
Termasuk bagian dari puasa Muharram yang disebut sebagai puasa paling utama setelah Ramadan.

4. Mengapa puasa Tasu’a dianjurkan sebelum Asyura?
Untuk kehati-hatian dalam penanggalan Hijriah dan mengikuti sunnah Nabi SAW.

5. Apa hikmah puasa Tasu’a menurut Imam an-Nawawi?
Menyelisihi tradisi kaum Yahudi, menyambung puasa Asyura, dan menghindari kekeliruan penentuan tanggal.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Puasa Tasu’a #Imam an-Nawawi #Muharram