Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Sejarah Kalender Hijriah: Mengapa Hijrah Rasulullah Jadi Awal Penanggalan Islam?

AdminBTV • Jumat, 19 Juni 2026 | 23:48 WIB
Ilustrasi Sejarah Kalender Hijriah dan makna hijrah menjadi pengingat penting tentang perjalanan peradaban Islam, sekaligus refleksi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik setiap pergantian Tahun Baru Islam.(BTV/AI)
Ilustrasi Sejarah Kalender Hijriah dan makna hijrah menjadi pengingat penting tentang perjalanan peradaban Islam, sekaligus refleksi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik setiap pergantian Tahun Baru Islam.(BTV/AI)

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Sejarah Kalender Hijriah dan Makna Hijrah dalam Pergantian Tahun Islam

Ikhtisar: Artikel ini membahas asal-usul kalender Hijriah, alasan hijrah menjadi awal penanggalan Islam, serta makna Tahun Baru Hijriah sebagai momentum introspeksi dan pembaruan diri.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tahun Baru Hijriah kembali hadir sebagai pengingat penting bagi umat Islam untuk memahami sejarah kalender Hijriah sekaligus meneladani semangat hijrah Rasulullah Saw. dalam kehidupan sehari-hari.

Penasaran kenapa peristiwa hijrah dipilih sebagai awal kalender Islam dan bukan peristiwa lain? Simak sampai habis, ada banyak nilai menarik yang masih relevan sampai hari ini, Ces!

Baca Juga: Jemaah Haji Diminta Tertib di Masjid Nabawi, Ini Aturan Penting yang Harus Diperhatikan

Mengapa Tahun Baru Hijriah Tidak Sekadar Pergantian Kalender?

Tahun Baru Hijriah memiliki makna yang jauh melampaui pergantian angka dalam penanggalan Islam. Momen ini menjadi ruang refleksi untuk menilai perjalanan hidup sekaligus memperbaiki langkah pada masa mendatang.

Muharram hadir membawa pesan bahwa waktu terus berjalan. Kesempatan berbuat baik juga terus berkurang, sehingga setiap pergantian tahun menjadi ajakan untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Bagi banyak Muslim, pergantian tahun bukan hanya tradisi tahunan. Ini adalah pengingat tentang perubahan, perbaikan, dan upaya menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagaimana Awal Mula Kalender Hijriah Disusun?

Kalender Hijriah lahir dari kebutuhan administrasi pemerintahan Islam yang semakin berkembang pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa gagasan tersebut bermula dari surat Abu Musa Al-Asy'ari, Gubernur Kufah. Saat itu, berbagai surat pemerintahan tidak mencantumkan tanggal sehingga menyulitkan penentuan urutan kebijakan.

Dalam suratnya, Abu Musa Al-Asy'ari menyampaikan, "Wahai Khalifah, kami menerima beberapa surat dari Anda, tetapi kami tidak tahu mana yang lebih dulu karena tidak ada tanggalnya."

Masalah sederhana itu ternyata mendorong lahirnya sistem penanggalan yang kemudian digunakan umat Islam hingga sekarang.

Baca Juga: Ikuti Anjuran Salat Id dan Jumat Saat Waktunya Bertepatan, Panduan Ibadah untuk Tetap Jalan Dua Kewajiban

Mengapa Kelahiran Nabi dan Nuzulul Qur'an Tidak Dipilih?

Saat musyawarah berlangsung, para sahabat mengajukan beberapa usulan sebagai titik awal kalender Islam.

Ada yang mengusulkan kelahiran Nabi Muhammad Saw. Ada pula yang mengusulkan peristiwa turunnya Al-Qur'an maupun Isra Mikraj.

Namun seluruh usulan tersebut akhirnya tidak disepakati. Menurut Nasaruddin Umar, para sahabat mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

"Rasulullah adalah utusan Allah Swt. Beliau harus dimuliakan, tetapi tidak boleh disakralkan secara berlebihan," jelas Menag.

Pertimbangan tersebut menunjukkan bahwa para sahabat sangat berhati-hati dalam menetapkan simbol penting bagi umat Islam.

Mengapa Peristiwa Hijrah Menjadi Titik Awal Kalender Islam?

Usulan yang akhirnya diterima datang dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Ia mengusulkan agar hijrah Rasulullah Saw. dari Makkah ke Madinah dijadikan sebagai awal penanggalan Islam.

Usulan tersebut disetujui para sahabat. Dari sinilah lahir Kalender Hijriah yang dikenal hingga sekarang.

Menurut Menag, hijrah dipilih karena menjadi tonggak perubahan besar dalam sejarah Islam. Peristiwa itu menandai lahirnya masyarakat yang lebih kuat, tertata, dan memiliki fondasi peradaban yang kokoh.

Singkatnya, kalender Islam dibangun di atas semangat perubahan. Bukan sekadar peristiwa sejarah.

Baca Juga: Makna Zakat Fitri Jelang Lebaran, Panduan Praktis Ukuran Beras 2,5 Kg dan Nilai Uang yang Setara untuk Umat Muslim di Indonesia Biar Kada Keliru Lagi

Apa Perbedaan Kalender Hijriah dan Kalender Masehi?

Perbedaan utama terletak pada dasar perhitungannya.

Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan atau sistem kamariyah. Sementara kalender Masehi menggunakan peredaran matahari atau sistem syamsiyah.

Akibat perbedaan tersebut, kalender Hijriah memiliki jumlah hari yang lebih sedikit. Setiap tahun, kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding kalender Masehi.

Fakta Singkat Kalender Hijriah:

  1. Disusun pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
  2. Berawal dari kebutuhan administrasi pemerintahan.
  3. Menggunakan peredaran bulan sebagai dasar perhitungan.
  4. Dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah Saw.
  5. Lebih pendek sekitar 11 hari dibanding kalender Masehi.

Apa Pesan Utama Tahun Baru Hijriah bagi Umat Islam?

Memahami sejarah kalender Hijriah membantu umat Islam melihat makna yang terkandung di balik pergantian tahun.

Menurut Menag, Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi momentum untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah dalam membangun peradaban, memperkuat persatuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Pesannya sederhana tetapi kuat. Pergantian tahun bukan hanya soal menghitung waktu yang berlalu, melainkan tentang keberanian melakukan perubahan yang membawa manfaat.

Poin Penting:

Baca Juga: Pentingnya Muhasabah Diri Jelang Idul Fitri dan Minta Maaf Meskipun Belum Lebaran

Insight redaksi: Dari sudut pandang Balikpapan yang tumbuh sebagai kota dengan masyarakat beragam, pesan hijrah terasa relevan hingga sekarang. Menariknya, kalender Hijriah tidak dimulai dari kelahiran tokoh besar atau peristiwa monumental lain, melainkan dari sebuah perjalanan perubahan. Di situlah letak maknanya. Peradaban maju lahir dari keberanian mengambil langkah baru. Pesan ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang terus bergerak, bekerja, dan membangun masa depan. Kada cukup hanya merayakan pergantian tahun, yang jauh penting adalah memahami nilai yang dibawanya, Ces.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami sejarah kalender Hijriah dan makna hijrah dalam kehidupan masa kini.

Tahun berganti, tetapi pesan hijrah tetap relevan untuk direnungkan. Ikuti terus informasi menarik dan penuh makna hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan kalender Hijriah mulai digunakan?
Kalender Hijriah mulai digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

2. Siapa yang mengusulkan hijrah sebagai awal kalender Islam?
Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengusulkan peristiwa hijrah sebagai titik awal kalender Islam.

3. Mengapa hijrah dipilih sebagai awal kalender Hijriah?
Karena hijrah menjadi tonggak penting perubahan dan pembentukan masyarakat Islam yang lebih kuat di Madinah.

4. Apa perbedaan kalender Hijriah dan kalender Masehi?
Kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan, sedangkan kalender Masehi berdasarkan peredaran matahari.

5. Apa makna Tahun Baru Hijriah bagi umat Islam?
Sebagai momentum introspeksi, perbaikan diri, dan meneladani semangat perubahan Rasulullah Saw.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Kalender Hijriah #Umar bin Khattab #Hijrah Rasulullah Saw.