Ikhtisar: Saat Idulfitri atau Iduladha bertepatan Jumat, warga Muhammadiyah dianjurkan tetap salat Jumat. Ada perbedaan riwayat hadis, namun dipahami secara utuh bahwa keduanya tetap dilaksanakan sesuai contoh Nabi.
Balikpapan TV - Hai Cess! Ketika hari raya Idulfitri atau Iduladha jatuh di hari Jumat, muncul satu pertanyaan yang sering dibahas: apakah masih perlu datang ke salat Jumat setelah salat Id?
Nah, biar kada bingung dan salah paham, simak penjelasan lengkapnya sampai tuntas. Soalnya ini berkaitan langsung dengan praktik ibadah yang sering terjadi di tengah masyarakat, Cess!
Dalam pandangan warga Muhammadiyah, salat Jumat tetap dianjurkan untuk dilaksanakan meskipun pagi harinya sudah mengikuti salat Id. Ini bukan tanpa dasar, tapi hasil pemahaman menyeluruh terhadap berbagai riwayat hadis.
Lanjut baca sampai habis, biar ikam pahamlah kenapa dua ibadah ini tetap dijalankan dalam satu hari yang sama.
Apa alasan salat Jumat tetap dilaksanakan saat hari raya?
Salat Jumat tetap dilakukan karena ada hadis sahih yang menunjukkan praktik langsung dari Nabi Saw. Ini menjadi dasar utama dalam memahami persoalan ini secara utuh.
Dalam riwayat disebutkan:
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ، وَفِي الْجُمُعَةِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ، قَالَ: وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِي الصَّلَاتَيْنِ
“Dari Nu‘man bin Basyir ia berkata: Rasulullah Saw biasa membaca pada salat dua hari raya dan pada salat Jumat… dan jika keduanya bertepatan, beliau juga membaca pada kedua salat tersebut.” (HR. Muslim)
Dari sini terlihat jelas. Dua salat tetap dilakukan. Pahamlah ikam, kalau salah satu kada dilaksanakan, tentu kada akan disebutkan bacaannya.
Baca Juga: 12 Model Plafon PVC Ruang Tamu Sederhana tapi Tetap Mewah, Ide Kreatif Buat Hunian Modern
Kenapa ada anggapan boleh tidak salat Jumat setelah salat Id?
Anggapan itu muncul karena ada beberapa hadis yang memberi kesan adanya keringanan. Namun, tidak semua riwayat tersebut memiliki kekuatan yang sama.
Sebagian hadis dinilai lemah. Misalnya riwayat dari Ilyas bin Abi Ramlah yang disebut dalam hadis Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah karena terdapat perawi yang tidak dikenal. Ada juga hadis mursal dari Abu Hurairah yang juga dinilai kurang kuat.
Nah, di sinilah pentingnya memahami hadis secara menyeluruh. Kada bisa ambil satu riwayat saja tanpa melihat kualitas dan penjelasan dari riwayat lain.
Bagaimana dengan riwayat sahabat yang tidak melaksanakan salat Jumat?
Memang ada riwayat dari masa sahabat yang sering jadi rujukan. Salah satunya dari Wahb bin Kaisan tentang Ibnu Zubair:
حَدَّثَنِي وَهْبُ بْنُ كَيْسَانَ، قَالَ: اجْتَمَعَ عِيدَانِ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ ... فَلَمْ يُصَلِّ لِلنَّاسِ يَوْمَئِذٍ الْجُمُعَةَ ... فَقَالَ: أَصَابَ السُّنَّةَ
“...Pada hari itu ia tidak melaksanakan salat Jumat... lalu Ibnu Abbas berkata: Perbuatannya itu sesuai dengan sunnah.” (HR. an-Nasa’i dan Abu Dawud)
Sekilas, ini terlihat seperti tidak perlu salat Jumat. Tapi pahamlah ikam, pemahaman hadis kada berdiri sendiri. Harus dilihat bersama riwayat lain.
Makanya, riwayat ini tidak langsung dijadikan dasar umum tanpa mempertimbangkan konteks dan penjelasan tambahan.
Apa makna keringanan atau rukhsah dalam hal ini?
Keringanan dalam hadis dipahami sebagai rukhsah, yaitu dispensasi dalam kondisi tertentu. Ini penting. Jadi bukan aturan umum untuk semua orang.
Pada masa Nabi, lokasi salat Id berada di luar kota. Artinya, jamaah yang tinggal jauh harus berjalan cukup jauh untuk datang. Kalau harus kembali lagi untuk salat Jumat, tentu terasa berat.
Nah, di situ letak rukhsah-nya. Bagi yang mengalami kesulitan karena jarak, ada kelonggaran. Tapi bagi yang dekat dengan masjid, anjuran salat Jumat tetap berlaku.
Siapa yang tetap dianjurkan salat Jumat saat Id bertepatan Jumat?
Warga yang tinggal di sekitar kota atau dekat dengan masjid tetap dianjurkan menghadiri salat Jumat. Ini menjadi pandangan yang dipegang oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Dasarnya jelas. Nabi tetap melaksanakan dua salat tersebut. Jadi, bagi yang mampu dan tidak ada kendala, tetap menjalankan keduanya.
Nah, ikam yang tinggal dekat masjid, kada ada alasan untuk meninggalkan salat Jumat. Itu sudah, pahamlah ikam.
Tips Sederhana Biar Ibadah Lancar di Hari yang Sama:
1. Atur waktu sejak pagi agar bisa ikut salat Id dan Jumat
2. Pilih masjid terdekat untuk memudahkan mobilitas
3. Siapkan kondisi fisik agar tetap nyaman menjalani dua ibadah
4. Pahami niat dan makna dari setiap ibadah yang dijalankan
Poin Penting yang Perlu Diingat:
1. Salat Id dan salat Jumat tetap dilaksanakan saat bertepatan
2. Hadis sahih menunjukkan Nabi menjalankan keduanya
3. Riwayat keringanan dipahami sebagai rukhsah
4. Keringanan berlaku bagi yang mengalami kesulitan jarak
5. Warga dekat masjid tetap dianjurkan salat Jumat
Insight: Perbedaan riwayat dalam persoalan ini justru menunjukkan bahwa Islam memberi ruang pemahaman yang kontekstual. Kada semua kondisi disamaratakan. Ada yang sifatnya umum, ada yang khusus. Nah, di sini pentingnya melihat situasi. Ikam yang dekat masjid, jelas anjurannya tetap hadir. Tapi bagi yang jauh, ada kelonggaran. Ini fleksibel tapi tetap terarah. Ibadah tetap jalan, tapi kondisi manusia juga diperhatikan, nah itu sudah.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal salat Id dan Jumat yang bertepatan, nah!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah wajib salat Jumat setelah salat Id?
Bagi yang mampu dan dekat dengan masjid, tetap dianjurkan untuk melaksanakan salat Jumat.
2. Kenapa ada pendapat boleh tidak salat Jumat?
Karena ada riwayat yang memberi keringanan, namun sebagian dinilai lemah atau bersifat khusus.
3. Apa itu rukhsah dalam konteks ini?
Rukhsah adalah keringanan bagi orang yang mengalami kesulitan, seperti jarak yang jauh.
4. Bagaimana sikap warga Muhammadiyah dalam hal ini?
Dianjurkan tetap melaksanakan salat Jumat setelah salat Id, terutama jika mudah dijangkau.