Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Jalan Kaki ke Lapangan Salat Idulfitri dan Pulang Lewat Rute Berbeda, Tradisi Sederhana yang Menghidupkan Suasana Kota dan Memperluas Silaturahmi

Nazwa Deriska Noviyanti • Rabu, 18 Maret 2026 | 14:08 WIB

Jamaah berjalan kaki menuju lapangan salat Id dengan suasana pagi yang hangat
Jamaah berjalan kaki menuju lapangan salat Id dengan suasana pagi yang hangat

Ikhtisar: Anjuran berjalan kaki ke salat Id dan memilih rute berbeda saat pulang, membawa makna sosial, kebersamaan, serta syiar yang terasa di sepanjang jalan hingga lingkungan sekitar.

Balikpapan TV - Hai Cess! Salat Idulfitri ternyata kada hanya soal datang dan ikut jamaah. Ada adab perjalanan yang sering terlewat, mulai dari cara berangkat sampai rute pulang yang dianjurkan berbeda.

Penasaran kenapa hal ini penting dan bukan sekadar kebiasaan biasa? Ikuti terus penjelasan sampai habis, biar makin paham makna di balik langkah kaki menuju lapangan salat Id, Cess!

Apa makna berjalan kaki saat berangkat salat Id?
Berjalan kaki menuju lapangan salat Id termasuk sunnah yang dianjurkan dalam tradisi Islam. Ini bukan sekadar pilihan transportasi, tapi bagian dari ibadah yang punya nilai tersendiri.

Dalam riwayat disebutkan:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ مِنَ السُّنَّةِ أَنْ تَخْرُجَ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَأَنْ تَأْكُلَ شَيْئًا قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ
“Diriwayatkan dari Ali Ibnu Abi Thalib ia berkata: Merupakan sunnah bahwa engkau keluar untuk shalat Id dengan berjalan kaki dan makan sesuatu sebelum keluar.” (HR. at-Tirmidzi)

Dari sini terlihat jelas, berjalan kaki bukan tanpa alasan. Ada nilai ibadah di dalamnya. Sekaligus aktivitas fisik ringan di pagi hari. Nah, sederhana tapi penuh makna, pahamlah ikam.

Baca Juga: 6 Ide Unik Model Pagar Rumah Berani Tampil Beda yang Bikin Hunian Jadi Berkelas.

Kenapa berjalan kaki memberi dampak sosial saat Idulfitri?
Selain aspek ibadah, berjalan kaki membuka ruang interaksi yang lebih luas antarjamaah. Sepanjang jalan, orang-orang saling menyapa, mengucapkan selamat, bahkan bertukar senyum.

Momen ini jarang terjadi di hari biasa. Jalan yang biasanya dilewati cepat, jadi terasa hidup. Suara takbir terdengar, suasana hangat terasa. Nah, ini bukan kebetulan pang.

Idulfitri memang identik dengan kebersamaan. Jadi, berjalan kaki seolah menghidupkan suasana itu sejak dari rumah. Bukan hanya sampai di lapangan, tapi sudah dimulai dari langkah pertama.

Apa alasan dianjurkan memilih rute berbeda saat pulang?
Rasulullah SAW memberikan contoh untuk tidak kembali melalui jalan yang sama. Hal ini disebutkan dalam riwayat:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ إِلَى الْعِيدِ رَجَعَ فِي غَيْرِ الطَّرِيقِ الَّذِي أَخَذَ فِيهِ
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW apabila keluar pergi shalat Id, beliau kembali dengan melalui jalan lain.” (HR. Ibnu Majah)

Kenapa harus beda jalan? Ternyata ada makna di baliknya. Bukan sekadar variasi rute, tapi bagian dari sunnah yang punya tujuan sosial dan simbolis.

Nah, ini sering dianggap sepele padahal justru punya nilai yang dalam.

Apa makna sosial dari rute pulang yang berbeda?
Menggunakan jalur berbeda memperluas kesempatan untuk bertemu lebih banyak orang. Kalau berangkat lewat satu jalan, lalu pulang lewat jalan lain, otomatis interaksi juga bertambah.

Ini memperkuat silaturahmi. Salam yang disebar jadi lebih luas. Lingkungan terasa lebih hidup.

Secara simbolis, ini juga menunjukkan bahwa keberkahan hari raya menjangkau banyak tempat. Bukan hanya satu titik. Tapi menyebar ke berbagai arah.

Nah, sederhana tapi terasa dampaknya di lingkungan sekitar, pahamlah ikam.

Bagaimana cara menerapkan sunnah ini secara sederhana?
Menerapkan sunnah ini kada harus ribet. Cukup dilakukan sesuai kondisi dan kemampuan.

Kalau jarak ke lapangan masih memungkinkan, berjalan kaki bisa jadi pilihan. Kalau harus menggunakan kendaraan, tetap bisa mengatur rute pulang berbeda.

Yang penting bukan soal teknisnya, tapi semangat di baliknya. Ada niat ibadah, ada usaha menjaga kebersamaan.

Tips Singkat yang Bisa Diterapkan:
1. Pilih jalur aman dan nyaman untuk berjalan kaki ke lapangan
2. Gunakan waktu perjalanan untuk menyapa sesama jamaah
3. Saat pulang, ambil rute berbeda meski sedikit memutar
4. Nikmati suasana pagi Idulfitri dengan penuh kebersamaan

Nah, itu sudah, kada sulit pang kalau mau dijalankan.

Poin Penting yang Perlu Diingat:
1. Berjalan kaki ke salat Id termasuk sunnah yang dianjurkan
2. Aktivitas ini memberi manfaat fisik sekaligus sosial
3. Menggunakan rute berbeda saat pulang juga bagian dari sunnah
4. Tujuannya memperluas silaturahmi dan syiar hari raya

Baca Juga: Idul Fitri Bukan Sekadar Hari Raya, Ini Cara Melihat Hasil Ramadhan Lewat Sikap Sabar, Memaafkan, dan Peduli Sosial, Yuk Pahami Lebih Dalam Cess

Insight: Tradisi berjalan kaki dan memilih rute berbeda saat Idulfitri menunjukkan bahwa ibadah dalam Islam kada hanya soal ritual di tempat, tapi juga perjalanan menuju ke sana. Ada ruang interaksi, ada nilai sosial yang terbangun. Ini menarik. Di tengah kebiasaan serba cepat, justru ada anjuran untuk menikmati proses. Jalan kaki, menyapa orang, merasakan suasana. Nah, di situ letak maknanya. Kada rumit, tapi terasa dampaknya di kehidupan sehari-hari, pahamlah ikam.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham makna perjalanan ke salat Idulfitri, nah!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

1. Apakah wajib berjalan kaki ke salat Idulfitri?
Tidak wajib, namun sangat dianjurkan sebagai bagian dari sunnah.

2. Apa manfaat berjalan kaki saat menuju salat Id?
Selain ibadah, juga memberi manfaat fisik ringan dan mempererat interaksi sosial.

3. Kenapa dianjurkan pulang lewat jalan berbeda?
Untuk memperluas silaturahmi dan menyebarkan salam ke lebih banyak orang.

4. Apakah harus selalu dilakukan setiap tahun?
Bisa dilakukan sesuai kondisi, selama memungkinkan dan tidak memberatkan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

Editor : Arya Kusuma
#silaturahmi #balikpapan #jalan kaki #idulfitri #Lapangan