Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ramadan Saat Harga Kebutuhan Melonjak, Cerita Antrean Minyak Goreng hingga Harapan Kebijakan yang Menguatkan Rakyat Indonesia

Nazwa Deriska Noviyanti • Senin, 16 Maret 2026 | 17:12 WIB

Antrean warga membeli minyak goreng curah saat Ramadan menggambarkan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
Antrean warga membeli minyak goreng curah saat Ramadan menggambarkan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Ikhtisar: Ramadan tahun ini berlangsung saat harga kebutuhan naik. Minyak goreng, PPN, hingga isu kenaikan BBM memicu tekanan ekonomi warga, terutama kelompok miskin yang sensitif terhadap perubahan harga.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadan tahun ini di Indonesia dijalani dengan suasana yang sedikit berat. Sejumlah kebutuhan mengalami kenaikan harga. Mulai dari minyak goreng, BBM nonsubsidi, hingga pajak pertambahan nilai atau PPN yang ikut meningkat dan mempengaruhi harga barang serta jasa kena pajak.

Situasi ini membuat banyak warga harus beradaptasi. Ada yang mengatur ulang pengeluaran, ada pula yang rela antre panjang demi mendapatkan minyak goreng curah yang lebih terjangkau. Penasaran bagaimana kondisi ini terjadi dan apa maknanya dalam bulan puasa? Baca terus sampai habis Cess!

Kenapa harga kebutuhan naik saat Ramadan tahun ini?

Kenaikan sejumlah kebutuhan pokok pada Ramadan ini dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya kenaikan harga komoditas global yang berkaitan dengan energi dan bahan baku produksi.

Pemerintah sering menyebut konflik Rusia–Ukraina sebagai pemicu naiknya harga minyak dunia. Dampaknya kemudian merambat ke berbagai sektor lain. Energi mahal, biaya produksi naik, dan akhirnya harga barang ikut terdorong naik di pasar.

Namun, menyebut faktor luar saja tentu kada cukup menjelaskan situasi sepenuhnya. Banyak pengamat menilai ada faktor internal yang juga berperan dalam menentukan harga kebutuhan di dalam negeri.

Pahamlah ikam, ekonomi rumah tangga masyarakat kecil sangat sensitif dengan perubahan harga. Sedikit saja naik, langsung terasa di dapur.

Baca Juga: Air Cucian Beras Jangan Dibuang! 6 Cara Mengolahnya untuk Tanaman Cabai Agar Tumbuh Subur di Pekarangan Rumah

Mengapa banyak ibu rumah tangga rela antre minyak goreng curah?

Antrean panjang minyak goreng curah menjadi pemandangan yang cukup sering muncul. Banyak ibu rumah tangga memilih cara ini karena harga minyak goreng curah dianggap lebih terjangkau dibanding minyak kemasan.

Minyak goreng curah mendapat subsidi sehingga harganya dapat dijangkau oleh kelompok masyarakat dengan penghasilan terbatas. Kondisi itu membuat antrean panjang kadang sulit dihindari.

Di sisi lain, minyak goreng kemasan memiliki harga yang relatif lebih tinggi. Bagi sebagian keluarga, selisih harga tersebut cukup berarti dalam pengeluaran harian.

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting. Saat harga kebutuhan naik, masyarakat akan mencari pilihan paling ekonomis untuk tetap memenuhi kebutuhan dapur. Kadapapa pang antre sebentar asal kebutuhan rumah tetap terpenuhi, nah itu sudah.

Bagaimana dampaknya bagi kelompok masyarakat miskin?

Kenaikan harga kebutuhan pokok memiliki dampak besar bagi kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Kelompok ini sangat sensitif terhadap perubahan harga karena sebagian besar penghasilannya digunakan untuk kebutuhan dasar.

Data kemiskinan menunjukkan masih ada lebih dari 25 juta rakyat Indonesia yang hidup dalam kondisi terbatas. Bagi mereka, kenaikan harga bahan pokok bukan sekadar angka statistik.

Ini soal kehidupan sehari-hari.

Puasa memang mengajarkan kesabaran dan empati. Namun kondisi ekonomi yang semakin berat tentu membuat kehidupan masyarakat rentan semakin sulit. Apalagi pemulihan dampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya selesai.

Dalam kondisi seperti ini, peran kebijakan negara menjadi penting untuk memastikan masyarakat tetap terlindungi.

Apa peran negara dalam mengendalikan harga kebutuhan?

Negara memiliki kewenangan membuat regulasi serta kebijakan yang dapat mempengaruhi stabilitas harga barang dan jasa. Peran ini menjadi penting agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan dengan harga yang wajar.

Jika semua diserahkan pada mekanisme pasar tanpa intervensi yang memadai, masyarakat berpenghasilan rendah berpotensi menjadi pihak yang paling terdampak.

Contoh yang sering disorot adalah sektor minyak goreng. Ada sejumlah perusahaan besar yang memiliki perkebunan sawit dalam skala sangat luas serta industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kondisi tersebut membuat negara diharapkan mampu memastikan distribusi dan harga tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Pahamlah ikam, kebijakan publik memang harus berdiri di tengah rakyat.

Apa makna puasa bagi pejabat dan pengambil kebijakan?

Puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual bagi masyarakat, tetapi juga momen refleksi bagi para pemimpin dan pejabat publik.

Nilai puasa yang penting adalah kemampuan menahan diri. Termasuk menahan diri dari godaan penyalahgunaan kekuasaan. Sejarah Indonesia mencatat sosok teladan seperti Mohammad Hatta dan Hoegeng Iman Santoso yang dikenal memiliki integritas tinggi selama menjabat.

Namun dalam praktiknya, godaan kekuasaan tidak mudah dihindari. Banyak pejabat yang sebelumnya dikenal aktif membela rakyat kemudian terseret kasus korupsi setelah memegang jabatan.

Puasa sejatinya menjadi pengingat. Bahwa jabatan adalah amanah untuk melayani masyarakat, bukan sarana mengejar keuntungan pribadi.

Poin Penting dari Isi Artikel

1. Ramadan tahun ini berlangsung saat sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga.
2. Minyak goreng curah menjadi pilihan masyarakat karena harganya lebih terjangkau dibanding minyak kemasan.
3. Kelompok masyarakat miskin paling merasakan dampak perubahan harga kebutuhan pokok.
4. Negara memiliki peran penting menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang.
5. Puasa menjadi momentum refleksi bagi pejabat agar kebijakan yang lahir berpihak pada rakyat.

Baca Juga: Masak Daging Kerbau Tanpa Drama? Ini Cara Potong yang Tepat Agar Tekstur Empuk dan Mudah Dimasak.

Insight: Puasa sering dipahami sekadar menahan lapar dan dahaga. Padahal maknanya jauh melampaui itu. Saat harga kebutuhan naik, empati terhadap masyarakat kecil menjadi semakin terasa penting. Kebijakan ekonomi kadang terlihat seperti angka dan grafik saja. Padahal di baliknya ada dapur keluarga yang harus tetap mengepul. Di sinilah nilai puasa diuji. Bukan hanya di masjid atau meja buka puasa, tapi dalam keputusan kebijakan yang menyentuh kehidupan rakyat. Pahamlah ikam.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami situasi ekonomi saat Ramadan dan pentingnya kebijakan yang berpihak pada masyarakat, nah!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

Apakah kenaikan harga kebutuhan hanya dipengaruhi faktor global?
Kenaikan harga sering dikaitkan dengan faktor global seperti konflik Rusia–Ukraina yang mempengaruhi harga minyak dunia, namun ada juga faktor kebijakan dan kondisi dalam negeri.

Mengapa masyarakat memilih minyak goreng curah?
Minyak goreng curah memiliki harga lebih terjangkau karena mendapatkan subsidi sehingga menjadi pilihan masyarakat berpenghasilan terbatas.

Apa makna puasa bagi pejabat publik?
Puasa menjadi momentum refleksi bagi pejabat agar mampu menahan diri dari penyalahgunaan kekuasaan dan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#BBM Pertalite #Minyak goreng curah #Ramadan Indonesia #indonesia #Bung Hatta