Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Makna Lailatul Qadar dalam Ramadhan, Simak Penjelasan Ulama tentang Turunnya Al-Qur’an dan Keistimewaan Malam Penuh Keberkahan

Nazwa Deriska Noviyanti • Senin, 16 Maret 2026 | 16:31 WIB

Gambar utama: Ilustrasi malam Ramadhan penuh cahaya yang menggambarkan kemuliaan Lailatul Qadar sebagai malam turunnya Al-Qur’an.
Gambar utama: Ilustrasi malam Ramadhan penuh cahaya yang menggambarkan kemuliaan Lailatul Qadar sebagai malam turunnya Al-Qur’an.

Ikhtisar: Lailatul Qadar diyakini sebagai malam turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Para ulama menjelaskan kemuliaannya melalui tafsir Al-Qadr dan ad-Dukhan, yang menggambarkan keberkahan, turunnya malaikat, serta penetapan berbagai ketentuan kehidupan manusia.

Balikpapan TV - Hai Cess! Lailatul Qadar dikenal sebagai malam paling mulia dalam bulan Ramadhan. Banyak ayat Al-Qur’an dan penjelasan para ulama menyebutkan bahwa pada malam inilah kitab suci Al-Qur’an pertama kali diturunkan, membawa petunjuk dan keberkahan bagi manusia.

Nah, kenapa malam ini dianggap begitu istimewa dalam ajaran Islam? Apa saja penjelasan ulama tentang turunnya Al-Qur’an serta kemuliaan Lailatul Qadar? Ikuti penjelasan lengkapnya sampai tuntas, pahamlah ikam Cess!.

Kenapa Lailatul Qadar disebut malam turunnya Al-Qur’an?

Lailatul Qadar diyakini sebagai waktu pertama kali turunnya Al-Qur’an. Keyakinan ini bersumber dari sejumlah ayat yang menyebutkan bahwa kitab suci tersebut diturunkan pada malam yang penuh keberkahan di bulan Ramadhan.

Surat Al-Qadr menjadi dalil yang sering dikaitkan dengan peristiwa tersebut. Pandangan ini dijelaskan oleh Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsirnya Al-Munir.

Menurut penjelasan yang disampaikan dalam artikel karya M Ryan Romadhon, malam ini memiliki berbagai keistimewaan. Salah satunya adalah turunnya para malaikat ke bumi dengan membawa kebaikan dan keberkahan bagi orang-orang beriman.

"Karena para malaikat, termasuk Jibril turun ke bumi dengan membawa berbagai macam cahaya, keutamaan, keberkahan, dan kebaikan untuk hamba-hamba Allah yang beriman dan saleh. Mereka membawa semua itu dari Allah, Dzat Maha Pengasih yang mengaruniakan semua itu kepada siapa pun yang Dia kehendaki," tulis Ryan.

Malam itu bukan sekadar waktu biasa. Ada banyak rahmat yang turun bagi manusia.

Baca Juga: Mudik Lebaran Bukan Sekadar Pulang Kampung: Makna Silaturahmi, Nasihat Islam, dan Hal-hal Penting yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat

Apa saja keistimewaan Lailatul Qadar menurut penjelasan ulama?

Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki banyak keistimewaan yang menjadikannya malam yang sangat dimuliakan dalam Islam.

Salah satu keistimewaan yang disebutkan adalah terbebasnya orang beriman dari pengaruh setan serta berbagai tindakan buruk. Malam tersebut juga disebut sebagai waktu yang menyimpan berbagai kebaikan dan keberkahan.

Selain itu, malam ini juga dikaitkan dengan ketentuan rezeki manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar membawa makna besar bagi kehidupan manusia. Bukan hanya soal ibadah semata, tapi juga tentang berbagai ketentuan yang berkaitan dengan perjalanan hidup manusia.

Nah, pahamlah ikam. Malam ini dianggap sebagai momentum penuh rahmat dalam bulan Ramadhan.

Bagaimana tafsir Imam Al-Qurthubi menjelaskan kemuliaan Lailatul Qadar?

Imam Al-Qurthubi memberikan penjelasan mendalam mengenai kemuliaan malam Lailatul Qadar melalui tafsirnya Al-Jami' li Ahkamil Quran.

Menurut penjelasan yang disampaikan Ustadz Muhammad Tantowi, ada dua peristiwa besar yang membuat malam tersebut menjadi sangat mulia.

Peristiwa pertama adalah turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia.

"Pertama, Allah menurunkan Al-Qur'an secara keseluruhan dari pusat informasi semesta atau yang sering disebut dengan Lauhul Mahfudz ke langit dunia," tulis Ustadz Muhammad Tantowi.

Peristiwa kedua berkaitan dengan ketentuan kehidupan manusia yang ditetapkan pada malam tersebut.

"Kedua, Allah tentukan rezeki, ajal dan kematian makhluknya, bahkan pada malam tersebut ditentukan nama-nama orang yang akan menunaikan ibadah haji, tidak lebih dan tidak kurang. Kemudian diserahkan kepada malaikat untuk diwujudkan pada tahun yang sama," sambungnya.

Dua peristiwa besar ini menjadi alasan mengapa Lailatul Qadar dianggap sangat agung dalam ajaran Islam.

Apa kaitan surah ad-Dukhan dengan turunnya Al-Qur’an?

Selain surat Al-Qadr, surah ad-Dukhan ayat 2 hingga 3 juga sering dikaitkan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar.

Syekh Nawawi Banten menjelaskan bahwa surah ad-Dukhan diturunkan di Makkah dan memiliki 59 ayat, 346 kata, serta 1.431 huruf.

Dalam ayat tersebut terdapat penjelasan tentang kitab yang diturunkan pada malam penuh keberkahan.

وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ ۝٢ اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ۝٣

Menurut Syekh Nawawi, kata “kitab” dalam ayat tersebut memiliki tiga makna sekaligus.

1. Merujuk pada kitab-kitab yang diwahyukan kepada nabi sebelumnya
2. Dimaknai sebagai Lauhul Mahfudz
3. Dapat pula dimaknai sebagai Al-Qur’an

Ketiga makna ini menggambarkan kedudukan Al-Qur’an yang sangat mulia dalam ajaran Islam.

Apa makna turunnya Al-Qur’an bagi kehidupan manusia?

Turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar memiliki makna penting bagi kehidupan manusia. Wahyu yang turun membawa petunjuk dan peringatan bagi umat manusia.

Hal ini dijelaskan oleh Ustadz Zainuddin Lubis yang mengutip tafsir Marah Labid.

"Ketiga makna ini menegaskan betapa agung dan mulianya Al-Qur'an dalam ajaran Islam," demikian terang Ustadz Zainuddin Lubis.

Ia juga menambahkan bahwa peristiwa turunnya wahyu membawa dampak besar bagi kehidupan manusia.

"Turunnya Al-Qur’an bukan hanya sebagai peristiwa biasa, tetapi memiliki dampak besar bagi kehidupan manusia. Wahyu yang turun membawa petunjuk dan peringatan, yang mengarahkan manusia kepada jalan yang benar," ungkap Ustadz Zain.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, belajar, serta berdoa terutama pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Harapannya sederhana. Mendapatkan keberkahan yang Allah janjikan.

Beberapa poin penting tentang Lailatul Qadar

1. Lailatul Qadar diyakini sebagai malam pertama turunnya Al-Qur’an.
2. Surat Al-Qadr menjadi dalil utama mengenai peristiwa tersebut.
3. Para malaikat termasuk Jibril turun membawa keberkahan bagi orang beriman.
4. Pada malam itu ditentukan berbagai ketetapan kehidupan manusia.
5. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam terakhir Ramadhan.

Baca Juga: Mesiasati Rumah Kecil untuk Tamu yang Banyak: 6 Cara Menata Ruang Agar Rumah Terasa Lega Saat Buka Bersama

Insight: Lailatul Qadar sering dibicarakan setiap Ramadhan, tapi maknanya kadang hanya dipahami sebatas malam penuh pahala. Padahal penjelasan para ulama menunjukkan sesuatu yang luas. Ada peristiwa turunnya wahyu, ketentuan kehidupan manusia, hingga keberkahan yang menyentuh perjalanan hidup. Nah, malam ini bukan sekadar momen ibadah pang. Ia juga mengingatkan manusia tentang arah hidup dan petunjuk yang dibawa Al-Qur’an. Pahamlah ikam.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan Cess!.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa yang dimaksud dengan Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar adalah malam yang diyakini sebagai waktu pertama turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan dan dikenal sebagai malam penuh keberkahan.

Mengapa Lailatul Qadar disebut malam mulia?
Karena pada malam tersebut terjadi peristiwa besar seperti turunnya Al-Qur’an dan berbagai ketentuan kehidupan manusia ditetapkan.

Apa yang dianjurkan dilakukan pada malam Lailatul Qadar?
Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, belajar, dan berdoa terutama pada malam terakhir bulan Ramadhan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Lailatul Qadar #Imam al Qurthubi #urah Ad Dukhan #Al Quran #Syekh Wahbah Az Zuhaili