Ikhtisar: Ayat Kursi dikenal sebagai pemimpin ayat Al-Qur’an. Gus Ulil menjelaskan tiga kandungan utama di dalamnya: dzat Allah, sifat-Nya, dan tindakan-Nya sebagai jalan mengenal Allah.
Balikpapan TV - Hai Cess! Ayat Kursi dalam Surat Al-Baqarah ayat 255 dikenal luas sebagai pemimpin ayat-ayat Al-Qur’an. Julukan ini muncul karena kandungan maknanya sangat mendalam. Ayat ini memuat penjelasan tentang dzat Allah, sifat-sifat-Nya, serta tindakan-Nya dalam alam semesta.
Penjelasan itu disampaikan oleh Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla saat mengisi Ngaji Pasanan 1447 H membahas kitab Jawahirul Quran karya Imam Al-Ghazali melalui kanal media sosial Ghazalian College pada Jumat 13 Maret 2026. Nah, penasaran mengapa ayat ini memiliki kedudukan sangat penting dalam Al-Qur’an? Simak sampai tuntas Cess!
Mengapa Ayat Kursi Disebut Pemimpin Ayat Al-Qur’an?
Ayat Kursi mendapat julukan Sayyidatu ayyil Qur'an atau pemimpin ayat-ayat Al-Qur’an karena kandungannya sangat lengkap. KH Ulil Abshar Abdalla menjelaskan bahwa ayat ini memuat tiga unsur utama yang menjadi inti pengenalan kepada Allah.
Tiga unsur tersebut adalah dzat Allah, sifat-sifat Allah, dan tindakan-Nya atau yang dikenal dengan istilah af’alullah. Ketiga unsur ini menjadi dasar konsep ma’rifatullah, yaitu mengenal Allah secara mendalam.
“Itulah isi daripada ayat kursi. Jadi ayat kursi itu isinya sesuatu yang sangat substantif,” ujar Gus Ulil dalam pengajian tersebut.
Menurut penjelasan beliau, jarang ada ayat lain yang memuat ketiga unsur ini sekaligus. Banyak ayat hanya menyinggung satu atau dua bagian saja. Ayat Kursi memuat semuanya dalam satu rangkaian ayat.
Nah, di sinilah letak keistimewaannya pang. Pahamlah ikam.
Baca Juga: Pipa Kamar Mandi Bocor? 6 Cara Praktis Mengatasinya Sebelum Tagihan Air Naik dan Dinding Rumah Rusak
Apa Makna Lafal Allah dan Tauhid dalam Ayat Kursi?
Dalam pengajian tersebut, Gus Ulil menguraikan Ayat Kursi dengan pendekatan per kata dan per kalimat sebagaimana dijelaskan dalam kitab karya Imam Al-Ghazali.
Lafal “Allah” dalam ayat ini menunjukkan dzat Allah. Sementara kalimat berikutnya “laa ilaha illallah” menggambarkan konsep tauhid atau pengesaan Allah.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa inti pertama dari Ayat Kursi adalah pengenalan terhadap dzat Tuhan. Semua pemahaman keimanan berawal dari pengakuan bahwa hanya Allah yang layak disembah.
Dalam perspektif kitab Jawahirul Quran, pengenalan terhadap dzat Allah menjadi fondasi utama dalam memahami keimanan.
Tanpa pemahaman ini, konsep keimanan akan terasa kosong. Nah itu sudah, pahamlah ikam.
Apa Saja Sifat Allah yang Dijelaskan dalam Ayat Kursi?
Ayat Kursi juga menjelaskan beberapa sifat Allah. Gus Ulil menyoroti dua kalimat penting yaitu al-hayyu al-qayyum dan laa ta’khudzhu sinatun walaa naum.
Kalimat al-hayyu al-qayyum menggambarkan sifat Allah yang hidup dan berdiri sendiri.
“Al-Qayyum itu sesuatu yang otonom, independen, dan yang lain-lain butuh dia. Sesuatu yang self-reliant. Allah itu sifatnya adalah Allah itu cukup pada dirinya sendiri, tidak membutuhkan yang lain-lain sementara yang lain-lain butuh dia. Itu namanya Al-Qayyum,” jelas Gus Ulil.
Sementara kalimat laa ta’khudzhu sinatun walaa naum menjelaskan bahwa Allah tidak memiliki sifat yang tidak layak bagi-Nya seperti mengantuk atau tidur.
Pandangan ini sejalan dengan penjelasan Imam Al-Ghazali bahwa Allah harus dibersihkan dari sifat yang mustahil melekat pada-Nya.
Bagaimana Ayat Kursi Menjelaskan Tindakan Allah di Alam Semesta?
Bagian berikutnya dari Ayat Kursi menjelaskan tindakan Allah terhadap alam semesta. Hal ini terlihat pada kalimat lahu maa fissamaawati wamaa fil ardh.
Menurut Gus Ulil, kalimat ini menunjukkan bahwa langit dan bumi beserta seluruh isinya merupakan ciptaan Allah.
“Langit dan bumi ini semua kan ciptaan Allah. Artinya langit dan bumi dan segala hal yang ada di dalamnya, itu kan sebetulnya merupakan af’al, tindakan-tindakan Allah,” jelasnya.
Dalam pandangan keimanan, alam semesta dipahami sebagai manifestasi dari tindakan Allah.
Artinya setiap keberadaan di alam ini merupakan hasil dari kehendak dan tindakan Tuhan.
Apa Makna Kekuasaan Allah dalam Ayat Kursi?
Ayat Kursi juga menyinggung kekuasaan mutlak Allah melalui kalimat man dzalladzi yasyfa’u ‘indahu illa bi idznihi.
Kalimat ini menunjukkan bahwa Allah adalah penguasa absolut. Tidak ada makhluk yang dapat memberikan syafaat kecuali dengan izin-Nya.
Selain itu, Ayat Kursi juga menegaskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu. Pengetahuan Allah meliputi hal yang paling umum hingga detail terkecil.
Gus Ulil juga menyoroti kalimat wasi’a kursiyyuhus samawati wal ardh. Kalimat ini menggambarkan keluasan kekuasaan dan keagungan Allah.
Namun makna kata kursiy sendiri memiliki sisi misteri yang tidak sepenuhnya dapat dijangkau akal manusia.
Beberapa Poin Penting dari Penjelasan Ayat Kursi
1. Ayat Kursi disebut pemimpin ayat Al-Qur’an karena memuat tiga kandungan utama.
2. Tiga kandungan tersebut adalah dzat Allah, sifat-sifat-Nya, dan tindakan-Nya.
3. Lafal Allah dan tauhid dalam ayat ini menjadi dasar pengenalan kepada Tuhan.
4. Ayat Kursi juga menjelaskan sifat Allah yang hidup dan berdiri sendiri.
5. Alam semesta dipahami sebagai manifestasi dari tindakan Allah.
Insight : Ayat Kursi sering dibaca dalam berbagai kesempatan ibadah. Namun penjelasan ulama menunjukkan bahwa maknanya jauh melampaui sekadar bacaan rutin. Ayat ini merangkum konsep besar tentang Tuhan, sifat-Nya, serta tindakan-Nya dalam alam semesta. Nah, di sinilah letak kedalamannya pang. Bukan sekadar ayat panjang, tapi fondasi mengenal Allah dalam satu rangkaian kalimat. Pahamlah ikam.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna Ayat Kursi Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Mengapa Ayat Kursi disebut pemimpin ayat Al-Qur’an?
Karena ayat ini memuat tiga kandungan utama sekaligus yaitu dzat Allah, sifat-Nya, dan tindakan-Nya.
Siapa yang menjelaskan kandungan Ayat Kursi dalam pengajian ini?
Penjelasan disampaikan oleh Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla dalam Ngaji Pasanan membahas kitab Jawahirul Quran karya Imam Al-Ghazali.
Apa makna af’alullah dalam Ayat Kursi?
Af’alullah merujuk pada tindakan Allah yang tercermin melalui penciptaan langit, bumi, dan seluruh isi alam semesta.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.