Makna Penyesalan dan Taubat serta Pentingnya Memanfaatkan Waktu Hidup Sebelum Ajal Menjemput
Rizkiyan Akbar• Minggu, 15 Maret 2026 | 18:33 WIB
Ustaz Anwar Arifin Pinem saat menyampaikan tausiah tentang makna penyesalan dan taubat dalam program Cahaya Qolbu spesial Ramadan di studio Balikpapan TV, Sabtu (14 Maret 2026).
Ikhtisar: Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan perbedaan penyesalan yang masih bisa diperbaiki dan penyesalan yang datang terlambat, sekaligus mengingatkan pentingnya taubat, waktu, sahabat baik, dan amal sebagai bekal hidup.
Balikpapan TV - Hai Cess! Penyesalan sering muncul setelah sebuah kesalahan terjadi. Namun dalam pandangan Islam, tidak semua penyesalan memiliki makna yang sama. Ada penyesalan yang masih membawa harapan, ada pula yang datang ketika segalanya sudah terlambat. Hal inilah yang disampaikan langsung oleh Ustaz Anwar Arifin Pinem, ME, Wakil Ketua 3 Baznas Balikpapan, saat mengisi program Cahaya Qolbu spesial Ramadan yang tayang live dari studio Balikpapan TV, Sabtu (14 Maret 2026).
Nah, pembahasan ini menarik disimak sampai tuntas. Sebab di dalamnya ada penjelasan tentang taubat, waktu hidup, hingga cara memilih sahabat agar hidup kada berujung penyesalan. Penasaran kan bagaimana penjelasannya? Simak terus sampai selesai Cess!
Apa Bedanya Penyesalan yang Masih Berarti dengan yang Sudah Terlambat?
Penyesalan yang berarti adalah penyesalan yang terjadi selama manusia masih hidup. Artinya masih ada kesempatan memperbaiki kesalahan, memohon ampun kepada Allah, serta memperbaiki amal.
Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan, selama seseorang masih hidup maka pintu ampunan masih terbuka luas. Taubat dapat dilakukan kapan saja selama belum datang sakaratul maut.
“Selama seseorang menyadari kesalahannya saat masih hidup, maka ia masih memiliki kesempatan untuk memohon ampun kepada Allah SWT,” jelasnya.
Sebaliknya, penyesalan yang tidak berarti adalah penyesalan yang datang terlambat. Misalnya saat sakaratul maut atau setelah kehidupan dunia berakhir. Pada saat itu, manusia sudah tidak memiliki kesempatan memperbaiki amalnya.
Contoh yang sering disebut dalam kisah keagamaan adalah taubat Firaun yang ditolak karena diucapkan ketika ajal sudah tiba.
Mengapa Hari Kiamat Disebut Hari Penyesalan?
Hari kiamat dalam ajaran Islam dikenal juga sebagai Yaumul Hasrah, yaitu hari penyesalan. Pada hari itu seluruh manusia merasakan penyesalan, bahkan orang yang saleh sekalipun.
Menurut penjelasan Ustaz Anwar Arifin Pinem, orang kafir menyesal karena menolak kebenaran. Orang munafik menyesal karena ibadahnya tidak tulus. Namun
Menariknya, orang beriman juga tetap merasakan penyesalan karena ketika tabir akhirat terbuka, manusia melihat betapa besar pahala yang Allah sediakan untuk setiap amal saleh. Saat itulah banyak orang menyesal karena merasa amalnya di dunia masih terlalu sedikit.
Ada yang menyesal karena hanya menunaikan yang wajib. Ada pula yang menyesal karena tidak memperbanyak ibadah sunnah. Nah, ikam pasti pahamlah… ketika peluang besar ternyata dulu dilewatkan begitu saja.
Bagaimana Cara Memanfaatkan Lima Perkara Sebelum Lima Perkara?
Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kajian tersebut adalah memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya. Ustaz Anwar Arifin Pinem menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Masa muda sebelum masa tua: Gunakan masa muda untuk belajar dan beramal saleh karena daya ingat dan tenaga masih kuat.
2. Waktu luang sebelum masa sibuk: Jangan menunda kebaikan. Waktu senggang bisa dimanfaatkan untuk hal bermanfaat dan ibadah.
3. Sehat sebelum sakit: Kesehatan sering dianggap biasa saja, padahal saat sakit baru terasa mahalnya nikmat sehat.
4. Kaya sebelum miskin: Harta dapat menjadi bekal akhirat melalui zakat, infak, dan sedekah.
5. Hidup sebelum mati: Ini yang paling penting. Selama hidup, manusia masih memiliki kesempatan memperbaiki diri.
Nah, merancang hidup sih bukan soal panjang umur pang. Tapi soal memanfaatkan waktu yang ada. Pahamlah ikam.
Bagaimana Cara Taubat Agar Penyesalan Menjadi Berarti?
Taubat dalam Islam memiliki syarat yang jelas. Penyesalan harus diikuti dengan langkah nyata.
Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan bahwa taubat yang benar melibatkan tiga hal utama: menyesal atas dosa, berjanji tidak mengulanginya, serta memperbaiki amal yang rusak.
Selain itu, manusia dianjurkan memperbanyak istigfar. Rasulullah SAW bahkan beristigfar antara 70 hingga 100 kali setiap hari.
“Jangan menunda taubat karena merasa masih muda atau merasa hidup masih panjang,” terang Ustaz Anwar Arifin Pinem.
Jika kesalahan berkaitan dengan orang lain, maka taubat juga harus disertai permintaan maaf secara langsung. Misalnya kepada orang tua, pasangan, atau sahabat yang pernah tersakiti.
Karena jika ajal datang sebelum permintaan maaf dilakukan, maka hal tersebut bisa menjadi pemberat hisab.
Mengapa Memilih Sahabat Baik Sangat Penting?
Lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seseorang. Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa sahabat yang tidak didasari keimanan dapat berujung penyesalan.
Sahabat yang baik adalah mereka yang mengingatkan kepada Allah dan akhirat. Sebaliknya, sahabat yang hanya menghabiskan waktu untuk hal sia-sia dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan beramal.
Bahkan dalam gambaran hari kiamat, ada orang yang menjerit menyesal karena dulu memilih teman yang salah. Karena itu memilih sahabat bukan sekadar soal akrab atau sering berkumpul. Tapi apakah pertemanan itu membawa kebaikan atau justru menjauhkan dari jalan yang diridai Allah.
Bagaimana cara memilih sahabat yang baik agar tidak menyesal?
Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan bahwa memilih sahabat sangat penting karena hubungan pertemanan yang kada didasari oleh keimanan akan berujung pada penyesalan yang mendalam di akhirat. Berikut cara memilih sahabat yang baik agar ikam kada menyesal:
1. Pilihlah sahabat yang selalu mengingatkan kepada Allah dan akhirat: Sahabat terbaik adalah mereka yang selalu mengingatkan ikam pada visi hidup sejati: beribadah kepada Allah SWT, serta membantu meluruskan langkah agar tetap berada di jalan yang diridai-Nya.
2. Cari sahabat yang memotivasi pada kesalehan: Karena manusia makhluk yang lemah, motivasi sering dipengaruhi lingkungan. Berteman dengan orang yang mendekatkan diri kepada Allah akan menuntun kita ikut melakukan berbagai kebaikan dan kesalehan.
3. Hindari sahabat yang sering menyia-nyiakan waktu: Penyesalan sering muncul saat seseorang memilih teman yang menghabiskan waktu untuk hal sia-sia atau melanggar syariat, seperti gibah. Karena itu, pilihlah teman yang mendorong hal produktif dan amal saleh agar waktu tidak terbuang percuma hingga ajal tiba.
4. Pastikan pertemanan didasarkan pada ikatan tali Allah: Ustaz Anwar Arifin Pinem mengingatkan, persahabatan yang tidak dilandasi keimanan dapat berubah menjadi permusuhan di hari kiamat. Saat itu, sebagian orang menjerit penuh penyesalan karena pernah berteman dengan sosok yang menjerumuskannya.
5. Sadari keterbatasan diri dalam memfilter pengaruh buruk: Jangan terlalu percaya diri bisa berteman dekat dengan ahli maksiat tanpa terpengaruh. Karena godaan setan selalu ada, penting untuk bijak memilih sahabat dekat agar kada terjerumus ke dalam keburukan.
Singkatnya, sahabat yang baik adalah mereka yang kada hanya menjadi teman di dunia, tetapi juga menjadi perantara keselamatan ikam di akhirat sehingga ikam tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang menyesali pertemanannya di hari pembalasan.
Menurut Ustaz Anwar Arifin Pinem, tanda-tanda atau indikator bahwa taubat seseorang diterima berkaitan erat dengan pemenuhan syarat taubat yang tulus dan adanya perubahan nyata dalam perilaku sehari-hari. Berikut adalah rinciannya:
1. Adanya penyesalan yang tulus: Tanda utama adalah munculnya rasa menyesali dengan sungguh-sungguh perbuatan dosa atau kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu.
2. Komitmen kuat untuk berhenti: Seseorang yang taubatnya diterima memiliki janji dan tekad yang kuat di dalam hatinya untuk tidak akan mengulangi perbuatan maksiat tersebut lagi.
3. Perbaikan amal ibadah: Taubat yang benar harus disertai langkah nyata memperbaiki amal yang pernah rusak atau ditinggalkan, salah satunya dengan menjaga konsistensi ibadah seperti salat sebagai indikator baiknya amal lainnya.
4. Munculnya kesalehan sosial: Salah satu tanda taubat dan ibadah yang diterima adalah hati yang lebih jernih dalam memandang sekitar, ditunjukkan dengan meningkatnya kepedulian kepada sesama, seperti membantu orang miskin dan tidak hanya saleh untuk diri sendiri.
5. Perubahan dalam pergaulan dan lisan: Seseorang yang telah bertaubat akan lebih bijak menggunakan waktu dan selektif memilih sahabat, serta menghindari pembicaraan yang kada bermanfaat atau melanggar syariat seperti gibah.
6. Istikamah dalam memperbaiki diri: Tanda lainnya adalah terus memperbaiki diri tanpa berputus asa dari rahmat Allah meski pernah terjatuh dalam kesalahan, serta membiasakan istigfar untuk menjaga kebersihan hati.
Singkatnya, taubat yang diterima akan membawa perubahan visi hidup seseorang menjadi lebih fokus pada pencarian rida Allah dan persiapan menghadapi akhirat agar kada mengalami penyesalan yang abadi.
Apa saja amalan yang bisa menemani kita di alam barzakh?
Ustaz Anwar Arifin Pinem menyebutkan amalan yang akan menemani dan menjadi bekal seseorang di alam barzakh adalah amal-amal saleh yang dikerjakan selama hidup di dunia. Berikut adalah rincian amalan yang secara spesifik disebutkan sebagai bekal dan pelindung agar kada menyesal di alam kubur maupun akhirat:
1. Tegaknya salat: Salat adalah amalan pertama yang dihisab dan menjadi penentu baik atau tidaknya amalan lainnya. Sebagai tiang agama, jika salat baik, maka amalan lain pun cenderung baik.
2. Zakat, Infak, dan Sedekah: Harta hanya bisa dibawa ke akhirat dengan mendermakannya di jalan Allah. Banyak orang menyesal di akhirat dan berharap bisa kembali ke dunia hanya untuk bersedekah lebih banyak.
3. Kesalehan sosial (memberi makan orang miskin): Kada hanya saleh secara pribadi, tetapi juga peduli kepada sesama dengan membantu mereka yang kekurangan atau miskin.
4. Dzikir, Istigfar, dan membaca Al-Qur'an: Menghidupkan waktu, terutama malam hari, dengan dzikir, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak istigfar. Rasulullah mencontohkan beristigfar setidaknya 70–100 kali sehari untuk menjaga hati tetap dekat dengan Allah.
5. Memilih sahabat yang baik: Lingkungan pertemanan yang saling mengingatkan kepada Allah dan akhirat membantu seseorang tetap konsisten dalam ibadah hingga menjadi bekal keselamatan di alam barzakh.
6. Taubat yang tulus dan meminta maaf: Segera bertaubat dan meminta maaf kepada sesama, seperti orang tua atau pasangan, sebelum ajal menjemput agar kesalahan kada menjadi beban saat hisab nanti.
“Orang yang saleh akan merasa tidak sabar untuk dibangkitkan karena mereka telah ditemani oleh amal-amal salehnya di alam barzakh, berbeda dengan ahli maksiat yang merasakan penderitaan luar biasa,” tutup Ustaz Anwar Arifin Pinem.
Poin Penting dari Pembahasan Ini
1. Penyesalan masih berarti selama manusia masih hidup dan memiliki kesempatan bertaubat. 2. Penyesalan yang datang saat sakaratul maut atau setelah kematian sudah tidak membawa manfaat. 3. Manusia dianjurkan memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya. 4. Taubat harus dilakukan dengan menyesal, berjanji tidak mengulanginya, dan memperbaiki amal. 5. Sahabat yang baik membantu menjaga arah hidup menuju kebaikan.
Bagi pemirsa Balikpapan TV yang ingin menyaksikan program Cahaya Qolbu secara langsung, dapat menontonnya melalui kanal resmi YouTube: Balikpapantv_Official yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan, pukul 17.00–18.00 WITA.
Insight: Penyesalan dalam hidup sebenarnya bukan musuh. Justru menjadi alarm. Tapi alarm itu berguna hanya saat masih ada waktu memperbaiki langkah. Di sinilah pentingnya memanfaatkan masa muda, sehat, dan waktu luang. Banyak orang baru paham nilai waktu ketika semuanya sudah lewat. Nah, hidup itu singkat pang. Jadi selama kesempatan masih ada, perbaiki langkah, tambah amal, dan jaga lingkungan pertemanan. Pahamlah ikam.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna waktu hidup dan pentingnya taubat sebelum terlambat Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa yang dimaksud penyesalan yang berarti dalam Islam?
Penyesalan yang terjadi selama seseorang masih hidup dan masih memiliki kesempatan memperbaiki kesalahan melalui taubat dan amal saleh.
2. Mengapa hari kiamat disebut Yaumul Hasrah?
Karena pada hari itu semua manusia merasakan penyesalan, baik orang kafir, munafik, maupun orang beriman.
3. Apa saja lima perkara sebelum lima perkara?
Masa muda sebelum tua, waktu luang sebelum sibuk, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, dan hidup sebelum mati.
4. Mengapa memilih sahabat yang baik sangat penting?
Karena sahabat dapat mempengaruhi arah hidup seseorang dan menentukan apakah waktu digunakan untuk kebaikan atau hal sia-sia.
DISCLAIMER Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.