Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ramadhan dan Turunnya Al-Qur’an: Cerita Besar di Balik Nuzulul Qur’an yang Mengajak Umat Islam Menghidupkan Ibadah

Nazwa Deriska Noviyanti • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:47 WIB

Ilustrasi umat Islam membaca Al-Qur’an bersama pada malam Ramadhan sebagai simbol peringatan Nuzulul Qur’an.
Ilustrasi umat Islam membaca Al-Qur’an bersama pada malam Ramadhan sebagai simbol peringatan Nuzulul Qur’an.

Ikhtisar: Nuzulul Qur’an pada bulan Ramadhan menandai turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia. Momentum ini mendorong umat Islam memperbanyak membaca Al-Qur’an serta menghidupkan ibadah dan majelis ilmu.

Balikpapan TV - Hai Cess! Bulan Ramadhan selalu punya momen istimewa bagi umat Islam. Salah satunya adalah peristiwa besar turunnya Al-Qur’an atau yang dikenal sebagai Nuzulul Qur’an. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang puasa, tetapi juga bulan diturunkannya kitab suci sebagai petunjuk hidup manusia.

Di Indonesia, Nuzulul Qur’an diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan. Momentum ini sering diisi dengan pembacaan Al-Qur’an bersama, pengajian, hingga kegiatan ibadah lainnya. Penasaran kenapa peristiwa ini sangat dimuliakan dalam Islam? Baca terus sampai tuntas Cess!.

Apa makna Ramadhan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an?

Ramadhan disebut sebagai bulan turunnya Al-Qur’an dalam firman Allah swt dalam QS Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang batil." (QS Al-Baqarah: 185).

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan memiliki kedudukan khusus dalam Islam. Bukan sekadar bulan ibadah puasa, tetapi juga bulan Al-Qur’an. Kitab suci ini menjadi pedoman bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

Nah, pahamlah ikam. Ramadhan dan Al-Qur’an pang memang dua hal yang saling terikat kuat dalam tradisi ibadah umat Islam.

Baca Juga: Larangan AI Instan di Sekolah Mulai Berlaku! SKB Tujuh Menteri Resmi Terbit, Penggunaan AI Instan di Pendidikan Dasar dan Menengah Dibatasi

Kenapa Nuzulul Qur’an diperingati pada 17 Ramadhan?

Penetapan tanggal 17 Ramadhan sebagai Nuzulul Qur’an merujuk pada penjelasan para ulama sejarah Islam. Salah satunya disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah.

Beliau menjelaskan:

كَانَ ابْتِدَاءُ الْوَحْيِ إِلَى رَسُوْلِ الله يَوْمَ الْاِثْنَيْنِ، لَسَبْع عَشَرَةَ لَيْلَةُ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَقِيْلَ فِي الرَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْهُ

Artinya, “Permulaan wahyu kepada Rasulullah saw bertepatan dengan hari Senin pada malam ketujuh belas bulan Ramadhan. Dan dikatakan bertepatan dengan tanggal 24 Ramadhan.”

Karena itu, banyak umat Islam di Indonesia memperingati malam ke-17 Ramadhan sebagai momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw. Tradisi ini sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari kehidupan spiritual umat Islam.

Bagaimana teladan Rasulullah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an di Ramadhan?

Teladan Rasulullah saw menjadi contoh penting bagi umat Islam dalam memuliakan Ramadhan dan Al-Qur’an. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah saw memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an selama Ramadhan.

Hadits tersebut menyebutkan:

‎عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: “Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an.” (HR Al-Bukhari).

Interaksi ini menunjukkan bahwa Ramadhan menjadi waktu khusus untuk memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Nah, itu sudah. Bukan hanya tradisi, tetapi teladan langsung dari Rasulullah.

Kenapa membaca Al-Qur’an bersama sering dilakukan saat Nuzulul Qur’an?

Di Indonesia, pembacaan Al-Qur’an secara bersama sering dilakukan saat memperingati Nuzulul Qur’an. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk kebersamaan dalam ibadah.

Rasulullah saw bersabda:

وَما اجْتَمع قَوْمٌ في بَيْتٍ مِن بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عليهمِ السَّكِينَةُ

Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah sambil membaca Kitabullah dan mempelajarinya, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan.” (HR Muslim).

Tradisi membaca Al-Qur’an bersama menjadi cara sederhana untuk menghidupkan momen tersebut. Bubuhan yang berkumpul membaca Al-Qur’an juga menunjukkan semangat kebersamaan dalam ketaatan.

Apa saja amalan yang dapat dilakukan saat Nuzulul Qur’an?

Selain membaca Al-Qur’an, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal ibadah lainnya pada momen Nuzulul Qur’an. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap turunnya wahyu Allah.

Beberapa amalan yang sering dilakukan antara lain:

1. Membaca dan mengkaji Al-Qur’an
Memperbanyak tilawah dan memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an.

2. Mengikuti pengajian atau majelis ilmu
Kegiatan ini membantu memahami ajaran Islam secara mendalam.

3. I’tikaf di masjid
Berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah.

4. Memperbanyak dzikir dan doa
Menghidupkan malam dengan ibadah dan mengingat Allah.

Imam an-Nawawi juga menjelaskan bahwa keutamaan berkumpul mempelajari Al-Qur’an tidak hanya berlaku di masjid, tetapi juga di madrasah, pondok, dan tempat serupa.

Poin Penting

1. Ramadhan disebut sebagai bulan turunnya Al-Qur’an menurut QS Al-Baqarah ayat 185.
2. Nuzulul Qur’an di Indonesia diperingati setiap 17 Ramadhan.
3. Rasulullah meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an selama Ramadhan.
4. Membaca Al-Qur’an bersama menjadi tradisi ibadah dalam peringatan Nuzulul Qur’an.
5. Amalan seperti i’tikaf, dzikir, dan pengajian juga dianjurkan pada momen ini.

Baca Juga: Larangan AI Instan di Sekolah Mulai Berlaku! SKB Tujuh Menteri Resmi Terbit, Penggunaan AI Instan di Pendidikan Dasar dan Menengah Dibatasi

Insight: Nuzulul Qur’an mengingatkan satu hal penting. Ramadhan bukan hanya rutinitas puasa tahunan. Ada pesan besar di dalamnya, yaitu mendekat kembali dengan Al-Qur’an. Banyak orang fokus pada ibadah fisik, padahal inti Ramadhan juga ada pada memahami wahyu. Nah, kalau tilawah dan kajian Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat, ibadah Ramadhan terasa lebih bermakna. Itu pang esensinya.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna Nuzulul Qur’an Cess!.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa itu Nuzulul Qur’an?
Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw pada bulan Ramadhan.

Mengapa Nuzulul Qur’an diperingati pada 17 Ramadhan?
Penetapan ini merujuk pada penjelasan ulama sejarah seperti Ibnu Katsir yang menyebut wahyu pertama turun pada malam ke-17 Ramadhan.

Apa amalan yang dianjurkan saat Nuzulul Qur’an?
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain membaca Al-Qur’an, mengikuti majelis ilmu, i’tikaf di masjid, serta memperbanyak dzikir dan doa.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#ramadhan #Al Quran #Majelis ilmu #Rasulullah Muhammad #nuzulul quran