Ikhtisar: Amalan utama meraih malam Lailatul Qadar dijelaskan Ustaz Abdul Rosyid Bustomi dalam kajian Cahaya Qolbu spesial Ramadan, mulai dari iktikaf, doa, zikir hati, hingga menjaga silaturahim.
Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadan selalu membawa momen istimewa. Salah satunya adalah malam Lailatul Qadar—malam penuh kemuliaan yang nilainya bahkan melampaui ibadah selama seribu bulan. Dalam program Cahaya Qolbu spesial Ramadan yang tayang live dari studio Balikpapan TV, Rabu (11 Maret 2026), Ketua BAZNAS Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi, S.Pd., M.Pd., mengulas amalan utama agar umat Muslim bisa meraih keberkahan malam tersebut.
Nah penasaran apa saja amalan yang dianjurkan, kenapa malam itu sangat istimewa, sampai tanda orang yang benar-benar mendapat keberkahannya? Baca terus sampai habis, Cess!
Baca Juga: Pelajaran Kisah Umat Terdahulu dalam Al-Qur’an dan Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW
Apa saja amalan utama untuk meraih malam Lailatul Qadar?
Ibadah pada malam Lailatul Qadar dimulai dari niat yang kuat sejak awal Ramadan. Tanpa komitmen yang jelas, ibadah mudah goyah di tengah perjalanan. Ustaz Abdul Rosyid Bustomi menekankan bahwa semua amal bergantung pada niat yang tertanam sejak awal.
Ia menjelaskan bahwa salah satu amalan utama adalah iktikaf, yakni berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah. Dalam kondisi tersebut seseorang dianjurkan meminimalkan interaksi duniawi dan memperbanyak doa, zikir, serta membaca Al-Qur’an.
“Segala amal perbuatan bergantung pada niatnya, sehingga penting bagi setiap Muslim untuk memiliki komitmen yang kuat sejak awal Ramadan untuk menyambut dan mencari malam Lailatul Qadar,” jelas Ustaz Abdul Rosyid Bustomi.
Selain iktikaf, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah SAW: “Allahumma innaka 'afuun karim tuhibbul 'afwa fa'fu 'anna.” Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau mencintai ampunan, maka ampunilah aku.
Doa ini menjadi permohonan ampunan yang sangat dianjurkan dibaca pada malam tersebut.
Tips amalan yang dianjurkan:
1. Perkuat niat sejak awal Ramadan
2. Hidupkan malam dengan iktikaf dan ibadah
3. Perbanyak doa, zikir, dan istighfar
Ibadah fisik seperti shalat tahajud dan sedekah juga memiliki nilai luar biasa pada malam ini. Pahalanya digambarkan setara dengan beribadah lebih dari 83 tahun. Nah, itu sudah… luar biasa kan Cess.
Mengapa Lailatul Qadar disebut lebih baik dari seribu bulan?
Nilai ibadah pada malam Lailatul Qadar digambarkan jauh melampaui malam biasa. Dalam penjelasan Ustaz Abdul Rosyid Bustomi, ibadah pada malam tersebut bukan sekadar setara dengan seribu bulan, melainkan lebih baik dari itu.
Jika dihitung, seribu bulan setara sekitar 83 tahun 4 bulan. Angka itu bahkan melampaui usia rata-rata manusia saat ini. Karena itu, satu malam ibadah bisa menjadi simpanan pahala yang sangat panjang.
Pada malam tersebut juga terjadi peristiwa besar: turunnya para malaikat ke bumi, termasuk Malaikat Jibril. Jumlah mereka begitu banyak hingga bumi digambarkan menjadi “sempit”. Para malaikat datang membawa salam keselamatan kepada orang yang sedang beribadah hingga fajar menyingsing.
Selain itu, kata “Qadar” juga bermakna ketentuan. Pada malam itu Allah menetapkan kemuliaan bagi hamba-Nya. Seseorang yang sebelumnya dianggap biasa saja bisa diangkat derajatnya menjadi mulia karena keberkahan ibadahnya.
Siapa saja yang tidak mendapat kemuliaan di malam Lailatul Qadar?
Meski Lailatul Qadar penuh keberkahan, ada golongan tertentu yang disebut tidak mendapatkan kemuliaannya.
Golongan pertama adalah pecandu minuman keras atau zat memabukkan yang menjadikannya sebagai kebiasaan hidup. Kedua, orang yang durhaka kepada orang tua. Dalam ajaran Islam, rida Allah sangat berkaitan dengan rida orang tua.
Golongan ketiga adalah orang yang memutus tali silaturahim. Mereka sengaja menjauh dari hubungan persaudaraan atau enggan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Yang terakhir adalah orang yang gemar bermusuhan. Mereka senang memancing konflik, menyimpan dendam, atau membuat orang lain marah.
Karena itu, selain memperbanyak ibadah, membersihkan hati juga menjadi langkah penting agar keberkahan malam tersebut benar-benar bisa diraih.
Baca Juga: Makna dan Cara Berbakti kepada Orang Tua Meski Tinggal Jauh atau Sudah MeninggalApa tanda datangnya malam Lailatul Qadar?
Banyak orang penasaran dengan tanda datangnya Lailatul Qadar. Menurut Abdul Rosyid Bustomi, tanda tersebut kadang kada mudah terlihat oleh semua orang. Namun beberapa fenomena alam sering dirasakan.
Salah satunya adalah kondisi udara yang terasa sangat nyaman—tidak panas dan tidak dingin. Suasana malam terasa tenang dan menenangkan.
Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa kadang malam tersebut disertai hujan yang turun semalam suntuk. Kondisi alam ini dikaitkan dengan turunnya para malaikat ke bumi.
Selain tanda saat malam itu terjadi, ada tanda lain yang bisa terlihat setelah Ramadan berakhir. Orang yang berhasil meraih Lailatul Qadar biasanya mengalami perubahan sikap. Ia menjadi lebih rajin beribadah dan menjaga konsistensi amal kebaikan selama sebelas bulan berikutnya.
Nah, pahamlah ikam… ukuran keberhasilan bukan hanya satu malam, tapi perubahan hidup setelahnya.
Bagaimana cara wanita yang sedang haid bisa tetap meraih keberkahan di malam Lailatul Qadar?
Wanita yang sedang haid tetap memiliki peluang besar meraih keberkahan Lailatul Qadar. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ustaz Abdul Rosyid Bustomi.
Meskipun tidak dapat melaksanakan shalat atau iktikaf di masjid, mereka tetap bisa menghidupkan malam dengan berbagai ibadah lainnya. Misalnya memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
Selain itu, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga sangat dianjurkan. Doa khusus Lailatul Qadar tetap bisa dibaca dengan penuh harap dan keikhlasan.
Zikir hati juga menjadi bentuk ibadah yang sangat mendalam. Artinya seseorang tetap mengingat Allah dalam setiap detak napas dan pikiran. Bahkan ketika tertidur dalam keadaan berzikir, hubungan spiritual tersebut tetap terjaga.
Karena itu, kondisi haid bukan penghalang untuk meraih kemuliaan malam tersebut. Pahamlah ikam, yang utama adalah niat dan keikhlasan.
Apa tanda seseorang berhasil meraih keberkahan Lailatul Qadar?
Tanda keberhasilan tidak selalu terlihat pada malam itu. Justru sering tampak setelah Ramadan berlalu. Menurut Ustaz Abdul Rosyid Bustomi, seseorang yang berhasil meraih Lailatul Qadar akan menunjukkan perubahan perilaku yang positif.
Semangat ibadahnya meningkat. Ia mampu menjaga kebaikan selama sebelas bulan berikutnya hingga bertemu Ramadan lagi. Bukan hanya rajin salat, tetapi juga menjaga silaturahim dan memperbanyak sedekah.
Sebaliknya, jika setelah Idulfitri seseorang merasa bebas kembali melakukan hal yang dilarang agama, itu menunjukkan ia belum meraih keberkahan Ramadan secara utuh.
Artinya perubahan perilaku menjadi indikator paling nyata. Nah, pahamlah ikam, kemuliaan malam itu bukan hanya soal satu malam, tapi dampaknya sepanjang tahun.
Beberapa poin penting dari pembahasan ini
1. Lailatul Qadar hadir pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil.
2. Amalan utama meliputi niat kuat, iktikaf, doa khusus, zikir dan sedekah.
3. Ibadah pada malam tersebut bernilai lebih baik dari seribu bulan.
4. Empat golongan terhalang kemuliaan malam ini, termasuk durhaka kepada orang tua dan memutus silaturahim.
5. Tanda keberhasilan terlihat dari konsistensi ibadah setelah Ramadan.
Bagi pemirsa Balikpapan TV yang ingin menyaksikan program Cahaya Qolbu secara langsung, dapat menontonnya melalui kanal resmi YouTube: Balikpapantv_Official yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan, pukul 17.00–18.00 WITA.
Insight: Lailatul Qadar sering dibicarakan sebagai malam seribu bulan, tapi makna terbesarnya sebenarnya perubahan diri. Satu malam bisa mengubah arah hidup seseorang. Dari malas ibadah menjadi rajin. Dari jauh dengan keluarga menjadi dekat. Kadapapa pang bila pencarian terasa berat, yang penting komitmen terus dijaga. Ramadan memang singkat, tapi dampaknya bisa panjang setahun penuh. Nah, pahamlah ikam, di situlah nilai sebenarnya dari malam penuh kemuliaan ini.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna Lailatul Qadar dan cara menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa waktu paling dianjurkan mencari malam Lailatul Qadar?
Sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29.
2. Apakah wanita yang sedang haid bisa meraih Lailatul Qadar?
Bisa. Mereka tetap dianjurkan berzikir, bershalawat, membaca doa dan menghidupkan malam dengan ibadah non-salat.
3. Mengapa iktikaf dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan?
Karena iktikaf membantu seseorang fokus beribadah dan meningkatkan peluang menjumpai malam Lailatul Qadar.
4. Apa tanda seseorang berhasil meraih Lailatul Qadar?
Tanda utamanya adalah perubahan perilaku setelah Ramadan, seperti meningkatnya ibadah dan konsistensi dalam kebaikan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.