Ikhtisar: Sahur menjadi bagian penting dalam ibadah puasa Ramadhan. Rasulullah menganjurkannya karena mengandung keberkahan, serta membantu umat Islam menjalani puasa dengan kuat hingga waktu berbuka.
Balikpapan TV - Hai Cess! Sahur selalu menjadi momen khas saat Ramadhan. Aktivitas makan sebelum Subuh ini kada sekadar mengisi energi sebelum puasa dimulai, tetapi juga bagian dari sunnah Rasulullah yang dianjurkan bagi umat Islam.
Menariknya, para ulama dari berbagai mazhab juga membahas secara rinci soal waktu sahur. Mulai dari pertengahan malam hingga menjelang fajar. Penasaran kenapa waktu ini dianggap penting dalam ibadah puasa? Baca sampai selesai Cess!
Kenapa Sahur Disebut Anugerah dalam Ibadah Puasa?
Sahur sering dipahami sebagai persiapan fisik sebelum menjalankan puasa. Namun dalam ajaran Islam, maknanya jauh melampaui sekadar makan sebelum Subuh.
Sahur menjadi bagian dari ketaatan terhadap sunnah Nabi Muhammad. Melalui sahur, umat Islam mengikuti kebiasaan Rasulullah ketika hendak menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, sahur membantu tubuh menghadapi aktivitas seharian tanpa makan dan minum. Dengan asupan sebelum fajar, tubuh memiliki energi untuk menjalani ibadah serta kegiatan sehari-hari.
Rasulullah juga sangat menganjurkan sahur kepada umatnya. Bahkan ada hadis yang menegaskan bahwa sahur memiliki keberkahan. Jadi ketika seseorang bangun malam untuk sahur, ada dua tujuan sekaligus: mengikuti sunnah Nabi dan mempersiapkan puasa secara optimal. Nah, pahamlah ikam kenapa sahur selalu dianjurkan saat Ramadhan.
Apa Kata Hadis Nabi tentang Keberkahan Sahur?
Anjuran sahur memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi Muhammad.
Rasulullah bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالسُّحُوْرِ فَإِنَّهُ هُوَ الْغَدَاءُ الْمُبَارَكُ
Artinya, “Teruslah kalian sahur, karena ia merupakan makanan yang diberkahi.” (HR An-Nasai).
Hadis lain juga menegaskan pentingnya sahur walau hanya sedikit.
السَّحُورُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ، فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ يَجْرَعُ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ الله وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Artinya, “Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka dari itu, janganlah kalian meninggalkannya, sekalipun sekadar meminum seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat untuk orang-orang yang sahur.” (HR Abu Said al-Khudri).
Pesan hadis ini jelas. Sahur memiliki nilai ibadah. Bahkan seteguk air sudah termasuk sahur. Kadapapa pang jika makan sederhana, pahamlah ikam.
Kapan Waktu Sahur Menurut Ulama dari Berbagai Mazhab?
Para ulama dari mazhab fiqih sepakat bahwa sahur memiliki rentang waktu tertentu. Umumnya, waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam hingga terbitnya fajar.
Pendapat ini diakui oleh ulama dari berbagai mazhab seperti Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Salah satu penjelasan datang dari Syekh Kamaluddin Muhammad bin Abdul Wahid dalam kitabnya.
Ia menuliskan:
وَقْتُ السَّحُورِ مِنْ مُضِيِّ أَكْثَرِ اللَّيْلِ إلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ
Artinya, “Waktu sahur berlangsung dari lewatnya sebagian besar malam hingga terbitnya fajar.”
Artinya, sejak sebagian besar malam berlalu hingga waktu Subuh tiba, sahur masih dapat dilakukan. Rentang waktu ini memberikan kelonggaran bagi umat Islam yang ingin menjalankan sunnah tersebut.
Nah, jadi sahur kada selalu harus sangat dini. Ada ruang waktu yang cukup panjang sebelum fajar.
Mengapa Sebagian Ulama Menyarankan Sahur Mendekati Fajar?
Walau banyak ulama menyebut sahur dimulai dari pertengahan malam, sebagian ulama memberikan penjelasan yang lebih spesifik.
Syekh Zainuddin Ibnu Nujaim menjelaskan bahwa sahur berkaitan dengan waktu sahar, yaitu masa menjelang fajar. Karena itu, menurutnya waktu yang lebih tepat berada pada bagian akhir malam.
Ia menuliskan bahwa sahur berada pada seperenam bagian terakhir dari malam.
Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Imam as-Subki yang menilai istilah sahar secara bahasa merujuk pada waktu sebelum fajar. Oleh sebab itu, sebagian ulama menetapkan sahur berada pada waktu mendekati Subuh.
Dengan kata lain, sahur memang boleh dilakukan sejak pertengahan malam. Namun jika mendekati fajar, nilainya dianggap lebih utama menurut sebagian pandangan ulama.
Apakah Sahur Harus dengan Makanan Banyak?
Dalam mazhab Syafi’i, Imam Nawawi memberikan penjelasan yang menarik tentang sahur. Ia menyebut bahwa sahur tidak harus berupa makanan banyak.
Sahur tetap sah walau hanya sedikit makanan. Bahkan minum air saja sudah termasuk sahur.
Hal ini menunjukkan bahwa inti sahur bukan pada jumlah makanan, tetapi pada pelaksanaan sunnah itu sendiri.
Beberapa ulama juga menjelaskan bahwa makan saat sahur memberikan kekuatan dalam menjalankan puasa sepanjang hari.
Nah, jadi jika suatu malam sahur hanya dengan minum air, kadapapa pang. Sunnah sahur tetap terlaksana.
Poin Penting dari Artikel
1. Sahur merupakan sunnah Nabi Muhammad sebelum menjalankan puasa.
2. Hadis menyebut sahur sebagai makanan yang penuh keberkahan.
3. Waktu sahur menurut mayoritas ulama dimulai dari pertengahan malam hingga fajar.
4. Sebagian ulama menyebut waktu yang utama berada menjelang Subuh.
5. Sahur tetap sah walau hanya dengan minum air.
Insight: Sahur sering dipahami sekadar makan sebelum puasa. Padahal dalam tradisi Islam, maknanya jauh dalam. Ia menggabungkan unsur ibadah, kesehatan, dan kesiapan spiritual. Ulama memang berbeda pandangan soal detail waktunya, namun satu hal sama: sahur membawa berkah. Bahkan seteguk air pun dihitung sebagai sahur. Jadi jika suatu malam sahur sederhana saja, kadapapa pang. Yang penting sunnahnya jalan. Pahamlah ikam.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami waktu sahur yang dianjurkan dalam Islam Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apakah sahur wajib saat puasa Ramadhan?
Sahur bukan kewajiban, tetapi sangat dianjurkan karena merupakan sunnah Nabi Muhammad dan mengandung keberkahan.
Kapan waktu sahur dimulai menurut ulama?
Mayoritas ulama menyebut waktu sahur dimulai dari pertengahan malam hingga terbitnya fajar.
Apakah sahur harus makan banyak?
Tidak. Sahur dapat dilakukan dengan makanan sedikit bahkan hanya minum air dan tetap mendapatkan keberkahan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.