Mengapa Puasa Jadi Ibadah Paling Terasa Saat Ramadan? Penjelasan Hikmah Puasa dari Syekh Muhammad Ali as-Shabuni yang Banyak Dibahas Umat Islam

Nazwa Deriska Noviyanti • Dipublikasikan Kamis, 12 Maret 2026 | 14:58 WIB

Ilustrasi suasana Ramadan dengan aktivitas ibadah puasa dan membaca Al-Qur’an di masjid yang tampak hidup selama bulan suci.
Ilustrasi suasana Ramadan dengan aktivitas ibadah puasa dan membaca Al-Qur’an di masjid yang tampak hidup selama bulan suci.

Ikhtisar: Puasa Ramadan memiliki banyak hikmah mendalam. Ulama tafsir menjelaskan puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga melatih kesabaran, menumbuhkan empati sosial, serta membentuk ketakwaan dalam kehidupan umat Islam.

Balikpapan TV - Hai Cess! Bulan Ramadan selalu membawa suasana yang terasa berbeda. Masjid tampak lebih hidup, lantunan Al-Qur’an sering terdengar, dan ibadah terasa semakin khusuk. Dari sekian banyak ibadah yang dijalankan, puasa menjadi yang paling terasa oleh umat Islam.

Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum. Ada makna yang jauh lebih dalam di balik ibadah ini. Penasaran kenapa puasa memiliki kedudukan penting dalam Ramadan? Simak terus sampai tuntas supaya pahamlah ikam makna ibadah ini Cess!

Mengapa puasa menjadi ibadah yang paling terasa saat Ramadan?

Puasa menjadi ibadah yang paling terasa karena melibatkan pengendalian diri secara menyeluruh. Bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga sikap, pikiran, serta perilaku sepanjang hari.

Dalam praktiknya, puasa menuntut kekuatan fisik sekaligus mental. Seseorang harus menahan berbagai hal yang sebenarnya halal, seperti makan, minum, dan kenikmatan lainnya. Semua itu dilakukan semata karena ketaatan kepada Allah.

Inilah yang membuat puasa terasa berbeda dibanding ibadah lain. Pengendalian diri berlangsung sepanjang hari. Dari fajar hingga matahari terbenam.

Nah, dari sini mulai terlihat bahwa puasa memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menahan lapar.

Baca Juga: Rumah Terasa Gerah? Coba Tanam 6 Jenis Tanaman Tropis Ini, Halaman dan Ruang Tamu Langsung Segar.

Apa hikmah pertama puasa menurut ulama tafsir?

Syekh Muhammad Ali as-Shabuni dalam kitab Rawai’ul Bayan fi Tafsiri Ayatil Ahkam menjelaskan bahwa hikmah pertama puasa adalah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Puasa mengajarkan manusia untuk tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Seseorang meninggalkan makan, minum, dan berbagai kenikmatan bukan karena kada mampu, tetapi karena ketaatan kepada Allah.

Hal ini ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya karena Aku’.” (HR. Ahmad).

Melalui puasa, manusia dilatih untuk menyadari posisinya sebagai hamba yang tunduk kepada Allah.

Bagaimana puasa melatih kesabaran dan pengendalian diri?

Hikmah kedua puasa adalah mendidik jiwa manusia. Puasa melatih seseorang untuk bersabar serta mampu menahan keinginan yang muncul.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering mengikuti dorongan keinginan. Namun saat berpuasa, seseorang dilatih mengendalikan hawa nafsu tersebut.

Latihan ini membentuk kekuatan tekad. Keinginan bisa dikendalikan. Dorongan jasmani tidak lagi menjadi penguasa utama dalam diri manusia.

Dengan puasa, seseorang diajak menjalani hidup sesuai petunjuk syariat Islam dan pertimbangan akal sehat.

Nah, di sinilah letak pendidikan jiwa dari ibadah puasa. Ia membentuk ketahanan batin yang kuat.

Ilustrasi berbagi makanan kepada orang lain sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial saat Ramadan.
Ilustrasi berbagi makanan kepada orang lain sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial saat Ramadan.

Mengapa puasa menumbuhkan empati kepada sesama?

Puasa juga memiliki hikmah sosial yang sangat besar. Ketika seseorang merasakan lapar dan haus, muncul kepekaan terhadap penderitaan orang lain.

Perasaan tersebut mendorong tumbuhnya rasa kasih sayang serta empati kepada sesama.

Syekh Muhammad Ali as-Shabuni menjelaskan bahwa puasa membuat hati manusia menjadi lebih lembut dan peka terhadap kesulitan orang lain.

Perasaan lapar yang dirasakan saat puasa menjadi pengingat bahwa ada banyak orang yang hidup dalam kekurangan.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah kisah Nabi Yusuf alaihissalam. Meski pernah memegang perbendaharaan negara, ia tidak pernah makan hingga sangat kenyang.

Ketika ditanya alasannya, Nabi Yusuf menjawab:

أَخْشَى إِنْ أَنَا شَبعْتُ أَنْ أَنْسَى الْجَائِعَ

Artinya, “Aku khawatir jika aku kenyang, aku akan melupakan orang yang kelaparan.”

Kisah ini menggambarkan bagaimana puasa melahirkan empati sosial dalam diri manusia.

Apa tujuan terbesar dari puasa dalam Islam?

Hikmah terbesar puasa adalah menyucikan jiwa dan menumbuhkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Tujuan utamanya adalah membentuk manusia yang bertakwa. Artinya, manusia yang selalu menjaga diri karena merasa diawasi oleh Allah.

Nah, ikam pasti pahamlah. Puasa sebenarnya adalah latihan spiritual untuk membentuk karakter yang lebih baik.

Poin Penting yang Perlu Dipahami

1. Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi latihan pengendalian diri.
2. Puasa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
3. Puasa melatih kesabaran serta kekuatan tekad manusia.
4. Puasa menumbuhkan empati dan kepedulian kepada sesama.
5. Tujuan utama puasa adalah mencapai derajat takwa.

Baca Juga: Menyambut Lailatul Qadar dengan Takwa: Penjelasan Ulama tentang Makna dan Cara Mengukur Ketakwaan

Insight: Puasa sering dipahami sekadar menahan lapar. Padahal hikmahnya jauh melampaui itu. Puasa membentuk karakter manusia. Dari penghambaan kepada Allah hingga empati sosial terhadap sesama. Nah, ketika puasa dijalani dengan pemahaman seperti ini, maknanya terasa berbeda pang. Bukan hanya ritual tahunan. Tetapi latihan membangun ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Pahamlah ikam, di situlah nilai terbesar puasa.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna puasa Ramadan. Informasi seperti ini sering dicari saat bulan ibadah datang Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa hikmah utama puasa dalam Islam?
Puasa memiliki banyak hikmah, di antaranya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah, melatih kesabaran, menumbuhkan empati sosial, serta membentuk ketakwaan.

Mengapa puasa terasa berbeda dibanding ibadah lain?
Puasa melibatkan pengendalian diri secara menyeluruh, baik fisik maupun mental sepanjang hari.

Apa tujuan puasa menurut Al-Qur’an?
Dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 dijelaskan bahwa tujuan puasa adalah agar manusia mencapai derajat takwa.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
Sumber : https://www.nu.or.id/
Puasa Ramadan Al Quran masjid hikmah puasa Syekh Muhammad Ali as Shabuni