Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ramadhan dan Makna Tolong-Menolong: Cara Sederhana Menjadi Orang Bermanfaat untuk Sesama di Sekitar Kita

Nazwa Deriska Noviyanti • Kamis, 12 Maret 2026 | 03:19 WIB

Ilustrasi kebersamaan masyarakat saling membantu di bulan Ramadhan, menggambarkan nilai manusia sebagai makhluk sosial yang saling memberi manfaat.
Ilustrasi kebersamaan masyarakat saling membantu di bulan Ramadhan, menggambarkan nilai manusia sebagai makhluk sosial yang saling memberi manfaat.

Ikhtisar:Manusia hidup sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. Ajaran Islam mendorong setiap orang menebar manfaat melalui ucapan, tenaga, kedudukan, dan harta, khususnya pada bulan Ramadhan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Hidup manusia di dunia kada pernah berdiri sendiri. Setiap orang punya peran sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, saling membantu, dan saling berinteraksi. Dalam ajaran Islam, nilai kebersamaan itu bahkan dipandang sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Di sisi lain, manusia juga tetap individu yang unik. Setiap orang memiliki tubuh, jiwa, serta karakter berbeda. Perbedaan itulah yang membuat setiap manusia punya cara masing-masing untuk memberi manfaat kepada orang lain.

Nah, penasaran bagaimana caranya menjadi manusia yang memberi manfaat untuk sekitar, apalagi saat bulan Ramadhan? Baca terus sampai habis Cess, pahamlah ikam nanti.

Mengapa manusia disebut makhluk sosial yang saling membutuhkan?

Manusia disebut makhluk sosial karena hidupnya selalu berkaitan dengan orang lain. Kada ada satu pun manusia yang bisa menjalani hidup sepenuhnya sendiri. Dalam keseharian, ada proses saling membantu, berbagi peran, hingga bekerja sama.

Kesadaran ini membuat seseorang berusaha menjalani hidup dengan memberi manfaat bagi sekitar. Dalam Al-Qur'an disebutkan:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Artinya, “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (Al-Maidah ayat 2).

Ayat ini mengingatkan bahwa kerja sama dalam kebaikan adalah bagian penting dalam kehidupan sosial manusia. Jadi ketika membantu orang lain, sebenarnya itu bagian dari nilai kehidupan yang dianjurkan.

Baca Juga: IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran Penuh Motor Baru dari Honda sampai QJMotor, Intip Ragam Model yang Muncul di Pameran Otomotif Besar Ini Cess

Apa maksud manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?

Dalam ajaran Islam, nilai manusia kada hanya diukur dari dirinya sendiri. Salah satu ukuran penting adalah seberapa besar manfaat yang ia berikan kepada orang lain.

Rasulullah saw menyampaikan dalam hadits:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Maknanya sederhana tetapi dalam. Orang yang hidupnya memberi manfaat bagi banyak orang dipandang sebagai manusia yang memiliki nilai tinggi dalam kehidupan sosial.

Manfaat itu kada selalu dalam bentuk besar. Kadang justru hal kecil yang dilakukan secara tulus memberi dampak luas. Nah, ikam pasti pahamlah, hidup bersama memang saling menguatkan.

Bagaimana cara menjadi manusia bermanfaat menurut ulama?

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Syarah Nashaihul Ibad menjelaskan bahwa kebermanfaatan manusia dapat diwujudkan melalui beberapa cara.

Beliau menyampaikan:

“Dua perkara yang tiada sesuatu pun melebihi keunggulannya, yaitu iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada kaum muslimin melalui ucapan, kedudukan, harta, atau badan.”

Artinya peluang berbuat baik terbuka sangat luas. Kada terbatas hanya pada satu cara saja.

Bahkan siapa pun bisa berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang memberi manfaat melalui ilmu, ada yang melalui pekerjaan, ada pula melalui tenaga sederhana dalam kegiatan masyarakat.

Nah itu sudah, cara berbuat baik sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi kegiatan belajar dan mengajar ilmu agama sebagai bentuk memberi manfaat melalui ucapan.
Ilustrasi kegiatan belajar dan mengajar ilmu agama sebagai bentuk memberi manfaat melalui ucapan.

Bagaimana memanfaatkan ucapan dan ilmu untuk kebaikan?

Ucapan manusia memiliki pengaruh besar. Lisan bisa menjadi sarana menyebarkan kebaikan, mengajarkan ilmu, hingga mengingatkan orang lain pada hal yang bermanfaat.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ لِيُعَلِّمَ النَّاسَ أُعْطِيَ ثَوَابَ سَبْعِيْنَ صِدِّيْقًا

Artinya, “Orang yang belajar satu bab dari ilmu untuk diajarkan kepada orang lain, maka diberikan pahala 70 orang yang shiddiq.”

Ini menunjukkan bahwa proses belajar saja sudah memiliki nilai tinggi jika diniatkan untuk mengajarkan kembali kepada orang lain.

Jadi berbagi pengetahuan, mengingatkan teman pada hal baik, atau mengajarkan sesuatu yang berguna merupakan bagian dari bentuk manfaat yang sangat besar.

Apa saja contoh memberi manfaat lewat harta dan tenaga?

Selain ucapan, manfaat juga bisa diberikan melalui harta dan tenaga. Apalagi pada bulan Ramadhan.

Misalnya membantu menyediakan makanan berbuka puasa bagi orang yang membutuhkan. Bahkan sekadar minuman pun memiliki nilai kebaikan.

Sedekah pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama.

Beliau menjawab:
“Sedekah di dalam bulan Ramadhan.”

Bagi yang kada memiliki banyak harta, masih ada cara lain. Tenaga juga bisa menjadi sarana berbuat baik.

Contohnya membantu menyiapkan karpet di masjid, membantu kegiatan pengajian, atau sekadar membantu aktivitas sosial di lingkungan sekitar.

Kadapapa pang, kecil atau besar bukan soal utama. Yang penting ada manfaat yang dirasakan orang lain.

Poin Penting dari Artikel Ini

1. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.
2. Ajaran Islam mendorong manusia untuk saling menolong dalam kebaikan.
3. Manusia terbaik adalah yang memberi manfaat bagi orang lain.
4. Manfaat dapat diberikan melalui ucapan, ilmu, harta, kedudukan, maupun tenaga.
5. Bulan Ramadhan menjadi waktu yang sangat baik untuk memperbanyak kebaikan tersebut.

Baca Juga: 5 Pohon Buah dalam Pot untuk Rumah Tanpa Halaman, Ide Kebun Mini yang Bisa Panen dari Teras

Insight: Ramadhan sebenarnya melatih manusia melihat hidup secara luas. Bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga dampak sosialnya. Saat seseorang membantu orang lain, nilai ibadahnya terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Nah di situlah makna kebersamaan muncul. Kada harus menunggu kaya atau punya jabatan tinggi. Kadang tenaga sederhana sudah memberi dampak besar. Pahamlah ikam, hidup bareng manusia lain memang saling menguatkan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami makna hidup bermanfaat, Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa arti manusia sebagai makhluk sosial?
Manusia disebut makhluk sosial karena hidupnya selalu membutuhkan bantuan, interaksi, dan kerja sama dengan orang lain.

Bagaimana cara sederhana menjadi manusia yang bermanfaat?
Caranya bisa melalui ucapan yang baik, berbagi ilmu, membantu dengan tenaga, atau memberikan sebagian harta untuk membantu sesama.

Mengapa sedekah di bulan Ramadhan memiliki nilai utama?
Karena dalam hadits disebutkan sedekah pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan besar dibanding waktu lainnya.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#ajaran Islam tolong menolong #manusia bermanfaat bagi sesama #Ramadhan berbagi kebaikan #makhluk sosial manusia #sedekah bulan Ramadhan