Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kenapa Lailatul Qadar Disebut Malam Paling Mulia di Ramadhan? Simak Penjelasan Hadits dan Ulama

Nazwa Deriska Noviyanti • Rabu, 11 Maret 2026 | 15:30 WIB

Ilustrasi suasana ibadah malam Ramadhan yang menggambarkan pencarian Lailatul Qadar penuh keberkahan.
Ilustrasi suasana ibadah malam Ramadhan yang menggambarkan pencarian Lailatul Qadar penuh keberkahan.

Ikhtisar:Ramadhan bukan sekadar bulan puasa. Ia menjadi ladang ibadah yang subur untuk menjemput keberkahan, terutama Lailatul Qadar yang nilainya melampaui seribu bulan bagi mereka yang bersungguh-sungguh beribadah.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadhan sering digambarkan sebagai musim yang menghidupkan kembali jiwa manusia. Dalam bulan ini, setiap amal ibadah memiliki nilai yang sangat besar. Bahkan ada satu malam istimewa yang nilainya melampaui seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

Nah, menarik disimak sampai habis. Soalnya banyak orang menunggu malam istimewa itu hanya di akhir Ramadhan, padahal para ulama menjelaskan bahwa kesungguhan ibadah seharusnya sudah dimulai sejak awal bulan. Penasaran kenapa Ramadhan disebut ladang amal paling subur? Simak terus sampai tuntas Cess!

Mengapa Ramadhan disebut sebagai ladang amal paling subur?

Ramadhan dalam ajaran Islam sering digambarkan seperti hamparan ladang yang sangat subur. Setiap amal yang ditanam di dalamnya memiliki peluang menghasilkan kebaikan yang berlipat.

Bulan ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadhan menjadi ruang luas untuk memperbanyak ibadah, memperkuat ketaatan, serta mendekatkan diri kepada Allah Swt. Karena itu banyak ulama menggambarkannya sebagai musim spiritual yang menghadirkan keberkahan besar bagi kehidupan manusia.

Di dalam ladang ini pula tersimpan anugerah agung bernama Lailatul Qadar. Sebuah malam yang nilainya melampaui seribu bulan. Artinya, satu malam tersebut memiliki kemuliaan yang sulit dibandingkan dengan waktu lainnya.

Pahamlah ikam. Ketika Ramadhan datang, sebenarnya terbuka kesempatan luas bagi siapa saja untuk memetik kebaikan sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: 22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Lewat Jalur Baku Azerbaijan, Begini Proses Evakuasinya

Apa makna Lailatul Qadar dalam bulan Ramadhan?

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam Ramadhan. Rasulullah saw menjelaskan bahwa siapa saja yang berhasil meraih malam tersebut berarti mendapatkan kebaikan yang sangat besar.

Beliau bersabda:

إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ، وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مَنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا كُلُّ مَحْرُومٍ

Artinya:
“Sesungguhnya bulan ini telah datang kepada kamu. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang tidak mendapatkannya berarti ia kehilangan seluruh kebaikan.” (HR Ibnu Majah).

Hadits ini menegaskan bahwa Lailatul Qadar menjadi puncak keberkahan Ramadhan. Mereka yang berhasil meraihnya memperoleh keutamaan yang luar biasa.

Sebaliknya, orang yang melewatkannya berarti kehilangan peluang kebaikan yang sangat besar.

Apa keutamaan ibadah pada malam Lailatul Qadar?

Keutamaan Lailatul Qadar tidak hanya terletak pada nilainya yang besar, tetapi juga pada rahmat dan ampunan yang diberikan Allah kepada orang yang beribadah di malam tersebut.

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:
“Barangsiapa shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR Al-Bukhari).

Hadits ini menggambarkan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam tersebut membawa pengampunan dosa yang telah lewat.

Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah sepanjang Ramadhan. Tujuannya sederhana. Agar ketika malam agung itu datang, hati sudah siap menyambutnya.

Nah itu sudah. Kesungguhan ibadah menjadi kunci untuk meraih keberkahan malam istimewa tersebut.

Mengapa waktu Lailatul Qadar dirahasiakan?

Salah satu keistimewaan Lailatul Qadar adalah waktunya yang dirahasiakan oleh Allah Swt. Hal ini bukan tanpa tujuan.

Sayyid Abdul Aziz ad-Darani menjelaskan bahwa Allah menyembunyikan malam tersebut agar orang beriman bersungguh-sungguh beribadah sepanjang Ramadhan.

Ia mengatakan:

إنّ الله تعالي أخفي ليلة القدر في رمضان ليجتهد المؤمنين في سائر الشهر كما أخفي الولي بين المؤمنين ليحترم الجميع

Artinya:
“Sesungguhnya Allah menyembunyikan Lailatul Qadar di bulan Ramadan agar orang beriman bersungguh sungguh beribadah sepanjang bulan.”

Penjelasan ini memberikan gambaran jelas. Ketika waktu Lailatul Qadar tidak diketahui, maka manusia terdorong memperbanyak ibadah secara merata sepanjang bulan.

Dengan demikian peluang meraih malam tersebut menjadi semakin terbuka.

Kapan waktu yang dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar?

Para ulama menganjurkan umat Islam mencari Lailatul Qadar sepanjang bulan Ramadhan. Namun perhatian yang lebih besar diberikan pada sepuluh malam terakhir.

Syekh Abu Ishaq as-Syirazi menjelaskan bahwa malam tersebut lebih sering diharapkan terjadi pada malam-malam ganjil, seperti malam ke-21 atau ke-23.

Ia menyebutkan:

ويطلب ليلة القدر في جميع شهر رمضان، وفي العشر الأخير أكثر، وفي ليالي الوتر أكثر

Artinya:
“Dianjurkan mencari Lailatul Qadar sepanjang bulan Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir dan malam-malam ganjil.”

Dalam malam tersebut juga dianjurkan memperbanyak doa:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah diriku.”

Nah, ikam pasti pahamlah. Ramadhan menjadi masa untuk menyiapkan hati dan memperbanyak ibadah, bukan sekadar menunggu malam tertentu.

Poin Penting dari Artikel

1. Ramadhan digambarkan sebagai ladang amal yang sangat subur.
2. Lailatul Qadar adalah malam yang nilainya melampaui seribu bulan.
3. Ibadah pada malam tersebut dapat menghadirkan ampunan dosa.
4. Waktu Lailatul Qadar dirahasiakan agar umat Islam memperbanyak ibadah sepanjang Ramadhan.
5. Para ulama menganjurkan mencarinya terutama pada sepuluh malam terakhir dan malam ganjil.

Baca Juga: Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan, Dalil Al-Qur’an dan Hadis Jelaskan Pahala yang Dilipatgandakan

Insight: Ramadhan sering dipahami hanya sebagai waktu menunggu malam Lailatul Qadar. Padahal pesan para ulama menunjukkan arah berbeda. Kesungguhan ibadah perlu dimulai sejak awal bulan. Di situlah latihan spiritual terjadi. Ketika hati terbiasa taat sepanjang Ramadhan, peluang meraih malam istimewa itu menjadi terbuka. Nah, pahamlah ikam. Ibadah yang konsisten sepanjang bulan membawa dampak besar bagi kualitas kehidupan spiritual.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna Lailatul Qadar dalam Ramadhan, nah tolong nah Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

Apa yang dimaksud dengan Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar adalah malam istimewa di bulan Ramadhan yang nilainya melampaui seribu bulan dalam kemuliaan dan pahala ibadah.

Mengapa Lailatul Qadar dirahasiakan waktunya?
Agar umat Islam memperbanyak ibadah sepanjang Ramadhan dan tidak hanya berfokus pada satu malam tertentu.

Kapan malam Lailatul Qadar sering diharapkan terjadi?
Para ulama menyebutkan malam tersebut lebih sering dicari pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya malam-malam ganjil.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Lailatul Qadar #Syekh Abu Ishaq as Syirazi #ramadhan #Sayyid Abdul Aziz ad Darani #Hadits Rasulullah