Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kisah Doa di Bulan Ramadan, Cerita Perempuan Buta yang Mendapat Penglihatan, Ini Mengingatkan Pentingnya Ibadah Malam

Nazwa Deriska Noviyanti • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:38 WIB

seorang tunanerta berdoa di bulan ramadhan
seorang tunanerta berdoa di bulan ramadhan

Ikhtisar:Ramadan dikenal sebagai bulan doa. Al-Qur’an menegaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya. Kisah perempuan buta yang memperoleh penglihatan kembali mengingatkan pentingnya doa, ibadah malam, dan harapan kepada Allah sepanjang Ramadan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadan selalu menghadirkan nuansa yang berbeda bagi umat Islam. Bulan ini dikenal sebagai waktu penuh keberkahan, terutama saat memperbanyak doa kepada Allah Ta’ala. Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya dan mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Nya. Karena itulah Ramadan sering dipandang sebagai momen istimewa untuk memanjatkan harapan dan kebutuhan hidup.

Menariknya, banyak kisah spiritual yang muncul dari bulan ini. Ada cerita tentang doa yang dikabulkan secara tak terduga. Penasaran bagaimana Ramadan disebut sebagai bulan doa yang penuh harapan? Baca terus sampai tuntas Cess!

Mengapa Ramadan Disebut Bulan Doa yang Istimewa dalam Islam?

Ramadan dikenal sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Penjelasan ini berakar dari firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 186.

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya:
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ayat ini menegaskan kedekatan Allah dengan manusia. Bahkan dalam penafsiran para ulama, ayat tersebut menunjukkan hubungan kuat antara Ramadan dan doa. Jadi Ramadan bukan sekadar waktu berpuasa, tetapi juga ruang spiritual untuk menyampaikan harapan kepada Allah.

Nah, pahamlah ikam, Ramadan itu bukan cuma menahan lapar pang. Di dalamnya ada kesempatan memperbanyak doa.

Baca Juga: Dari Mimbar Jumat di Balikpapan, Pesan Takwa dan Jaga Lingkungan Menggema Kuat untuk Umat

Apa Makna Ayat Al-Baqarah 186 Menurut Ulama Tafsir?

Ibnu ‘Asyur dalam tafsir at-Tahrir wat Tanwir menjelaskan bahwa ayat tentang doa ini muncul setelah ayat yang membahas Ramadan. Menurutnya, susunan ayat tersebut mengandung pesan penting.

Ia menjelaskan:

“Dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa orang yang berpuasa memiliki harapan besar untuk dikabulkan doanya, dan Ramadan adalah bulan yang dianjurkan memperbanyak doa serta dianjurkan berdoa pada akhir setiap hari Ramadan.”

Penjelasan ini menegaskan satu hal. Orang yang menjalankan puasa memiliki peluang besar agar doa didengar oleh Allah. Apalagi jika doa dipanjatkan pada waktu-waktu yang dianjurkan seperti menjelang berbuka.

Bagi banyak umat Islam, waktu itu terasa sangat khusyuk. Perut kosong, hati lebih tenang, dan harapan terasa dekat dengan langit.

Bagaimana Kisah Perempuan Buta yang Doanya Dikabulkan?

Ada kisah menarik yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam kitab Mujabud Da’wah. Cerita ini terjadi pada masa Muhammad bin Sulaiman dari Dinasti Abbasiyah.

Seorang perempuan buta tiba-tiba memperoleh penglihatannya kembali pada malam ke-24 Ramadan. Kabar itu membuat Syu’aib bin Muhriz datang untuk memastikan kebenarannya.

Ketika bertemu, ia melihat perempuan tersebut dapat melihat secara normal. Syu’aib lalu bertanya tentang doa yang dipanjatkannya.

Perempuan itu menjelaskan bahwa ia melaksanakan shalat pada malam pertama Ramadan di Masjid Al-Hay. Kemudian saat sahur ia kembali shalat di rumahnya dan berdoa:

يَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ، يَا مَنْ رَحِمَ شَيْبَةَ يَعْقُوبَ، يَا مَنْ رَدَّ يُوسُفَ عَلَى يَعْقُوبَ، رُدَّ عَلَيَّ بَصَرِي

Artinya:
“Wahai Yang Menyingkap kesulitan Nabi Ayub, wahai Yang Maha Penyayang kepada Nabi Ya’qub yang telah beruban, wahai Yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Nabi Ya’qub, mohon kembalikanlah penglihatanku kepadaku.”

Perempuan itu kemudian berkata bahwa setelah berdoa, seolah ada sesuatu yang dilepaskan dari matanya sehingga ia dapat melihat kembali.

Kisah ini menjadi salah satu cerita yang sering disebut dalam pembahasan tentang doa yang dikabulkan.

Kapan Waktu Doa Paling Dianjurkan Saat Ramadan?

Selain kisah tersebut, terdapat hadis Nabi Muhammad Saw yang menegaskan keutamaan doa bagi orang yang berpuasa.

إِنَّ للصَائِم عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

Artinya:
“Sungguh ketika berbuka, orang yang berpuasa mempunyai doa yang tidak tertolak.” (HR Ibnu Majah)

Hadis ini sering menjadi alasan mengapa banyak orang memanjatkan doa menjelang berbuka. Waktu itu dianggap sebagai salah satu momen yang penuh keberkahan.

Selain saat berbuka, malam Ramadan juga sering diisi dengan ibadah seperti:

1. Shalat tarawih
2. Shalat tahajud
3. Shalat witir
4. Zikir dan doa

Semua aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah sepanjang Ramadan.

Mengapa Harapan dalam Doa Penting Saat Ramadan?

Kisah perempuan dalam riwayat Ibnu Abi Dunya juga memberikan pesan penting. Dalam berdoa, seseorang dianjurkan untuk kada berputus asa terhadap pertolongan Allah.

Doa dapat dipanjatkan berulang kali. Bahkan seseorang kada pernah tahu pada doa yang keberapa harapan tersebut akan dikabulkan.

Karena itu Ramadan sering dipandang sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan doa. Setiap malam bisa menjadi kesempatan baru.

Nah, ikam pasti pahamlah. Ramadan itu pang kesempatan memperbanyak harapan kepada Allah.

Poin Penting dari Artikel Ini

1. Ramadan dikenal sebagai bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah.
2. Surah Al-Baqarah ayat 186 menegaskan bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya dan mengabulkan doa.
3. Ibnu ‘Asyur menjelaskan bahwa orang yang berpuasa memiliki harapan besar agar doanya dikabulkan.
4. Kisah perempuan buta yang sembuh menjadi contoh riwayat tentang kekuatan doa di Ramadan.
5. Waktu berbuka puasa disebut dalam hadis sebagai momen doa yang tidak tertolak.

Baca Juga: Puasa Ramadan Tetap Sah Saat Cukur Rambut? Ini Penjelasan Ulama Fiqih Soal Hukum Mencukur Saat Berpuasa yang Sering Bikin Penasaran

Insight: Ramadan sering dipahami sebagai waktu ibadah rutin. Padahal di dalamnya ada pesan yang lebih dalam tentang hubungan manusia dengan harapan. Doa membuat seseorang tetap berharap meski keadaan berat. Dalam kisah perempuan buta itu, harapan hadir lewat doa yang sederhana. Nah, di situlah maknanya. Ramadan memberi ruang bagi setiap orang untuk memohon apa saja kepada Allah. Pahamlah ikam, kesempatan ini datang setahun sekali pang.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami makna doa di bulan Ramadan Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

Apa makna Surah Al-Baqarah ayat 186 dalam konteks Ramadan?
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya dan mengabulkan doa orang yang memohon kepada-Nya.

Mengapa doa saat berbuka puasa dianggap istimewa?
Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan bahwa orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak ketika berbuka.

Apa pelajaran dari kisah perempuan buta dalam Ramadan?
Kisah tersebut mengingatkan pentingnya doa, ibadah malam, dan harapan kepada Allah selama Ramadan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Kisah doa dikabulkan #Ibadah malam Ramadan #ramadan #Doa dalam Islam #Ibnu Asyur