Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ramadhan Bukan Sekadar Puasa: Kisah Seorang Pria yang Menghormati Bulan Suci hingga Mendapat Ampunan

Nazwa Deriska Noviyanti • Rabu, 11 Maret 2026 | 04:43 WIB

Bulan Ramadhan 1447 H mulai memasuki 10 hari terakhir pada Selasa (10/3/2026) malam Rabu ini. Hari-hari terakhir bulan kesembilan tahun Hijriah ini perlu disambut setiap Muslim dengan menjalani itikaf
Bulan Ramadhan 1447 H mulai memasuki 10 hari terakhir pada Selasa (10/3/2026) malam Rabu ini. Hari-hari terakhir bulan kesembilan tahun Hijriah ini perlu disambut setiap Muslim dengan menjalani itikaf

Ikhtisar: Ramadhan digambarkan sebagai bulan rahmat dan ampunan. Kisah dalam kitab ulama menunjukkan bagaimana penghormatan kepada bulan suci dapat menjadi jalan pengampunan dosa bagi seorang hamba.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadhan dalam ajaran Islam kadang dipahami sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Padahal maknanya jauh melampaui itu. Bulan suci ini dikenal sebagai Syahrul Mubarak, bulan penuh berkah, sekaligus Syahrur Rahmah, bulan yang dipenuhi kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Bahkan dalam berbagai kitab ulama, Ramadhan digambarkan sebagai kesempatan besar bagi siapa saja yang ingin kembali memperbaiki diri. Penasaran bagaimana kisah nyata yang menggambarkan kemuliaan bulan ini? Ikuti terus penjelasannya sampai selesai Cess!.

Mengapa Ramadhan Disebut Bulan Rahmat dan Ampunan?

Ramadhan dalam tradisi keilmuan Islam sering disebut sebagai bulan yang membuka peluang besar bagi manusia untuk memperbaiki diri. Bulan ini dipahami sebagai manifestasi kasih sayang Allah yang sangat nyata di dunia.

Sebagai Syahrul Mubarak, Ramadhan membawa keberkahan dalam berbagai bentuk ibadah. Sementara sebagai Syahrur Rahmah, bulan ini menjadi ruang bagi hamba yang ingin kembali mendekat kepada Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa pada bulan ini pintu langit dibuka lebar-lebar. Maknanya sederhana namun dalam: kesempatan ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang memiliki niat untuk kembali kepada Allah.

Nah, bagi banyak orang, Ramadhan sering dipandang sebagai titik awal perubahan. Ketika seseorang merasa dosa sudah terlalu berat, bulan inilah yang menjadi kesempatan untuk memulai langkah baru. Pahamlah ikam, maknanya memang dalam.

Bagaimana Kisah Muhammad dalam Kitab Irsyadul Ibad?

Dalam kitab Irsyad al-'Ibad karya Syekh Zainuddin al-Malibari terdapat sebuah kisah yang menggambarkan keagungan Ramadhan. Kisah ini menceritakan seorang pria bernama Muhammad.

Kehidupan spiritual Muhammad digambarkan cukup memprihatinkan. Ia sering meninggalkan shalat dan hanya melaksanakannya sesekali saja. Namun setiap kali bulan Ramadhan datang, terjadi perubahan yang sangat berbeda dalam dirinya.

Saat hilal Ramadhan terlihat, Muhammad mulai mengenakan pakaian terbaik yang ia miliki. Ia juga memakai wewangian dan menjaga shalat dengan tertib.

Aktivitas ibadahnya meningkat. Ia menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh dan bahkan mengqadha shalat yang pernah ia tinggalkan sebelumnya. Perubahan itu membuat orang di sekitarnya merasa heran.

Lalu seseorang bertanya kepadanya tentang perubahan tersebut.

Muhammad menjawab dengan penuh harap:

هَذَا شَهْرُ التَّوْبَةِ وَالرَّحْمَةِ وَالبَرَكَةِ، عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنِّي بِفَضْلِهِ

Artinya, “Ini adalah bulan tobat, bulan rahmat, dan bulan berkah. Semoga Allah berkenan mengampuni dosa-dosaku dengan kemurahan-Nya.”

Apa yang Terjadi Setelah Muhammad Wafat?

Kisah ini berlanjut setelah Muhammad meninggal dunia. Dalam cerita tersebut disebutkan bahwa seorang perawi pernah bermimpi bertemu dengannya.

Dalam mimpi itu ia bertanya tentang apa yang Allah lakukan terhadap dirinya setelah wafat.

Muhammad menjawab dengan penuh kebahagiaan:

غَفَرَ لِي لِأَجْلِ حُرْمَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ

Artinya, “Allah telah mengampuniku karena penghormatanku terhadap kemuliaan bulan Ramadhan.”

Kisah yang dicatat oleh Syekh Zainuddin al-Malibari ini sering dijadikan pengingat bahwa penghormatan terhadap Ramadhan memiliki nilai yang sangat besar.

Nah, dari sini terlihat bahwa perubahan kecil dalam ibadah selama Ramadhan dapat memiliki makna yang besar. Kadapapa pang jika seseorang baru memulai langkah baik di bulan ini.

Apa Penjelasan Hadits Tentang Ampunan di Bulan Ramadhan?

Kisah tersebut juga berkaitan dengan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang keutamaan ibadah di bulan Ramadhan.

Dalam hadits disebutkan:

شَهْرُ رَمَضَانَ: شَهْرٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ ؛ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً . . خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Artinya, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah wajibkan atas kalian untuk berpuasa, dan aku sunnahkan bagi kalian shalat malam. Maka siapa yang berpuasa dan shalat malam dengan iman serta mengharap pahala, ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ibunya melahirkannya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan sering dijadikan dasar bahwa ibadah di bulan Ramadhan memiliki nilai pengampunan yang sangat besar.

Bagaimana Ulama Menjelaskan Makna Hadits Tersebut?

Penjelasan mendalam tentang hadits tersebut disampaikan oleh Syekh Muhammad al-Amin al-Harari dalam kitab Syarah Sunan Ibnu Majah.

Beliau menjelaskan bahwa kalimat “keluar dari dosa seperti hari dilahirkan” berarti seseorang kembali bersih dari dosa-dosa kecilnya.

Hal ini karena dalam kaidah umum, dosa besar memerlukan taubat secara khusus atau ampunan langsung dari karunia Allah.

Namun dalam penjelasan Syekh al-Harari disebutkan bahwa makna hadits ini juga dapat dipahami secara umum. Artinya, melalui kemuliaan Ramadhan, karunia Allah yang sangat besar dapat saja menghapus dosa secara luas bagi mereka yang benar-benar mengagungkan bulan tersebut.

Nah itu sudah, makna Ramadhan memang luas pang.

Poin Penting dari Kisah Kemuliaan Ramadhan

1. Ramadhan dikenal sebagai Syahrul Mubarak dan Syahrur Rahmah.
2. Bulan ini dipahami sebagai kesempatan memperbaiki diri bagi setiap Muslim.
3. Kisah Muhammad dalam kitab Irsyadul Ibad menunjukkan perubahan ibadah saat Ramadhan.
4. Ia berharap ampunan Allah karena menghormati bulan suci tersebut.
5. Hadits Nabi menjelaskan bahwa ibadah Ramadhan dapat menghapus dosa seseorang.

Baca Juga: Lailatul Qadar Menanti di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Ini Amalan yang Dianjurkan Nabi untuk Menghidupkan Malam Mulia

Insight: Ramadhan sering menjadi momen perubahan bagi banyak orang. Ada yang mulai rajin ibadah, ada pula yang memperbaiki kebiasaan lama. Dalam kisah yang ditulis ulama, penghormatan terhadap bulan ini memiliki makna besar. Bahkan tindakan sederhana seperti menjaga ibadah di Ramadhan bisa menjadi jalan ampunan. Nah, dari sini terlihat bahwa kesempatan memperbaiki diri selalu terbuka. Ikam pasti pahamlah, Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna Ramadhan dan kemuliaannya Cess!.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

Mengapa Ramadhan disebut bulan rahmat?
Karena dalam ajaran Islam bulan ini dipenuhi keberkahan dan peluang ampunan dari Allah bagi hamba yang menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh.

Apa pesan utama dari kisah Muhammad dalam kitab Irsyadul Ibad?
Kisah tersebut menggambarkan bahwa penghormatan terhadap bulan Ramadhan dapat menjadi jalan mendapatkan ampunan dari Allah.

Apa makna hadits tentang keluar dari dosa seperti hari dilahirkan?
Menurut penjelasan ulama, maknanya seseorang kembali bersih dari dosa kecil setelah menjalankan ibadah Ramadhan dengan iman dan harapan pahala.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#ampunan Allah #ramadhan #ibadah puasa #hadits Ramadhan #Syekh Zainuddin al Malibari