Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan, Dalil Al-Qur’an dan Hadis Jelaskan Pahala yang Dilipatgandakan

Nazwa Deriska Noviyanti • Selasa, 10 Maret 2026 | 16:44 WIB

Ilustrasi seseorang memberikan sedekah di bulan Ramadhan sebagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial.
Ilustrasi seseorang memberikan sedekah di bulan Ramadhan sebagai bentuk ibadah dan kepedulian sosial.

Ikhtisar: Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan besar karena pahala dilipatgandakan oleh Allah SWT. Dalil Al-Qur’an dan hadis menjelaskan bagaimana sedekah menjadi jalan keberkahan, penghapus dosa, serta bekal kehidupan akhirat.

Balikpapan TV - Hai Cess! Bulan Ramadhan sering disebut momentum terbaik memperbanyak amal, termasuk sedekah. Dalam ajaran Islam, sedekah di bulan suci ini memiliki keutamaan karena pahala yang diberikan Allah SWT dilipatgandakan dibandingkan waktu lainnya.

Nah, kenapa sedekah Ramadhan sering disebut penuh keberkahan? Dan bagaimana penjelasan ulama serta dalil Al-Qur’an tentang amalan ini? Simak terus sampai habis supaya pahamlah ikam, Cess.

Apa Makna Sedekah dalam Islam Menurut Ulama?

Sedekah pada dasarnya adalah bentuk pemberian harta kepada orang lain dengan tujuan meraih pahala dari Allah SWT. Dalam bahasa Arab disebut sadaqah, sementara dalam bahasa Inggris dikenal sebagai charity.

Imam Ghazali Said dalam bukunya Puasa dan Dimensi Fikih-Sufistik menjelaskan bahwa sedekah adalah cara memindahkan sebagian hak milik kepada orang lain ketika keduanya masih hidup. Tujuannya bukan sekadar membantu, tetapi sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Maknanya sederhana. Memberi sebagian harta sebagai wujud ibadah.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, sedekah dapat berbentuk berbagai pemberian. Namun inti utamanya tetap sama: mengharap pahala dari Allah. Nah, ikam pasti pahamlah. Amalan kecil pun bisa memiliki nilai besar ketika niatnya untuk ibadah.

Baca Juga: Rumah Sederhana Tapi Berkelas! 9 Barang Murah Ini Sering Dipakai Desainer Interior Agar Tampilan Hunian Terasa Mewah

Mengapa Sedekah Ramadhan Digambarkan Seperti Biji yang Tumbuh Berkali Lipat?

Keutamaan sedekah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 261.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji.

Ulama tafsir Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa sedekah di jalan Allah digambarkan seperti satu biji yang ditanam di tanah subur.

Biji tersebut kemudian berkembang menjadi tujuh tangkai. Setiap tangkai berisi seratus biji. Artinya pahala bisa berkembang hingga ratusan kali lipat. Bahkan Allah dapat melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang Dia kehendaki.

Kadapapa pang jika sedekahnya kecil. Karena yang membuat berkembang bukan manusia, tetapi Allah SWT.

Bagaimana Penjelasan Ulama tentang Perumpamaan Sedekah Itu?

Dalam ayat tersebut terdapat istilah anbatat sab’a sanabila. Menurut penjelasan Wahbah az-Zuhaili, ungkapan ini menggunakan majaz ‘aqliy.

Artinya seolah-olah biji itu yang menumbuhkan dirinya sendiri. Padahal pada kenyataannya yang membuatnya berkembang adalah Allah SWT.

Makna ini memberikan gambaran bahwa sedekah sekecil apa pun dapat berkembang luar biasa karena keberkahan dari Allah. Jadi bukan semata jumlah yang diberikan, tetapi keberkahan yang menyertainya.

Para pakar pertanian juga menjelaskan bahwa tanaman seperti gandum, padi, atau jagung sering menghasilkan puluhan bulir. Bahkan bisa mencapai 40 hingga 70 bulir.

Setiap bulir bisa berisi lebih dari 100 biji. Nah itu sudah. Perumpamaan Al-Qur’an ternyata juga sesuai dengan kenyataan di alam.

Apa Kisah Sahabat Nabi tentang Sedekah yang Penuh Keberkahan?

Menurut penjelasan Al-Kalbi, ayat dalam surat Al-Baqarah tersebut berkaitan dengan kisah dua sahabat Nabi: Utsman bin Affan r.a. dan Abdurrahman bin Auf r.a.

Suatu hari Abdurrahman bin Auf datang kepada Rasulullah saw dengan membawa 4.000 dirham untuk disedekahkan.

Ia berkata kepada Rasulullah saw:
“Saya punya 8.000 dirham, separuh untuk kebutuhan saya dan keluarga, separuh lagi saya sedekahkan karena Allah SWT.”

Rasulullah saw kemudian mendoakannya:
“Semoga Allah SWT memberkahi uangmu, baik yang kamu pakai sendiri maupun yang kamu sedekahkan.”

Kisah ini menunjukkan bagaimana sedekah dilakukan dengan keseimbangan. Sebagian digunakan untuk kebutuhan keluarga, sebagian lagi diberikan di jalan Allah.

Benarkah Sedekah Tidak Mengurangi Harta?

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw menjelaskan tentang nilai sedekah.

Beliau bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

Artinya:
“Sedekah tidak mengurangi harta. Allah menambah kehormatan bagi orang yang memberi maaf, dan siapa yang merendahkan diri karena Allah maka Allah mengangkat derajatnya.”
(HR Muslim No. 2588)

Hadis ini juga menjelaskan bahwa memberi memiliki dampak luas. Bukan hanya pahala, tetapi juga kemuliaan dan peningkatan derajat di sisi Allah.

Rasulullah saw sendiri dikenal sebagai orang paling dermawan. Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa kedermawanan Nabi saw semakin besar saat bulan Ramadhan.

Dalam hadis Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah saw bahkan digambarkan lebih dermawan daripada angin yang berhembus kencang ketika bulan Ramadhan tiba.

Poin Penting dari Artikel Ini

1. Sedekah adalah pemberian harta kepada orang lain dengan tujuan meraih pahala dari Allah SWT.
2. Ramadhan menjadi waktu istimewa karena pahala sedekah dilipatgandakan.
3. Al-Qur’an menggambarkan sedekah seperti biji yang tumbuh hingga ratusan kali lipat.
4. Kisah sahabat Nabi menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan keluarga dan sedekah.
5. Hadis Nabi menegaskan sedekah tidak mengurangi harta.

Baca Juga: Banyak Orang Salah Cara Simpan Emas! Ini 6 Panduan Perawatan Emas Agar Tahan Lama dan Aman Jadi Investasi

Insight: Sedekah Ramadhan bukan sekadar aktivitas berbagi. Ada pesan spiritual di baliknya. Satu pemberian kecil bisa menjadi amal besar ketika dilakukan di waktu penuh keberkahan. Dalam kehidupan kota yang sibuk, sedekah sering dianggap hal sampingan. Padahal nilainya luas. Memberi sedikit saja kadapapa pang. Yang penting niat ibadah kuat. Nah, di situlah letak keberkahan yang sering luput dilihat, pahamlah ikam.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami keutamaan sedekah Ramadhan, Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa arti sedekah dalam Islam?
Sedekah adalah pemberian harta kepada orang lain dengan tujuan meraih pahala dari Allah SWT.

Mengapa sedekah di Ramadhan dianggap istimewa?
Karena pahala amal kebaikan, termasuk sedekah, dilipatgandakan oleh Allah SWT pada bulan Ramadhan.

Apakah sedekah bisa mengurangi harta?
Tidak. Dalam hadis Rasulullah saw disebutkan bahwa sedekah tidak mengurangi harta seseorang.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Abdurrahman bin Auf #keutamaan sedekah #Sedekah Ramadhan #Al Baqarah 261 #Wahbah az Zuhaili