Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Belajar dari Kisah Nabi dan Umat Terdahulu, Banyak Pelajaran Hidup yang Masih Relevan Sampai Sekarang

Rizkiyan Akbar • Sabtu, 7 Maret 2026 | 22:16 WIB

Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan hikmah kisah umat terdahulu dalam Al-Qur’an saat program Cahaya Qolbu Ramadan di studio Balikpapan TV, Jumat (6 Maret 2026).
Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan hikmah kisah umat terdahulu dalam Al-Qur’an saat program Cahaya Qolbu Ramadan di studio Balikpapan TV, Jumat (6 Maret 2026).

Ikhtisar: Kisah umat terdahulu dalam Al-Qur’an menyimpan pelajaran hidup mendalam. Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan hikmah, keteguhan iman, hingga relevansinya menghadapi tantangan zaman modern.

Balikpapan TV - Hai Cess! Kisah umat terdahulu dalam Al-Qur’an ternyata bukan sekadar cerita masa lampau. Di balik setiap peristiwa terdapat pelajaran hidup yang kuat. Hal itu disampaikan langsung oleh Ustaz Anwar Arifin Pinem, ME, Wakil Ketua 3 Baznas Balikpapan, saat mengisi program Cahaya Qolbu spesial Ramadan yang tayang live dari studio Balikpapan TV, Jumat (6 Maret 2026).

Banyak orang membaca kisah para nabi sekadar sebagai sejarah. Padahal, menurut Ustaz Anwar Arifin Pinem, kisah tersebut justru menjadi petunjuk hidup yang relevan sepanjang zaman. Nah, penasaran apa saja hikmahnya dan kenapa kisah itu tetap penting dipelajari sampai hari ini? Simak terus sampai tuntas Cess!

Baca Juga: Cara Menghitung Nisab Zakat Profesi Sesuai Aturan BAZNAS dan Pemerintah, Lengkap Dengan Penjelasan Zakat Penghasilan, Emas, dan Tabungan

Mengapa kisah umat terdahulu dalam Al-Qur’an mudah dipahami manusia?

Kisah dalam Al-Qur’an memiliki cara penyampaian yang membuat pesan agama terasa dekat dengan kehidupan manusia. Bukan sekadar perintah atau larangan, tetapi hadir melalui cerita dengan awal, konflik, hingga hasil akhir yang jelas.

Ustaz Anwar Arifin Pinem menjelaskan bahwa metode ini membuat pelajaran agama jauh lebih mudah diingat.

“Kisah-kisah umat terdahulu itu menjadi ibrah atau pelajaran. Melalui kisah, manusia bisa melihat langsung akibat dari sebuah perbuatan,” jelasnya.

Contohnya terlihat pada kisah Fir’aun yang menggambarkan akibat kesombongan, sementara Nabi Ayub menjadi teladan kesabaran menghadapi ujian hidup.

Cerita seperti ini membuat manusia lebih mudah memahami pesan moral. Ketika ada kisah, pikiran manusia otomatis membayangkan peristiwa yang terjadi. Di situlah pesan Al-Qur’an menjadi kuat dan melekat di ingatan.

Bagaimana kisah Al-Qur’an menjadi cermin untuk mengevaluasi diri?

Kisah umat terdahulu juga menjadi sarana refleksi diri. Artinya, seseorang dapat bercermin dari perilaku tokoh dalam cerita tersebut.

Menurut Ustaz Anwar Arifin Pinem, kisah dalam Al-Qur’an membantu manusia melihat apakah sifat buruk masa lalu juga muncul di kehidupan sekarang.

“Melalui kisah itu kita bisa mengevaluasi diri. Apakah ada sifat kesombongan seperti Fir’aun, hasad seperti Qabil, atau perilaku menyimpang seperti kaum Nabi Luth,” ujarnya.

Fenomena sosial yang terjadi saat ini sering kali merupakan pengulangan sejarah. Hanya bentuknya saja yang berubah mengikuti zaman.

Nah, di sinilah fungsi kisah Al-Qur’an. Ia menjadi cermin bagi manusia agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Pahamlah ikam, sejarah itu kadapapa pang dipelajari, justru supaya manusia tidak terjatuh pada lubang yang sama.

Kenapa kisah para nabi mampu menguatkan iman di zaman modern?

Tekanan terhadap orang beriman sebenarnya sudah terjadi sejak zaman para nabi. Bedanya, bentuk tantangan sekarang berbeda.

Jika dahulu tekanan datang dari penguasa zalim secara fisik, sekarang tantangan muncul lewat teknologi dan arus informasi yang sangat cepat.

“Kalau zaman dulu tekanan itu berupa kekuasaan yang zalim, sekarang manusia menghadapi hegemoni teknologi dan informasi yang memudahkan pemenuhan hawa nafsu,” jelas Ustaz Anwar Arifin Pinem.

Contohnya, berbagai godaan dapat diakses hanya melalui telepon genggam. Judi online, tayangan tidak layak, hingga berbagai bentuk kemaksiatan dapat muncul hanya melalui ujung jari.

Karena itu kisah para nabi tetap relevan. Cerita seperti Ashabul Kahfi mengajarkan keteguhan menjaga iman meskipun hidup di tengah arus zaman yang kuat.

Baca Juga: Perbedaan Amil Zakat dan Panitia Zakat Lengkap Dengan Aturan dan Dasar Hukumnya

Apa pelajaran kesabaran dari kisah Nabi Yusuf?

Kisah Nabi Yusuf menjadi contoh kuat tentang kesabaran menghadapi dengki manusia. Bahkan ujian tersebut datang dari saudara sendiri.

Rasa iri membuat saudara-saudara Nabi Yusuf memasukkannya ke dalam sumur ketika masih kecil. Setelah itu hidupnya penuh ujian. Ia sempat menjadi budak, bahkan dipenjara.

Namun kesabaran Nabi Yusuf tidak berhenti di situ. Saat menghadapi godaan wanita, ia memilih menjaga ketaatan meskipun harus masuk penjara.

Perjalanan panjang itu akhirnya berujung kemenangan. Nabi Yusuf dipercaya menjadi bendahara kerajaan karena integritas dan kemampuannya.

Di sinilah terlihat prinsip penting dalam Al-Qur’an: wal aqibatu lil muttaqin, yaitu hasil akhir yang baik bagi orang bertakwa.

Siapa sebenarnya golongan Ulul Albab yang disebut dalam Al-Qur’an?

Pelajaran dari kisah Al-Qur’an tidak selalu dipahami oleh semua orang. Hanya golongan tertentu yang mampu mengambil hikmahnya secara mendalam. Golongan itu disebut Ulul Albab.

Menurut Ustaz Anwar Arifin Pinem, Ulul Albab adalah orang yang memiliki akal jernih dan tidak tertutup oleh kebodohan maupun hawa nafsu.

“Ada orang yang mengetahui kisah dalam Al-Qur’an, tetapi menolaknya karena hawa nafsu. Orang seperti ini tidak termasuk Ulul Albab,” pungkasnya.

Ulul Albab mampu melihat keterhubungan antara sejarah masa lalu, kondisi masa kini, dan masa depan. Mereka memahami bahwa kisah Al-Qur’an bukan dongeng. Ia adalah pelajaran kehidupan yang terus relevan sepanjang zaman.

Poin Penting dari Pembahasan Kisah Al-Qur’an

1. Kisah Al-Qur’an menjadi ibrah atau pelajaran hidup yang mudah dipahami.
2. Cerita umat terdahulu membantu manusia melakukan refleksi diri.
3. Kisah para nabi menguatkan iman saat menghadapi tantangan zaman modern.
4. Kesabaran Nabi Yusuf menunjukkan hasil baik bagi orang bertakwa.
5. Pelajaran mendalam hanya dapat dipahami oleh golongan Ulul Albab.

Bagi pemirsa Balikpapan TV yang ingin menyaksikan program Cahaya Qolbu secara langsung, dapat menontonnya melalui kanal resmi YouTube: Balikpapantv_Official yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan, pukul 17.00–18.00 WITA.

Insight: Kisah Al-Qur’an sering dianggap cerita lama. Padahal justru di situlah kekuatannya. Manusia modern menghadapi teknologi, informasi, dan gaya hidup serba cepat. Namun akar masalahnya tetap sama: kesombongan, iri hati, dan hawa nafsu. Cerita para nabi memberi peta jalan menghadapi masalah itu. Nah, kalau kisah lama saja masih cocok dengan zaman sekarang, artinya manusia memang perlu terus belajar dari sejarah. Pahamlah ikam.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami hikmah kisah Al-Qur’an, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

1. Apa manfaat mempelajari kisah umat terdahulu dalam Al-Qur’an?

Kisah tersebut menjadi ibrah atau pelajaran hidup yang membantu manusia memahami akibat dari setiap perbuatan.

2. Mengapa kisah para nabi tetap relevan di zaman modern?

Karena masalah yang dihadapi manusia saat ini merupakan pengulangan masalah umat terdahulu dalam bentuk yang berbeda.

3. Siapa yang dapat mengambil pelajaran mendalam dari kisah Al-Qur’an?

Golongan Ulul Albab, yaitu orang yang memiliki akal jernih dan tidak tertutup oleh hawa nafsu.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Cahaya Qolbu #Al-Qur’an #Ustaz Anwar Arifin Pinem #Ulul Albab #Baznas Balikpapan