Ikhtisar: Penjelasan ringkas cara menghitung nisab zakat profesi sesuai aturan pemerintah Indonesia. Mengacu standar 85 gram emas 14 karat, tarif zakat 2,5 persen, serta manfaat zakat melalui lembaga resmi bagi laporan pajak pribadi.
Balikpapan TV - Hai Cess! Zakat profesi makin sering dibahas tiap Ramadan. Banyak pekerja kantoran, pengusaha, sampai profesional muda di Balikpapan mulai mencari tahu cara menghitungnya sesuai aturan pemerintah. Patokannya ternyata cukup jelas. Nisab zakat profesi disamakan dengan nilai 85 gram emas kadar 14 karat. Jika penghasilan sudah mencapai angka itu, zakatnya wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen.
Lalu bagaimana cara menghitungnya secara praktis? Apakah berlaku bulanan atau tahunan? Tenang dulu Cess. Penjelasan lengkapnya ada di bawah. Baca sampai habis supaya makin paham hitungannya dan kada salah langkah saat menunaikan zakat!
Baca Juga: Perbedaan Amil Zakat dan Panitia Zakat Lengkap Dengan Aturan dan Dasar Hukumnya
Bagaimana cara menghitung nisab zakat profesi menurut aturan pemerintah?
Cara menghitung nisab zakat profesi di Indonesia sudah ditetapkan melalui musyawarah antara pemerintah, Kementerian Agama, MUI, dan BAZNAS. Sistem yang dipakai bukan sembarangan, melainkan dianalogikan dengan zakat emas.
Ustaz Imam Waros menjelaskan bahwa standar nisab yang digunakan adalah senilai 85 gram emas dengan kadar 14 karat yang setara dengan Rp91.681.728 per tahun. Jika dihitung secara bulanan, batas minimal penghasilan yang terkena kewajiban zakat adalah Rp7.640.144 per bulan. Penetapan kadar 14 karat ini ditujukan untuk memberikan rasa keadilan bagi pembayar zakat maupun penerimanya.
“Jika penghasilan sudah mencapai atau melebihi angka tersebut, maka kewajiban zakatnya adalah sebesar 2,5 persen dari total penghasilan,” ujarnya saat mengisi kajian program Cahaya Qolbu spesial Ramadan.
Kenapa zakat profesi dianalogikan dengan emas, bukan pertanian?
Perdebatan soal analogi zakat profesi sebenarnya sudah lama muncul. Ada yang menganggap zakat penghasilan mirip dengan zakat pertanian karena pendapatan datang secara berkala seperti panen. Namun pemerintah Indonesia memilih pendekatan berbeda. Zakat profesi dikiaskan dengan zakat emas.
Jika menggunakan analogi pertanian, tarif zakat bisa mencapai 5 hingga 10 persen dari penghasilan. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sistem yang dipakai pemerintah saat ini.
Dalam sistem yang berlaku sekarang, tarif zakat profesi hanya 2,5 persen dari penghasilan yang sudah mencapai nisab. Keputusan ini diambil melalui musyawarah antara BAZNAS, MUI, dan Kementerian Agama agar ada kepastian hukum serta keseimbangan antara kepentingan muzaki dan mustahik. Jadi aturan yang dipakai saat ini memang sudah melalui diskusi panjang.
Apakah zakat bisa mengurangi kewajiban pajak pribadi?
Ini salah satu hal yang sering membuat orang terkejut. Ternyata zakat yang dibayarkan melalui lembaga resmi dapat menjadi pengurang penghasilan bruto saat melaporkan pajak.
Dasar hukumnya jelas. Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010. Namun ada syarat penting. Zakat harus dibayarkan melalui lembaga resmi yang disahkan pemerintah, seperti BAZNAS atau Lembaga Amil Zakat yang memiliki legalitas.
Setelah membayar zakat, pembayar zakat wajib menyimpan bukti pembayaran. Dokumen inilah yang nantinya dilampirkan saat melaporkan SPT Tahunan pajak pribadi.
Dengan sistem ini, kewajiban agama tetap terpenuhi sekaligus memberikan efisiensi dalam beban pajak secara sah. Nah, ikam pasti pahamlah.
Bagaimana aturan zakat untuk emas perhiasan dan tabungan bank?
Zakat tidak hanya berlaku pada penghasilan. Emas dan tabungan juga memiliki ketentuan tersendiri.
Untuk perhiasan emas wanita, jumlah yang dianggap wajar tidak dikenakan zakat. Di Balikpapan misalnya, jumlah wajar biasanya sekitar 100 gram. Namun jika jumlahnya sangat besar dan jauh dari batas kewajaran, maka tetap wajib dizakati.
Sementara emas yang disimpan sebagai aset atau emas yang dipakai pria wajib dizakati jika sudah mencapai nisab 85 gram.
Tabungan bank juga termasuk zakat harta. Ketentuannya cukup jelas:
1. Nilai tabungan harus mencapai nisab setara 85 gram emas 14 karat.
2. Tabungan tersebut sudah dimiliki selama satu tahun penuh.
3. Zakat dihitung sebesar 2,5 persen dari total saldo akhir.
Jadi bukan hanya keuntungan atau bunganya saja yang dihitung. Seluruh saldo akhir yang mencapai nisab ikut dihitung.
Baca Juga: Al-Qur'an Tetap Relevan di Era Digital dan AI Jadi Senjata Baru untuk Dakwah IslamBagaimana dengan zakat perusahaan dan aset investasi seperti saham?
Zakat juga berlaku pada perusahaan serta aset investasi. Menurut penjelasan Ustaz Imam Waros, perusahaan tetap memiliki kewajiban zakat. Cara menghitungnya dengan mengurangi total aset perusahaan dengan utang yang halal. Sisa nilai aset itulah yang menjadi dasar penghitungan zakat.
Perusahaan juga dapat menyalurkan zakat melalui program pemberdayaan masyarakat yang mirip pola CSR. Sementara aset investasi seperti saham dan instrumen investasi lainnya mengikuti ketentuan zakat emas.
Syaratnya sederhana:
1. Nilai aset mencapai nisab setara 85 gram emas 14 karat.
2. Aset dimiliki selama satu tahun penuh.
3. Tarif zakat sebesar 2,5 persen dari total nilai aset.
Zakat dihitung dari nilai aset secara keseluruhan, bukan hanya dari keuntungan investasi.
Mengapa zakat perusahaan boleh disalurkan lewat program CSR?
Zakat perusahaan yang disalurkan melalui program CSR ternyata diperbolehkan dalam syariat selama memenuhi ketentuan tertentu. Prinsipnya sederhana. Zakat tetap harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang berhak.
Ustaz Imam Waros menjelaskan bahwa perusahaan dapat menyalurkan zakat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Bentuknya bisa berupa program pemberdayaan atau bantuan yang menyerupai kegiatan CSR.
“Seorang pengusaha atau perusahaan dapat menyalurkan zakatnya secara langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya dalam bentuk program yang menyerupai CSR. Tujuannya adalah untuk menjadi jaring pengaman sosial dan mendayagunakan masyarakat setempat,” jelasnya.
Pendekatan ini sering dipilih karena perusahaan biasanya mengetahui kondisi lingkungan sekitar tempat usaha mereka. Nah, dengan cara ini bantuan bisa tepat sasaran dan langsung dirasakan masyarakat sekitar.
Namun tetap ada catatan penting. Penyaluran zakat kada boleh sembarangan. Harus mengikuti ketentuan syariat yang jelas.
Apa ancaman bagi orang yang sengaja tidak membayar zakat?
Ancaman bagi orang yang sengaja tidak menunaikan zakat cukup berat. Ustaz Imam Waros menjelaskan bahwa hal ini disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa harta yang tidak dizakati akan berubah menjadi kepingan api neraka pada hari kiamat. Kepingan api itu kemudian disetrikakan ke tubuh pemilik harta. Bagian yang disebut secara khusus adalah punggung dan jidat.
Hadis tersebut awalnya menyebut emas dan perak karena pada masa Rasulullah belum ada profesi modern seperti sekarang. Namun para ulama menjelaskan bahwa ketentuan ini juga berlaku untuk harta dari penghasilan profesi melalui metode kias atau analogi.
Karena itu masyarakat diingatkan untuk kada menghindari kewajiban zakat jika harta sudah mencapai nisab. Jangan sampai terprovokasi untuk meninggalkan kewajiban ini. Zakat merupakan bagian penting dalam ajaran Islam.
Poin Penting dari Pembahasan Zakat Profesi
1. Nisab zakat profesi di Indonesia setara 85 gram emas 14 karat.
2. Nilai nisab berdasarkan ketetapan BAZNAS Februari 2025 adalah Rp91.681.728 per tahun.
3. Jika dihitung bulanan, penghasilan minimal zakat adalah Rp7.640.144.
4. Tarif zakat profesi ditetapkan sebesar 2,5 persen.
5. Zakat melalui lembaga resmi dapat menjadi pengurang penghasilan bruto saat laporan pajak pribadi.
Bagi pemirsa Balikpapan TV yang ingin menyaksikan program Cahaya Qolbu secara langsung, dapat menontonnya melalui kanal resmi YouTube: Balikpapantv_Official yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan, pukul 17.00–18.00 WITA.
Insight: Diskusi soal zakat profesi sering muncul tiap Ramadan. Banyak pekerja modern baru paham hitungan nisab setelah dijelaskan secara sederhana. Aturan 2,5 persen terlihat ringan, tapi dampaknya luas bagi penerima zakat. Nah, poin pentingnya bukan sekadar hitungan angka pang. Sistem resmi juga menjaga distribusi agar tepat sasaran. Jadi membayar zakat lewat lembaga resmi bukan cuma urusan administrasi, tapi bagian dari ekosistem sosial yang saling menguatkan di masyarakat.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal zakat profesi, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah semua pekerja wajib membayar zakat profesi?
Tidak. Zakat profesi hanya wajib jika penghasilan sudah mencapai nisab minimal Rp7.640.144 per bulan sesuai ketetapan BAZNAS.
2. Apakah zakat harus dibayar setiap bulan?
Boleh dibayar bulanan atau tahunan. Banyak orang memilih sistem bulanan agar perhitungannya ringan.
3. Apakah zakat pribadi dapat mengurangi pajak?
Ya, selama zakat dibayarkan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS atau LAZ dan memiliki bukti pembayaran untuk laporan SPT tahunan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.